28.9 C
Padang
Tuesday, December 1, 2020
Beritasumbar.com

Pengelolaan Ulayat Sebagai Kekayaan Nagari Dalam Pemekaran Nagari Di Tapan Pesisir Selatan (Bag5)
P

Kategori -
  1. Sistematika Penulisan (Sambungan dari:  pengelolaan-ulayat-sebagai-kekayaan-nagari-dalam-pemekaran-nagari-di-tapan-pesisir-selatan-bag4/ )

Sistematika penulisan dari tesis ini terdiri atas IV BAB, sebagaimana diuraikan di bawah ini :
BAB I.
PENDAHULUAN
Pada bab ini akan diuraikan tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, kerangka teoritis, dan metode penelitian, sumber data dan jenis data, dan sistemaika penulisan.
BAB II.          PEMEKARAN NAGARI DAN KAITANYA DENGAN PENGELOLAAN ULAYAT NAGARI
Pada bab ini akan diuraikan tentang pengertian nagari, pemekaran nagari dasar hukum dan mekanisme pemekaran nagari menurut konsep Perda Provinsi Sumatera Barat Nomor 2 Tahun 2007 Tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Nagari, dan konsep pemekaran nagari baik menurut hukum negara maupun adat Minangkabau, hubungan dengan pengelolaan ulayat.
BAB III.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini akan diuraikan tentang tentang praktek pemekaran nagari dengan sample nagari Tapan, Kecamatan Basa Ampek Balai, Pesisir Selatan, serta Pembagian, Penggunaan dan Pemanfaatan Ulayat Sebagai Kekayaan Nagari Pada Nagari-Nagari  Pemekaran Di Tapan, Pesisir Selatan
BAB IV.
KESIMPULAN DAN SARAN      
Bab ini terdiri atas kesimpulan dan saran dari permasalahan yang dibahas pada bab sebelumnya.
BAB II
PEMEKARAN NAGARI DAN KAITANYA DENGAN PENGELOLAAN ULAYAT NAGARI 

  1. Pengertian Nagari.
  • Nagari
  1. Pra Kolonialisasi

Kehidupan banagari di Sumatera Barat telah berlangsung selama gunuang marapi sagadang talua itiak/sejak keberadaan masyarakat adat minangkabau. Sebelum masuknya intervensi penjajah Hindia Belanda nagari-nagari di Minangkabau berjalan dengan sistem pemerintahan tradisional yang mengacu kepada kesatuan teritorial dan menurut garis keturunan.[1]
Menurut Rasjid Manggis, bermulanya suatu nagari yaitu dari “Taratak mulo dibuek, sudah Taratak manjadi Dusun, sudah Dusun manjadi Koto, sudah Koto jadi Nagari “ (Taratak mulai dibuat, setelah Taratak menjadi Dusun, sesudah Dusun menjadi Koto, sesudah Koto jadi Nagari). Masyarakat Minangkabau pada awalnya membuka daerah baru untuk dijadikan tempat menetap yang dinamakan Kampueng (Kampung) sebagai tempatan dalam mencari hidup dan penghidupan. Gabungan Kampung yang tinggi tingkatannya merupakan Nagari, ini bermula dari kemauan bersama dari penduduk. Nagari tumbuh dan ia mempunyai sifat kenagarian khusus dan tidak dimiliki oleh Nagari dan masyarakat lain. Nagari mempunyai pergaulan hidup, daerah, rakyat dan pemerintahan tertentu54
Lebih lanjut Rasjid Manggis (1971) menyatakan bahwa Nagari adalah landasan luhak, sebab itu susunan pemerintahan dalam Nagari haruslah sempurna. Dan susunan itu memang sempurna, sehingga Penghulu Pemangku Adat dapat melakukan tugasnya sehari-hari menurut Undang-Undang Adat dan Nagari mempunyai hak otonom penuh55. Sebagaimana Ady Surya  menyatakan bahwa Nagari-nagari yang merupakan bahagian dari Minangkabau yang bersifat otonom tunduk pada konstitusi tersebut dan menjalankan aktifitas kehidupan dengan Undang-undangnya sesuai dengan masing-masing Nagari dan Nagari yang mempunyai suku-suku juga mempunyai pemimpin masing-masing. Nagari di Minangkabau merupakan persekutuan hukum yang ada di daerah Sumatera Tengah yang sekarang disebut dengan Propinsi Sumatera Barat. Minangkabau terdiri dari 3 Luhak dan selebihnya adalah Rantau. Daerah Luhak dan Rantau tersebut terdiri dari Nagari-nagari yang bersifat otonom. Nagari-nagari dipimpin oleh Penghulu-penghulu dan Rantau dipimpim oleh raja-raja. Minangkabau merupakan suku bangsa yang telah mempunyai sistem yang sistematis dan mempunyai konstitusi serta perangkat pemerintahan yang baik56 (Suara Rakyat, 2000).

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Pada Debat Kandidat, Paslon DoA Paparkan Pessel Maju Merata Dan Sejahtera

Pesisir Selatan,BeritaSumbar.com,-Debat publik calon bupati dan calon wakil bupati Pesisir Selatan, digeber Komisi Pemilihan Umum ( KPU), Pesisir Selatan di studio Padang...

Pandemi Covid-19 Dapat Mengancam Penurunan Populasi Hiu?

Oleh: Nada Julista. S - Mahasiswa Biologi FMIPA Unand Selama pandemi Covid-19 ini, tentunya kita dihadapkan dengan pencarian solusi...

Awal Bulan Depan Lapangan Olahraga Terbuka “Payakumbuh Bugar” Sudah Boleh Dipakai, Begini Cara Pemesanan Lapangannya

Payakumbuh ,BeritaSumbar.com,-- Payakumbuh Bugar adalah nama dari Lapangan Olahraga Terbuka milik Pemko Payakumbuh yang berada di kawasan Padang kaduduak, Kelurahan Tigo Koto...

Dicokok KPK, Ini Sepak Terjang Edhy Prabowo di KKP

Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron membenarkan hal tersebut. "Iya...

2021 Tatap Muka, Selamat Tinggal Kuliah Daring

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih ~ Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Sudah hampir 10 bulan semenjak Presiden...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Simalakama Pandemi: Liburan atau Stay at Home?

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih - Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Corona sudah menjadi beban dunia sejak...

Budidaya Sri Rejeki, Pilihan Bisnis Santai Namun Menjanjikan Saat Pandemi

Oleh: Iga Permata Hany & Jelita Putri Adisti Mari mengenal salah satu jenis tumbuhan yang sedang marak dibudidayakan dikalangan...

Indikasi Bunuh Diri Relawan Covid-19 China di Brasil, Ada apa dengan Pengujian Klinis Vaksin Covid-19?

Oleh : Ramadhila Sari - Penulis adalah Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Kasus infeksi Covid-19 meningkat di 80 negara sebagian...

Pandemi Covid-19 Dapat Mengancam Penurunan Populasi Hiu?

Oleh: Nada Julista. S - Mahasiswa Biologi FMIPA Unand Selama pandemi Covid-19 ini, tentunya kita dihadapkan dengan pencarian solusi...

Urgensi Vaksin Covid-19

Oleh: Ayu Resti Andrea Suri - Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Baru-baru ini masyarakat telah digencarkan oleh banyaknya vaksin yang...

Nauclea Orientalis, Bunga Yang Mirip Virus Corona.

Oleh: Lidia Gusvita Nasra ~ Mahasiswa Biologi, Universitas Andalas, Padang Tak hanya perkembangan kasus virus corona yang dibicarakan saat...

Kontroversi Taman Nasional Komodo, Urgensi Antara Tempat Wisata atau Konservasi Komodo?

Oleh : Hafshah Mentari Zurisah ~ mahasiswi Program Studi S1 Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Siapa yang tidak tahu Taman...

DIKLATSAR Pecinta Alam Penting Bagi Pendaki Modern Maupun Pendaki Pemula

Oleh : SEPTIANI (Raff 400 Tst) ~ Mahasiswa Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Diklatsar Pecinta Alam, sebuah kata yang...

Waspada, Rumpon Asing Si Pembawa Masalah di Perairan Indonesia

Oleh : Dika Putri Sehati dan Shania Refka Fandesti ~ Mahasiswa Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Laut Natuna merupakan salah...

2021 Tatap Muka, Selamat Tinggal Kuliah Daring

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih ~ Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Sudah hampir 10 bulan semenjak Presiden...
- Advertisement -