spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Tahun 2014, 24 Balita di Pariaman Meninggal
T

Kategori -
- Advertisement -

Pariaman – Sebanyak 24 balita di Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) meninggal dunia sepanjang tahun 2014 yang disebabkan gangguan pernafasan, suhu badan tinggi, radang usus, diare dan kekurangan berat badan.

“Rata-rata kasus kematian bayi pada usia 13 hari. Banyak hal yang menjadi penyebabnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pariaman, Yutiardy Rivai, didampingi Kepala Seksi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Susri Kawati, Kamis.

Dia menjelaskan, kematian bayi tahun 2014 disebabkan asfiksia atau gangguan pernapasan sehingga bayi mengalami penyumbatan pada pernapasan.

Selain itu, juga disebabkan febris, yakni suhu badan yang tinggi sehingga bayi mengalami kejang, radang usus, diare dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).

Sementara tahun 2015, juga telah terjadi kasus kematian bayi. Hal ini diakibatkan infeksi paru-paru atau yang secara media disebut pneumonia.

Dia juga menyampaikan jumlah kasus kematian ibu. Tahun 2014, terjadi sebanyak dua kasus akibat dari dua penyebab. Yakni sepsis yang merupakan infeksi ketika sang ibu sedang hamil tiga bulan kemudian setelah diperiksa mengalami keputihan, yang telah mengarah kepada infeksi menular seksual sehingga tidak tertolong.

“Yang satu meninggal sedang hamil dan satu lagi saat melahirkan,” kata dia, seraya menyampaikan tahun 2015 sampai saat ini belum tercatat adanya kematian ibu.

Faktor selanjutnya yang menyebabkan kematian ibu adalah emboli air ketuban, terjadi saat seksio. Ia mengatakan, sampai saat ini ilmu kedokteran belum bisa menjelaskan, tetapi salah satu penyebabnya adalah seksio tersebut.

Ia menambahkan, untuk mencegah angka kematian ibu dan bayi tersebut, pihaknya telah mengadakan berbagai program, di antaranya menempatkan bidan di desa-desa.

“Dengan bantuan bidan desa, diharapkan agar keselamatan ibu dan anak lebih terjangkau,” katanya. (Ant/Eko Fajri)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img