Limapuluh Kota,Beritasumbar.com,-Program Studi Teknologi Pangan, Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang berfokus pada pengembangan inovasi produk pangan berbasis jagung dan ubi kayu. Kegiatan ini melibatkan UMKM Bundo Kanduang di Jorong Purwajaya, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai mitra utama dalam upaya peningkatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diketuai oleh Rivo Yulse Viza, S.Si., M.P, yang didukung oleh tim pelaksana terdiri atas Dr. Mimi Harni, S.TP., M.P; Dr. Rilma Novita, S.TP., M.P; Ir. Yenni M., M.P; Annisa Ulhusna, S.Pd., M.Sc; dan Ir. Ermiati, M.Si. Seluruh anggota tim berperan sesuai bidang kepakaran masing-masing dan berkolaborasi dalam penyusunan rencana kegiatan, pengembangan materi pelatihan, serta pelaksanaan proses pendampingan di lapangan. Kehadiran tim ini memastikan bahwa pelatihan yang diberikan memiliki dasar akademik yang kuat, sesuai standar keamanan pangan, dan relevan dengan kebutuhan UMKM.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelatihan pembuatan stik jagung, sebuah produk camilan berbasis jagung yang dikembangkan dengan memanfaatkan bahan lokal dan teknik pengolahan sederhana. Kegiatan ini diperkuat dengan demonstrasi pembuatan nugget-like ubi kayu, olahan pangan alternatif yang memadukan ubi kayu dan tempe sebagai sumber nutrisi yang seimbang. Kedua produk tersebut diperkenalkan sebagai contoh diversifikasi pangan lokal yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.

Pada sesi berikutnya, peserta dilatih memproduksi tepung MOCAF (Modified Cassava Flour). Proses pembuatan MOCAF meliputi fermentasi, pengeringan, dan penggilingan singkong hingga menghasilkan tepung termodifikasi dengan karakteristik fisik yang lebih baik dibanding tepung singkong biasa. Pelatihan ini memberikan pemahaman teknis kepada peserta mengenai potensi tepung MOCAF sebagai bahan substitusi tepung terigu dalam berbagai produk pangan.
Tepung MOCAF yang dihasilkan kemudian diterapkan dalam pelatihan lanjutan berupa pembuatan donat jagung. Formula produk memadukan tepung MOCAF, tepung terigu, dan puree jagung untuk menghasilkan donat dengan warna kuning alami, tekstur lembut, serta cita rasa yang khas. Produk ini dinilai memiliki peluang ekonomi tinggi bagi UMKM karena menggunakan bahan baku yang tersedia secara lokal dan mudah diperoleh.
Secara keseluruhan, program pengabdian ini berkontribusi pada peningkatan kapasitas teknis UMKM mitra, pemahaman tentang pemanfaatan komoditas lokal, serta penerapan teknologi pengolahan sederhana yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pendekatan akademis yang diterapkan oleh Tim Pengabdian memastikan bahwa kegiatan tidak hanya bersifat praktis, tetapi juga memiliki landasan ilmiah dan berpotensi untuk diteruskan secara mandiri oleh UMKM.
Kegiatan ini menegaskan komitmen PPNP terhadap pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas, berkelanjutan, dan berbasis pada keilmuan teknologi pangan.