31 C
Padang
Selasa, Desember 7, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Petani Bergairah, Gubernur Resmikan Pemakaian Gedung TA
P

Kategori -
- Advertisement -

Kesulitan pemasaran yang dialami petani Payakumbuh atau Sumatera Barat selama ini, bakal berakhir. Pemko Dumai, Riau dan Pemko Payakumbuh menjalin kerjasama dalam pemasaran seluruh hasil tanaman holtikultura dan komiditi ekspor lainnya. Dua pengelola terminal agribisnis Payakumbuh dan Dumai, sehari sebelumnya, telah  menandatangani nota kesepahaman untuk  menjamin pemasaran hasil tani tersebut.

Saat meresmikan pemakaian bangunan terminal agribisnis (TA) Payakumbuh yang terletak di Kelurahan Kotopanjang Payobasung, Kecamatan Payakumbuh Timur, Sabtu (1/3), Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, mengingatkan seluruh jajaran Dinas Pertanian Sumbar dan petani daerah ini, untuk meningkatkan mutu produksi. Sebelumnya,  pejabat Direktorat Jenderal Penataan Ruang, Dendy Kurniadi atas nama Menteri PU,  menyerahkan kunci TA tersebut kepada Walikota Payakumbuh Riza Falepi.

Bangunan TA senilai Rp2,7 Miliyar itu bantuan Kementerian PU, lewat program Kota Agropolitan yang dicanangkan Payakumbuh sejak 2011. Badan pengelola TA ini di bawah UPT Dinas Tanaman Holtikultura Perkebunan dan Kehutanan Payakumbuh, bertanggung jawab menampung dan memasarkan  hasil tani kota ini, serta kota dan kabupaten tetangga. “Yang harus dijaga adalah mutu dan kontinuitas  produksi,” sebut Gubernur.

Selama ini,  kata gubernur, petani di Sumatera Barat sulit memasarkan hasil taninya. Cerita Sekdako H. Benni Warlis, selaku ketua panitia peresmian TA melaporkan, bahwa petani Payakumbuh pernah memuntahkan hasil sayuran mereka ke Dinas Pertanian, karena tak terjual karena kesulitan pemasaran, sebuah kasuistis pahit yang tak mesti terjadi.

“Jalan mulus itu sudah terbentang. Ke depan, bagaimana seluruh kelompok tani, pengelola sub terminal agribisnis (STA)  dan TA bersinergi mengelola pertanian yang sesuai permintaan pengelola TA Payakumbuh dan TA Dumai. Sesuaikan yang ditanam dengan permintaan pasar,” ungkap gubernur.

Walikota Payakumbuh Riza Falepi dan Menteri PU diwakili Dendy Kurniadi, sama-sama menegaskan, agar TA dimanfaatkan maksimal, untuk peningkatan kesejahteraan petani. Menurut Walikota, tahun anggaran 2014, Pemko sudah menyediakan dana untuk pengadaan  aliran listrik PLN, pengadaan genset,  kendaraan cool strorage (kendaraan pendingin), serta box pendingin. Selain itu, juga akan ditambah akses jalan baru menuju TA.

Ketua Forum Kawasan Agrbisnis Holtikultura dan Sayuran Sumatera,  Irham Hadi, MBA yang hadir dalam peresmian TA, ketika dihubungi, mengaku siap menampung seluruh hasil pertanian dari TA Payakumbuh. Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan bersama Badan Pengelola TA Payakumbuh, harus mampu memelihara mutu, packaging dan kontinuitas  produksi. “Soal kuantitas tak masalah. Karena, TA Dumai  kesulitan memenuhi permintaan pasar, termasuk permintaan dari negara tetangga, kata Irham Hadi.

Sekdako Payakumbuh Benni Warlis, mantan Kadis Pertanian Payakumbuh, bersama Kadis Tanaman Pangan Perkebunan Kehutanan Iqbal Bermawi serta Kepala Badan Pengelola TA Sarman, mengaku siap memenuhi harapan pelaku usaha tani Dumai. “Saya akan intervensi jajaran pertanian dan pengelola TA beserta STA yang ada di Payakumbuh dan daerah tetangga,” tehas Benni.

Peresmian TA yang terletak di atas tanah lebih kurang 500 meter itu, ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita gedung TA. Dihadiri Kadis Pertanian Tanaman Pangan Sumbar Ir. Djoni dan rombongan lainnya, Wakil  Walikota H. Suwandel Muchtar, Ketua DPRD H. Wilman Singkuan, anggota Muspida, pimpinan SKPD, Ketua TP-PKK Ny. Dr. Henny Riza Falepi, Ketua GOW Ny. Hj. Anggota kelompok tani, pengurus STA Payakumbuh.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img