Padang,BeritaSumbar.com,-Pusat Pengkajian Keadilan Agraria dan Lingkungan (Sangkakala) menjadi tuan rumah Seminar Nasional Setahun UNDROP (United Nations Declaration on the Rights of Peasant and Other People Working in Rural Areas) yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Wilayah Serikat Petani Indonesia Sumatera Barat (DPW SPI Sumbar) bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas (FISIP Unand) Padang, pada Rabu 18 Desember 2019 dimulai dari pukul 09.00 sampai 12.00 di Ruang Sidang Dekanat Lantai 2 FISIP Unand, Kampus Limau Manis, Padang. Dalam penyelenggaraan acara tersebut, Sangkakala dibantu kepanitiaannya oleh Gerakan Mahasiswa Petani (Gema Petani) Sumatera Barat dan Geostrategy Study Club (GSC) Padang.

Rangkaian acara dibuka oleh Pembawa Acara Refsi Qumaira pada pukul 09.00 dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh petugas, dan dilanjutkan dengan menyanyikan bersama lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh seluruh hadirin. Seminar tersebut awalnya dijadwalkan menghadirkan Rektor Unand Prof. Yuliandri sebagai keynote speaker sekaligus membuka acara, namun karena harus memimpin Rapat Pimpinan Unand, maka didelegasikan kepada Dekan FISIP Unand Dr. Alfan Miko untuk memberikan sambutan dan membuka acara tersebut. Setelah itu dilanjutkan dengan penyerahan cindera mata dari Serikat Petani Indonesia (SPI) berupa sekantong beras organik produksi Petani di basis SPI Sumbar dan kaos-kaos kampanye UNDROP yang diproduksi SPI dan La Via Campesina (gerakan petani internasional).

Seminar yang dimoderatori oleh Sekretaris sekaligus Peneliti Sangkakala Didi Rahmadi MA ini menghadirkan narasumber dari SPI yaitu Ketua Umumnya Henry Saragih yang menyampaikan sejarah perjuangan gerakan petani dari Indonesia ke tingkat internasional sampai dideklarasikannya UNDROP oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Narasumber kedua adalah Profesor Afrizal, seorang Guru Besar Sosiologi FISIP Unand yang merupakan pakar konflik agraria sekaligus sebagai Anggota Dewan Penasihat dan Peneliti Senior Sangkakala.

Beliau memaparkan hasil risetnya sekaligus menyampaikan tantangan bagi para pejuang Reforma Agraria si Indonesia. Narasumber ketiga adalah Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Sumatera Barat (Komnas HAM Sumbar) Sultanul Arifin yang mempresentasikan tentang konflik sumber daya alam dan mekanisme penyelesaiannya oleh Komnas HAM. Dalam sesi ini, setiap narasumber memaparkan uraiannya masing-masing selama 20 menit.

Sesi berikutnya adalah diskusi interaktif berupa tanya jawab maupun penyampaian opini sebagai tanggapan atas pemaparan narasumber oleh para hadirin yang disambut dengan sangat antusias. Puluhan peserta seminar ini hadir dari berbagai kalangan, dosen dan mahasiswa dari berbagai kampus di Padang, aktivis dari berbagai Non Governmental Organization (NGO)/Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), petani, dan sebagainya. Menariknya, selain dari Padang, juga hadir para peserta dari luar Sumatera Barat, yaitu Jambi (mahasiswa dan petani). Para peserta seminar berinteraksi dengan para narasumber dalam dua sesi dengan beragam isu terkait reforma agraria di pedesaan dan perkotaan, kasus-kasus konflik agraria di berbagai daerah khususnya di Sumatera, dinamika perjuangan reforma agraria oleh para aktivis, keterlibatan para akademisi dalam perjuangan reforma agraria, dan tentu saja tentang UNDROP terkait keterlibatan Pemerintah Indonesia serta implementasinya di berbagai negara khususnya di negeri ini.

Sesi interaksi ditutup pada pukul 12.00 oleh Moderator dan dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata berupa sekantong beras organik dan kaos kampanye UNDROP kepada para narasumber dan moderator. Setelah itu rangkaian acara ditutup oleh Pembawa Acara dan diakhiri dengan sesi foto bersama. Seluruh rangkaian acara seminar nasional ini selesai tepat sesaat sebelum adzan dzuhur berkumandang.

Dalam penyampaiannya setelah seminar selesai, Direktur Sangkakala, Virtuous Setyaka menyatakan harapannya agar seminar ini berkontribusi bagi penguatan perjuangan reforma agraria dan hak-hak petani serta rakyat lainnya di pedesaan yang melibatkan para aktivis dan akademisi, untuk kedaulatan negara dan kejayaan bangsa Indonesia.

(Virtuous Setyaka/Tan Patuih, Dosen HI FISIP Unand, Direktur Sangkakala, Mentor GSC, & Aktivis MDM)

loading...