25 C
Padang
Selasa, Januari 26, 2021
Beritasumbar.com

Pentingnya Menanamkan Rasa Cinta Alam Kepada Pendaki
P

Kategori -

Indonesia sebagai salah satu negara dengan wilayah hutan terluas, harusnya berbangga karena tak jarang disebut sebagai salah satu ‘paru-paru dunia’. Luas hutan kita hanya kalah dari Brasil yang memiliki wilayah hutan terluas di muka bumi. Data dari Departemen Kehutanan Republik Indonesia tahun 2006 menyebut, sekitar 120 juta hektar wilayah nusantara adalah hutan.
Jika melihat posisi Indonesia yang merupakan negara terbesar ke-enam di dunia, angka tersebut jelas sebuah kondisi yang sangat baik, karena hutan-hutan kita sejatinya dapat membantu dunia dalam menghadapi perubahan iklim. Sayang, seiring berjalannya waktu, wilayah hutan Indonesia perlahan mulai berkurang. Pohon-pohon kita saat ini dengan gampang ditebang dan dibakar. Gunung-gunung mulai tercemar oleh tumpukan sampah yang di sebabkan pendaki yang tidak bertanggung jawab.
Hampir setiap hari, bulan, maupun tahun berganti, tak jarang kita mendengar terjadinya kebakaran hutan, illegal logging, atau apapun bentuk kegiatan manusia yang merusak kawasan hutan Indonesia. Masalah yang sepertinya terus-menerus terjadi namun belum bisa dicegah, bahkan oleh pemerintah kita sekalipun. Ironis, namun itulah kenyataan yang terjadi saat ini.
Kali ini saya ingin membahas tentang pentinya kita menjaga kelestarian gunung dari berbagai pencemaran yang mengakibatkan kelestarian gunung berkurang. Gunung Marapi cukup sakral dan menempati posisi khusus dalam budaya orang Minang. Dalam buku klasik Tambo Minangkabau, asal usul orang Minang diyakini berasal dari gunung ini, lalu menyebar ke seantero perantauan di Sumatera Barat hingga daerah tetangga.
Persoalan sampah saat ini tidak hanya menjadi urusan masyarakat perkotaan, namun Kini juga telah merambah ke wilayah pegunungan dan hutan. Hal ini tidak lepas dari peran pendaki atau pengunjung yang masih membuang sampah sembarangan. Seharusnya sebelum melakukan pendakian atau kunjungan, pendaki harus memiliki kesadaran menjaga kebersihan lingkungan, gunung marapi Sumatera Barat yang menjadi salah satu tempat pendakian maupun wisata alam masih saja dikotori sampah plastik, lihat saja di tempat peristirahatan pertama di BKSDA, masih saja ada pendaki yang membuang sampah sembarangan, ini harus di perhatikan lagi oleh pendaki-pendaki yang masih peduli sebaiknya mengingatkan satu sama lain untuk tetap menjaga kelestarian gunung dari sampah-sampah seperti tisu, botol air mineral dan puntung rokok yang dibuang ke semak-semak.
Ini lebih pada perilaku para pendaki, karena sudah ada larangan peringatan agar tidak buang sampah sembarangan. Sebaiknya perlu di adakan kembali edukasi dan sosialisasi kepada pendaki maupun pencinta wisata alam oleh penjaga atau dinas lingkungan hidup setiap kali ada pendaki baru yang ingin mendaki demi mengurangi terjadinya pencemaran di gunung Marapi.
Selain peran penjaga atau dinas lingkungan hidup, komunitas pencinta alam juga harus ambil peran dan ikut serta dalam mengedukasi dan mesosialisasikan kepada setiap pendaki agar timbulnya rasa cinta terhadap lingkungan, oleh karenanya ruang lingkup aktivitas pencinta alam tidak hanya sebatas naik gunung belaka. Namun orang yang mengaku diri sebagai pencinta alam hendaklah mampu menunjukkan rasa cintanya kepada alam dengan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan seperti seperti itu.
Tidak hanya itu, mereka seyogyanya peka terhadap isu-isu kontemporer mengenai lingkungan, pemanasan global, permasalahan sampah, pembakaran hutan, banjir, isu-isu agraria dan lain sebagainya.
Mengingat sampah yang berserakan hingga menggunung yang terdapat di gunung adalah sebuah bukti bahwa tidak selalu pendaki gunung merupakan orang-orang yang mencintai alam, namun banyak juga dari pendaki gunung adalah seorang penikmat alam namun buta akan kesadaran dalam menjaga alam yang ia nikmati. Dari hari ke hari pendaki gunung semakin banyak. Hal ini harus dibarengi dengan upaya pemberian edukasi secara intens kepada mereka tentang urgensi menjaga alam. Paling tidak outputnya adalah kegiatan pendakian mereka tidak merusak hutan di gunung. Akan sangat positif apabila selanjutnya semakin ada kesadaran tentang pentingnya aktivitas reboisasi, penghijauan di gunung dan lingkungan pada umumnya.
Pentingnya menjaga kelestarian gunung dan wisata alam wajib harus kita tanamkan sejak dini. Penebangan hutan secara liar/pembalakan hutan dan pembuangan sampah sembarangan bukan merupakan masalah yang baru lagi, yang seharusnya dibenahi sesegera mungkin. Bagaimana tidak, masalah ini tidak luput dari peran penadaki, pengunjung dan pemerintah yang harus berdampingan menjaga lingkungan kita ini.
Lingkungan yang merupakan tempat tinggal semua makhluk hidup yang ada di muka bumi, termasuk manusia, hewan, dan tumbuhan harus kita jaga kelestariannya.
Lingkungan sangat penting bagi kelangsungan hidup bagi makhluk hidup. Karena apabila lingkungan tidak ada maka manusia, hewan, dan tumbuhan tidak dapat bertahan hidup. Oleh sebab itu kita sebagai manusia yang hidup dimuka bumi yang telah diberikan kekayaan alam yang melimpah, seharusnya kita bersyukur dengan cara menjaga dan melestarikan lingkungan ini. Mulai dari sekarang marilah kita membenahi kebiasaan kita demi kelestarian alam kita.
Oleh : Enggar Radhiyan (Ketua II Kesatuan Mahasiswa Ulakan Tapakis)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Pemuda Asal Lintau Ini Sukses Rintis Usaha Martabak Di Jambi

Pemuda yang memiliki nama lengkap Brian Fakhrul Razi ini, selain memiliki wajah yang rupawan dan sendu, ternyata adalah salah satu sosok pengusaha muda yang terbilang sukses di Jambi yang memiliki garis keturunan dari ibu asli dari Balai Tangah lintau.
- Advertisement -

Asik Ngelem Dan Bawa Sajam, 3 Pemuda Diamankan Satpol PP Payakumbuh

Menindaklanjuti laporan warga dengan adanya beberapa remaja yang kedapatan sedang mabuk akibat menghisap lem Banteng sehingga sering meresahkan sampai terjadi perkelahian, pada Selasa (19/1) dini hari sekitar pukul 02.00, Tim Penegak Peraturan Daerah Kota Payakumbuh bergerak cepat mengamankan 3 orang pemuda di depan Mesjid Muhammadiyah, pusat Kota Payakumbuh.

Edward DF Sato Sakaki Diacara Karang Taruna Jorong Padang Tangah Sialang

Edward DF Anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) DPRD Kota Payakumbuh sato sakaki terhadap kegiatan yang akan diselenggarakan Karang Taruna Jorong Padang Tangah Sialang Nagari Batu Payuang Kecamatan Lareh Sago Halaban.
- Advertisement -

Sekolah TK dan Paud Dimasa Pandemi, Ini Komentar Bunda Paud Payakumbuh

Guna memutus mata rantai penyebaran wabah Covid 19 dan aktifitas masyarakat bisa berjalan, Pemerintah telah membolehkan masyarakat beraktifitas dengan ketentuan tetap menjalani protokol kesehatan.

IMM Pariaman dan Padang Pariaman Peduli Korban Banjir Solok

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Pariaman dan kabupaten Padang Pariaman melaksanakan aksi sosial peduli terhadap korban banjir Solok. Kegiatan aksi sosial itu dilaksanakan di jalan protokol Kota Pariaman, Senin, 18 Januari 2021.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Pembelajaran Tatap Muka di SDN 09 Lubuk Tareh pada Masa Pandemi

SDN 09 Lubuk tareh terletak di jorong Lubuk Tareh kenagarian Garabak Data kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok. Lokasi Sekolah ini sangat jauh dari pusat kota solok bahkan untuk sampai ke sekolah ini harus melewati Kabupaten Dharmasraya terlebih dahulu.

Mimpi bertemu sang Ayah, “Sang Datuk” nya anak-anak; Ceracau soal Wanita hingga Virus Corona

Lama tak berjempa dengan beliau, seingat kami sejak kasus Aksi Panas 4 Maret 2004 bersama Forum Aksi Demokrasi Arus Bawah Univ. Negeri Padang yang berujung di tahannya 20 aktivis UNP oleh sang Rektor waktu itu, beliau mangkat pas seminggu sebelum usai kami dibebas tahankan tepatnya 4 Mei 2004; baru sekali beliau datang dalam mimpi panjang. Entah apa hikmahnya gerangan, hanya Allah SWT yang lebih tahu.

Darurat Gempa Majene! Segera Bantu Saudara Terdampak!

Dilansir laman resmi BNPB, Data per Jumat (15/1), pukul 06.00 WIB, BPBD Mamuju melaporkan korban meninggal dunia 3 orang dan luka-luka 24. Sebanyak 2.000 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sedangkan kerugian material berupa kerusakan, antara lain Hotel Maleo dan Kantor Gubernur Sulbar mengalami rusak berat (RB). Jaringan listrik masih padam pascagempa.

Melahirkan Kepercayaan Masyarakat Untuk di Vaksinasi

Untuk lahirkan Kepercayaan Masyarakat Pada Vaksin Covid-19 pemerintah perlu lebih transparan soal vaksin Covid-19, terutama pada aspek keamanan dan biaya.

Waspadai ! Perbudakan Intelektual dibalik Akreditasi Perguruan Tiggi

Perguruan Tinggi / Kampus adalah salah satu wadah pendidikan yang sangat berperan penting untuk kemajuan peradaban bangsa dengan mencetak para intelektual yang berkualitas. Melalui keilmuan yang dimilikinya mereka akan terjun kemasyarakat untuk menyelesaikan berbagai problem yang dihadapi.

Menkes: Bantu para Tenaga Medis dengan Patuhi Protokol Kesehatan

Upaya keras pemerintah dalam menghadapi dan menangani pandemi Covid-19 di sisi hilir tidak akan lengkap bila tanpa dibarengi dengan upaya di sisi hulu atau pencegahan. Maka itu, kesadaran seluruh pihak untuk melakukan upaya proaktif mencegah penyebaran Covid-19 amat diharapkan.

Keuntungan Berbisnis Kotoran

Mungkin agak tekesan jorok istilah keuntungan berbisnis kotoran ini kita dengar. Tapi hal ini sangat membantu meningkatkan ekonomi para petani. Kotoran disini yang dimaksud adalah kotoran binatang ternak seperti sapi, kambing, kerbau atau lainnya yang banyak di pelihara masyarakat.

Universitas Bung Hatta Padang Tekan MoU dengan Yayasan Madani

Kamis 17 Desember 2020, bertempat di ruang Rektorat Universitas Bung Hatta Padang telah ditanda tangani kesepakatan atau MOU antara universitas Bung Hatta Padang dengan Yayasan Madani yang mempelopori gerakan Kembalikan Marwah Minangkabau.

Politik Dinasti dan Gerbang Meritokrasi

Bagi banyak individual, tata aturan kekerabatan tidaklah secara teoritis mengesampingkan aturan politik. Menurut definisi morgan terdahulu, kekerabatan megatur keadaan socitas dan yang kedua mengatur civitas. Atau menggunakan terminologi yang sering digunakan sekarang ini yang pertama merujuk pada struktur-struktur respositas dan kedua merujuk pada dikotomi yang jelas.

Simalakama Pandemi: Liburan atau Stay at Home?

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih - Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Corona sudah menjadi beban dunia sejak pertama kalinya China melaporkan adanya penyakit...
- Advertisement -