Sijunjung, beritasumbar.com – Beragam info yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Ranah Lansek Manih akibat tergusurnya beberapa pejabat teras daerah ini.
Wakil Bupati Sijunjung Iraddatillah sewaktu disampaikan beberapa cacatan kecil dari masyarakat ini, langsung merespon dengan positif.
Kemudian ia meluruskan tentang beberapa pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dapat posisi non job tersebut.
“Dari lubuk hati yang paling dalam, tak ada dendam politik dalam melakukan rotasi pejabat daerah ini.
Benny-Radi melakukan semua ini murni karena etos kerja dan persoalan hukum yang mengancam beberapa pejabat daerah ini. Mereka yang di non jobkan tersebut memiliki kinerja yang rendah, sekedar pelepas tanggungjawab semata, karena sudah terlalu lama di posisi tersebut,” katanya
Kemudian ada lagi pejabat eselon ll yang masih berani bermain api. Kalau ini tidak diambil tindakan, banyak ASN di dinas tersebut yang akan berhadapan dengan penegak hukum.
“Kami tidak ingin ada ASN Sijunjung yang bersentuhan dengan hukum dalam melaksanakan tugasnya, ini yang menjadi konsen kepemimpinan Benny- Radi,” jelas Wabup.
Setahun telah berlalu, waktu kita berikan kepada ASN untuk meningkatkan kinerjanya, ternyata, tidak ada perubahaan, tentu kita ambil langkah tegas untuk mencapai visi- misi bupati dan memberikan pelayanan prima untuk masyarakat Sijunjung.
“Sekali lagi kami sampaikan kepada masyarakat, untuk menduduki jabatan eselon di Kabupaten Sijunjung, murni melihat etos kerja, hasil evaluasi, dedikasi dan loyalitas, seluruh ASN Sijunjung mendapat kesempatan yang sama asal mereka memiliki etos kerja yang baik,” tegas Wabup.
Seperti diketahui, Nakoda Muda Ranah Lansek Manih mulai unjuk gigi. Demi percepatan pembangunan serta memberikan pelayanan prima bagi masyarakat. Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir telah mengukuhkan tiga orang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan memberikan Surat Keputusan Non Job untuk tiga orang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dilingkungan Pemkab Sijunjung, diakhir bulan lalu.
Nakoda Muda Sijunjung ini mulai komit dengan ucapannya, bagi pejabat yang tidak memiliki kinerja dan loyalitas yang baik, pasti tidak mendapat tempat, baik itu pejabat eselon ll, eselon lll dan eselon lV.
Hal ini mulai terbukti, sejak sebulan belakangan ini sudah ada enam orang pejabat Tinggi Pratama yang kehilangan kursi. Enam orang pejabat eselon ll yang sudah menjabat lima tahun pada OPD tersebut, maka dilakukan evaluasi terhadap kinerja, loyalitas dan yang lainnya.
Enam orang pimpinan OPD tersebut diantara Ronaldi Kadis Pertanian, Darlias Kadis Pustaka Daerah, Azwandra Kadis Kesehatan, Budi Syafarman kadis PUPR, Rina Kadis KB dan Rizal Efendi Kadis Kominfo. Tiga nama pertama sudah dikukuhkan oleh Bupati minggu lalu, tetap menjadi kadis Pertanian, Pustaka Daerah dan kesehatan
Sedangkan tiga nama terakhir di non jobkan. Rizal Efendi langsung mengajukan pensiun.Rina dan Budi Syafarman masih mencari tempat
Non Job pejabat pada minggu lalu adalah Non Job kloter kedua.Non Job pejabat pada Kloter pertama sudah dari bulan lalu, diantaranya Kadis Satpol PP, Epigon akhirnya mengambil pensiun, Kedua Kadis Kenakertrans Adlis mengambil pensiun, Ketiga Nizam Ul Muluk Kadis Perikanan Non Job akhirnya menjadi Kadis Kenakertrans Provinsi Sumbar.
Sementara Ada lagi 8 ( Delapan) OPD yang belum diusik sama sekali, diantaranya, Asisten lll, Dinas Ducapil, Dinas Koperindag, Dinas Parpora, Dinas DPMN, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Dinas Penanaman Modal dan Inpektorat Daerah.
Dari informasi yang berkembang dilingkungan Pemkab Sijunjung, ada sekitar 3 ( tiga ) orang lagi yang akan mendapat sertifikat Non Job.Sebab ada diantara pejabat ini yang sudah tidak betah diposisi sekarang, hal ini bisa dilihat dari langkah- langkah ditempuh pejabattersebut beberapa bulan belakangan ini.
Apakah sertifikat Non Job akan keluar lagi?, Siapa saja yang akan mendapatkan sertifikat tersebut, mari kita tunggu sepak terjang Nakoda Muda ini, demi “Sijunjung Maju, Sijunjung Jaya.(Alim)
