Pasaman Barat,BeritaSumbar.com, – Rencana Panen hasil buah perkebunan sawit Plasma KSU 374 Air Bangis di lakukan pengurus KSU berujung kepada aksi pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh pihak yang pro terhadap pengurus Plasma KSU 374 kepada 2 anggota plasma yang tergabung didalam GESEMAR, akibatnya 2 orang segera dilarikan ke Puskesmas Air Bangis, (28/06)

Buah sawit KSU 374 lebih kurang 3 bulan tidak di panen oleh pengurus, akibat buntut panjang dari demonstrasi yang dilakukan oleh anggota KSU 374 dengan menamakan diri Gerakan Sebelas Maret (GESEMAR) Dengan tuntutan untuk segera pengurus KSU diganti secara keseluruhan yang diduga Pengurus tidak transparan hasil panen dan pengelolaan kebun kepada seluruh anggota,

“Pada hari Kamis 25/06 Pengurus KSU 374 Melayangkan surat pengumuman kepada seluruh anggota yang berisi untuk bersama-sama menyaksikan panen pada hari Minggu ini dan berkumpul di simpang teluk tapang jorong bunga tanjung air bangis (28/06), Ujar Abdi Ombing

Abdi Ombieng salah satu tokoh dari Pihak GESEMAR Menyampaikan kepada pihak media ” Pada awalnya seluruh masa anggota plasma 374 berkumpul di simpang Teluk Tapang dan di hadiri tiga Polsek terdekat, saat berkumpul anggota pro terhadap pengurus dan anggota yang tergabung di pihak GESEMAR sempat terjadi adu mulut, akhirnya kita meminta kepada Kapolsek Sungai beremas untuk membubarkan seluruh masa, karena kita menilai kondisi tidak kondusif lagi, ujar Abdi Ombieng.

“Seharusnya Pihak kepolisian sudah bisa membaca berkemungkinan besar adanya kejadian yang tidak kita inginkan, dan pihak polisi yang terdiri dari 3 polsek ini berembuk dan akhirnya mengajak kita saksikan proses panen ini dan dikawal sampai buahnya kemana dibawa, dan pihak kepolisian sama-sama mengajak kedalam kebun,

“Setelah sampai kedalam ada beberapa anggota yang dahulu ke lokasi perkebunan, sesudah sampai kedalam, pihak yang pro terhadap pengurus langsung membabi buta saja langsung memukul pihak anggota yang tergabung di GESEMAR, belum sempat memarkirkan motor, langsung di tinju, sebut Abdi

Abdi membeberkan keterangan yang melakukan pengeroyokan ada sekitar 5 orang. Pelaku berinisial EI, INS yang menjabat sebagai jorong, IML kemudian DN, ERM, mereka melakukan pengeroyokan terhadap korban yang bernama Nefrizen dan Efendi Efendra yang biasa di panggil abang, 2 korban di ditinju dan di injak-injak dan terpaksa di larikan kepuskesmas untuk mendapat perawatan, sekarang dirawat secara intensif di puskesmas tersebut.

“Masyarakat langsung mengadukan aksi pengeroyokan tersebut ke Polsek sungai beremas, karena korban masih dirawat intensif, belum bisa dilakun visum,

“Masyarakat meminta pihak kepolisian untuk segera bertindak cepat, dan meminta untuk segera menangkap pelaku pengeroyokan dalam 1×24 jam, tutup abdi.(KF)

loading...