32 C
Padang
Jumat, Juli 19, 2024
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

PERAN PERAWAT DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN SPIRITUALITAS PASIEN
P

Kategori -
- Advertisement -

Penulis: Ns. Fitri Mailani, M.Kep
Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Spiritual adalah sesuatu yang berhubungan dengan keyakinan, kepercayaan, harapan dan mempertahankan hidup serta setelah hidup. Dalam pelaksanaannya dalam kehidupan pengertian spiritual erta kaitannya dengan keyakinan agama dan kepercayaan. Keyakinan spiritual cenderung mempengaruhi pemikiran dan tindakan manusia melalui hubungan intrapersonal, interpersonal dan transpersonal dalam mengatasi berbagai masalah dalam kehidupan manusia. Manusia pada hakikatnya bukan hanya seonggok daging dan tulang, manusia memiliki fikiran, insting dan keyakinan terhadap kekuatan maha besar yang mengontrol alam semesta yang dapat memberikan harapan.

Dalam menghadapi penyakit yang sedang dideritanya, pasien membutuhkan tindakan penyembuhan yang diperlukan, adaptasi prilaku dan kebiasaan, serta kegiatan-kegiatan lain yang mampu menyembuhkan penyakitnya dan dapat menjalani kehidupan normal seperti sedia kala. Namun, jika semua tindakan pemulihan yang sudah dilakukan, tidak memberikan hasil yang memuaskan seperti yang diharapkan, maka disanalah manusia mencari kekuatan lain yang maha besar sesuai keyakinannnya untuk membantu atau memberikan kesehatan kembali, yaitu Tuhan. Spiritualitas bukanlah agama, tetapi agama dapat merupakan salah satu jalan untuk mencapai spiritualitas.

Perawat sebagai tenaga kesehatan yang paling lama dan paling sering berinteraksi dengan pasien, harus mampu mengenali kebutuhan pasien, baik fisik mupun metafisik (kebutuhan spiritual) agar proses penyembuhan pasien dapat berjalan dengan baik. Pada dasarnya, tugas dasar perawat adalah membantu pasien untuk memenuhi kebutuhan dasarnya sebagai manusia. Memberikan bantuan keperawatan mulai dari tingkat sistem organ fungsional sampai molekuler, untuk memenuhi kebutuhan dan kemandirian pasien dalam merawat dirinya.

Berdasarkan tugas dasar diatas, perawat wajib memfasilitasi dan membimbing pasien dalam pemenuhan kebutuhan spiritualnya sebagai bagian dalam proses penyembuhan pasien. Tugas ini belum sepenuhnya menjadi fokus perawat dalam proses perawatan pasien. Hasil analisis situasi menunjukan, asuhan keperawatan untuk memenuhi kebutuhan spiritual belum diberikan oleh perawat secara optimal. Hasil survey Kementerian Kesehatan terhadap Rumah Sakit di Indonesia tahun 2017 (Puskom Depkes) diketahui sekitar 54–74% perawat melaksanakan instruksi medis, 26% perawat melaksanakan pekerjaan administrasi rumah sakit, 20% melaksanakan praktik keperawatan yang belum dikelola dengan baik, dan 68% tugas keperawatan dasar yang seharusnya dikerjakan perawat dilakukan oleh keluarga pasien.

Dalam menjalankan tugasnya, perawat dapat berpedoman kepada beberapa indikator yang dapat dijadiakan patokan apakah kebutuhan spriritual pasien terpenuhi atau tidak. Terpenuhinya kebutuhan spriritual pasien dapat dilihat apabila pasien mampu:

  1. Merumuskan arti personal yang positif tentang tujuan keberadaan kehidupan di dunia.
  2. Mengembangkan arti penderitaan dan meyakini hikmah dari suatu kejadian atau penderitaan.
  3. Menjalin hubungan positif dan dinamis melalui keyakinan, rasa percaya dan cinta kasih yang tinggi.
  4. Membina integritas personal dan merasa diri berharga.
  5. Merasakan kehidupan yang terarah terlihat melalui harapan.
  6. Mengembangkan hubungan antar manusia dengan positif.

Indikator terpenuhi kebutuhan spiritual yang lain adalah adanya rasa keharmonisan, saling kedekatan antara diri sendiri, orang lain, alam dan hubungan dengan yang Maha Kuasa. Salah satu keuntungan pemenuhan kebutuhan spiritual pasien adalah sikap positif pasien terhadap penyakitnya. Pasien dengan kesadaran penuh berdasarkan indikator diatas mampu mengelola fikiran, emosi dan tingkat stress yang timbul akibat penyakit yang dideritanya. Pasien juga dengan kesadaran penuh mempunyai sudut pandang positif tentang penyakitnya.

Fikiran yang positif, emosi yang stabil, keyakinan yang kuat, dan pengharapan yang tinggi sangat berpengaruh dalam proses pengobatan atau penyembuhan pasien selain tindakan medis. Dengan pro aktifnya perawat dalam memfasilitasi dan membimbing pasien dalam pemenuhan kebutuhan spiritualnya disamping kebutuhan pengobatan medisnya, diharapkan proses penyembuhan pasien dapat berjalan dengan baik dan maksimal.

Penulis: Ns. Fitri Mailani, M.Kep

Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img