30 C
Padang
Senin, April 19, 2021
Beritasumbar.com

Sampah dan Risiko Demam Berdarah
S

Kategori -

(Bagian Pertama dari  Tulisan Tentang “Sampah, Resiko  Penyakit dan Perilaku”)

Padang,BeritaSumbar.com,-Sumatera Barat, khususnya Kota Padang setiap tahun dikejutkan dengan meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).  Awal tahu 2019, berbagai media telah memeberitakan masalah ini sebagai sebuah masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian semua pihak.

Betapa tidak, selama Januari saja tercatat 236 kasus dari beberapa kapupaten Kota, dan 124 diantaranya terdapat di Kota Padang. Adanya DBD perlu mendapatkan perhatian karena tingkat keparahannnya, terutama pada anak-anak, yang dapat menyebabkan dehidrasi berat hingga kematian.

Lebih dari itu, adanya kasus DBD juga menjadi cerminan kondisi kebersihan dan kesehatan lingkungan suatu RT, RW atau kelurahan. Karena memang, peningkatan kasus ini sangat erat kaitannya dengan kondisi kebersihan lingkungan tempat tersebut. Adanya kasus DBD pada suatu daerah, dapat diduga bahwa penyakit-penyakit lain yang terkait dengan kebersihan lingkungan di tempat tersebut juga banyak terjadi.

Oleh karenanya, manjadi lebih penting dari itu, perhatian terhadap DBD tidak hanya sekedar hitung-hitungan jumlah kasus yang telah terjadi. Akan tetapi lebih perlu meningkatkan kewaspadaan pencegahan yang bisa dilakukan secara menyeluruh. Salah satu yang perlu mendapatkan perhatian adalah bagaimana pengelolaan sampah di rumah tangga yang dapat menjadi perindukan sarang nyamuk.

Kebersihan lingkungan dengan pengelolaan sampah yang baik, akan sangat mengurangi risiko penyakit DBD dan berbagai penyakit infeksi lain. Sebaliknya, pengelolaan sampah yang tidak baik akan menjadikan DBD meraja lela, berbagai penyakit infeksi akan meningkat, dan bahkan sebagai risiko pemicu kanker.

Demam Berdarah disebabkan oleh virus dengue. Virus ini hidup dan berkembang biak dalam tubuh nyamuk Aedes Spp, khususnya Aedes aegypty dan Aedes albopictus di Indonesia, yang berperan sebagai vektor virus tersebut. Sayangnya, nyamuk betina memerlukan darah untuk meningkatkan suhu, kebutuhan energi, dan protein dalam produksi telurnya. Sehingga, ia akan menggigit dan menghisap darah manusia. Saat nyamuk menggigit itulah virus berpindah dari air liur nyamuk kedalam pembuluh kapiler darah manusia.

Namuk Aedes Spp sebenarnya dapat bertahan hidup selama dua minggu atau sampai 3 bulan. Namun dengan perkembangbiakan yang cepat jumlahnya akan sangat banyak jika tidak dilakukan pencegahan.

Bila seekor nyamuk bertelur, dalam satu waktu dapat mencapai 200 hingga 400 butir. Telur akan menetas dan berkembang menjadi larva hingga menjadi dewasa di daerah tropis dan lembab seperti Indonesia, hanya membutuhkan waktu 10 hari. Seekor nyamuk dewasa dapat bertelur kembali bahkan sebelum larvanya berkembang menjadi nyamuk, yakni sekali dalam empat hingga tujuh hari.

Tempat-tempat perindukan nyamuk tersebut adalah air-air tergenang, yang tetrutama adalah sampah-sampah plastik dan wadah-wadah yang bisa menampung air yang berserakan di sekitar pekarangan kita. Wadah tersebut sepertinya kecil, namun bagi nyamuk sudah dapat menjadi tempat perindukan yang menghasilkan ratusan hingga ribuan nyamuk baru.

Setelah musim hujan berlalu, udara yang lembab tanah yang basah dan genangan air yang banyak akan menjadi tempat yang subur untuk perindungan nyamuk. Dalam dua minggu sampah genangan air dibiarkan, nyamuk sudah bertelur sebanyak tiga kali.  Sepuluh ekor nyamuk betina saja yang tersisa, akan dapat menghasilkan niminal 6 ribu ekor nyamuk baru. Jumlahnya akan ditambah lagi dengan telur dan larva periode pertama sebanyak 2.000 ekor yang juga sudah menjadi dewasa pada hari ke sepuluhnya, dan siap untuk bertelur pula. Jika separuhnya saja betina, maka ia juga sudah menghasilkan telur dan larva yang siap berkembang menjadi sebanyak 400 ribu ekor nyamuk.

Melihat fakta ini,  kita dapat mennyadi bahwa tanpa pemberantasan sarang atau tempat perindukan nyamuk oleh setiap rumah tangga, pencegahan DBD tidaklah akan berhasil. Perkembangbiakan nyamuk sangatlah cepat, lebih dari yang kita bayangkan. Satu sampah sampah plastik kecil yang digenangi air, sudah dapat menjadi perindukan nyamuk yang menghasilkan ribuan nyamuk dalam satu bulan. Inilah salah satu faktor risiko yang terjadi, sehingga setiap tahun DBD selalu menghampiri kita.

Fogging tidaklah efektif dalam memberantas sarang nyamuk tersebut dan menghentikan siklus perkembangbiakannya. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa dan menjangkau tempat-tempat utama. Ia tidak membasmi telur dan larva yang sedang hidup dan berkembang di genang-genangan air, terutama sampah-sampah kecil. Tindakan pencegahan yang efektif adalah tindakan 3M Plus yang sudah digalakkan oleh Kemenkes.

Tindakan pencegahan utama dengan 3M, yaitu 1. Menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air, seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air di belakang lemari es, wadah penampung tumpahan air pada dispenser dan lain-lain.  2. Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya. 3. Mengubur atau memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk yang menularkan demam berdarah.

Selanjutnya disertasi tindakan “Plus” yaitu: 1) Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan; 2) Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk; 3) Menggunakan kelambu saat tidur; 4) Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk; 5) Menanam tanaman pengusir nyamuk, 6) Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah; 7) Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

Dalam tindakan 3M inilah pengelolan sampah yang benar harus menjadi perhatian. Benda-benda plastik atau wadah-wadah sisa rumah tangga jauh lebih banyak yang tidak bisa didaur ulang. Sehingga mengubur dan melakukan tatakelolala yang baik menjadi sangat penting dalam mencegah dan memberantas perindukan nyamuk.

Oleh: dr. Hardisman, MHID, PhD

Dosen Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas (FK-UNAND) Padang,

Analis Kebijakan Kesehatan

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Wako Riza Harapkan ASN Jadi Contoh Bagi Masyarakat, Jaga Kinerja Demi Pelayanan Prima

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Wali Kota Riza Falepi mengatakan ASN harus menjadi pionir dan contoh bagi masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan saat menjalankan ibadah shalat berjemaah di mesjid selama bulan Ramadhan.
- Advertisement -

Lagi Patroli, Polsek Pancung Soal Temukan Warga Asyik Main Judi

Pesisir Selatan,BeritaSumbar.com,-Anggota Polsek Pancung Soal saat itu sedang melaksanakan patroli mendapatkan beberapa orang sedang asik bermain judi song atau remi disebuah warung. Tiga pelaku berhasil kabur sedangkan 2 pelaku ditangkap

Wako Riza Harapkan ASN Jadi Contoh Bagi Masyarakat, Jaga Kinerja Demi Pelayanan Prima

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Wali Kota Riza Falepi mengatakan ASN harus menjadi pionir dan contoh bagi masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan saat menjalankan ibadah shalat berjemaah di mesjid selama bulan Ramadhan.
- Advertisement -

Satlantas Polres Pariaman Amankan pelaku Balap Liar

Pariaman, beritasumbar.com,-Jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pariaman kembali amankan puluhan kendaraan roda dua yang ditunggangi para Anak Baru Gede (ABG) yang hendak melakukan aksi balap liar di kawasan By Pass Kota Pariaman,Sabtu (malam) 17/4/2021.

Pengurus Karang Taruna Se-Kota Padang Panjang Sepakat Laksanakan Pesantren Leadership Ramadhan

Padang Panjang,BeritaSumbar.com,- Permasalahan sosial yang muncul di tengah masyarakat tidak dapat dipungkiri salah satunya juga disebabkan karena pemuda itu sendiri. Masih banyaknya pemuda yang tidak bisa menentukan arah masa depannya secara jelas, terkadang membuat mereka mengambil jalan pintas yang berujung pada tindakan kriminal, seperti mengonsumsi Narkoba dan prilaku yang mengganggu ketertiban umum lainnya.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Etika Politik Koalisi PKS dan PAN Dalam Menentukan Wakil Walikota Padang

Kota Padang sudah resmi memiliki walikota. Sejak dilantiknya Hendri Septa pada tanggal 7 April 2021. Dimana sebelumnya Hendri Septa menjabat sebagai wakil walikota dan selanjutnya pelaksana tugas Walikota Padang. Posisi tersebut ditempatinya untuk mengisi kekosongan setelah Buya Mahyeldi Ansharullah dilantik sebagai Gubernur Sumbar.

MARI EFEKTIFKAN LAGI LIMBAGO USALI DI SETIAP NAGARI…!

"SEBAGAI salah seorang yang pertama menggulirkan wacana gagasan "Baliak Banagari"di tahun 1990-an silam (waktu itu beberapa kali saya tulis di Skh. Singgalang yang kemudian direspon banyak pihak sehingga bergulir menjadi polemik konstruktif-pen), menurut Mak Yum apa pangka bala (sumber utama malapetaka atau yang menyebabkan) gagalnya agenda Baliak Banagari yang telah dijalankan sejak tahun 2000?" tanya seorang peserta seminar nasional tentang Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah di Museum Adityawarman Padang, tahun 2016 lalu.

TAN GINDO; DALAM DILEMA KEHIDUPAN

“Sudah jatuh tertimpa tangga,dibunuh anak mati induknya, dibunuh induk mati anaknya,begitulah masalah kehidupan mejadi dilemamaka ambil lah hikamah dan kebijksanaankarena dia hanya seperti dua...

USTADZ GURU; SANG KOMANDAN

“Pandai mengeluh sudah bawaan manusiaTak dipelajari sepertinya dia datang sendiriTapi jiwa optimis harus dilatih dan ditumbuhkanSebab alam mengajarkan semua makluk bisa bertahanBahkan manusia bisa...

CURHAT NYI BLORO; RATU LAUT KIJING

“Berani karena benar, takut karena salah,Rajin pangkal pandai (pintar), bisa karena biasa,Hemat pangkal kaya, boros pangkal miskin,Maka pelajarilah sebab musababnya itu,& berharaplah takdir bisa...

BANGKITKAN KESADARAN !

“Dunia pasti berobah dan Kiamat pasti kan terjadi juaKebangkitan dan keruntuhan sebuah bangsa pasti silih bergantiBegitu juga bergulir para penguasa, atas nama jabatan dan...

SEBERKAS CAHAYA DI BUMI MEMPAWAH

“Segelap apapun dunia ini, pasti ada cahayaTergantung bagaimana kita menerimanyaKarena kita manusia dibekali akal fikiranOrang bijak kata; jika tak ada kayu rotanpun jadiMaka, setelah...

KERANJINGAN JADI PEJABAT

“Setiap (pejabat) ketua atau sejenisnya adalah PemimpinTapi setiap Pemimpin belum tentu jadi pejabat,Karena Pemimpin adalah amanah terberat dari-Nya,Maka, tidaklah sulit menjadi pejabat ini dan...

TAN GINDO; APA YANG ENGKAU CARI !?

“Mereka-dia yang berjasa dalam hidupmu,semua yang tersedia dalam jagat rayaSekecil apapun itu, sifat dan ragam bentuknyaSemua adalah ayat-ayat Tuhan yang berjalanBerbagai peristiwa adalah bentuk...

SEKOLAH MERDEKA-KU (2)

"Diri kita bukan hanya milik sendiri, tapi juga orang terdekat,bahkan, darah orang tua dan sanak saudara kita mengalir dalam nadi,namun ingat, ada teman-sahabat dan...
- Advertisement -