26 C
Padang
Sunday, December 6, 2020
Beritasumbar.com

Pengelolaan Ulayat Sebagai Kekayaan Nagari Dalam Pemekaran Nagari Di Tapan Pesisir Selatan (Bag3)
P

Kategori -

Sebelumnya : pengelolaan-ulayat-sebagai-kekayaan-nagari-dalam-pemekaran-nagari-di-tapan-pesisir-selatan-bag-2
Masyarakat Majemuk Dalam Teori
Dalam teori akademik, istilah masyarakat majemuk mempunyai arti yang sama dengan masyarakat plural atau pluralistik. Biasanya hal itu diartikan sebagai masyarakat yang terdiri dari pelbagai suku bangsa atau masyarakat yang berbhineka. Di dalam kamus sosiologi yang berjudul A Modern Dictionary of Sociology dikatakan, bahwa pluralisme atau cultural pluralism adalah cultural heterogenity, with ethnic and othe minority groups maintaining their identity within a society.[1]
Menurut filsafat pluralism merupakan suatu nilai bahwa dunia terdiri dari bermacam-macam benda, hal, atau keadaan. Dengan demikian dapatlah dikatakan, bahwa istilah pluralism dapat dipergunakan dalam bermacam-macam kerangka pemikiran. Semula istilah tersebut dipergunakan dalam arti dalam arti yang dipertentangkan dengan teori-teori tradisional mengenai kedaulatan negara. Hal ini dikarenakan teori kedaulatan negara tersebut tidak mempertimbangkan adanya bermacam-macam hak, kepentingan dan perkembangan dari aneka warna kelompok atau golongan di dalam negara. Perkembangan konsep pluralism/pluralisme sangat terpengaruh oleh konsep sosiologi dan ilmu hukum yang mempermasalahkan hubungan antara negara dengan organisasi-organisasi sosial di dalam masyarakat, dan di lain pihak ada pengaruh dari ide-ide, etika, dan filsafat mengenai kebebasan mengemukakan pendapat dan entitas diri.[2]
Yang perlu kita perhatikan dalam pembahasan konsep teori masyarakat majemuk ini adalah pendapat yang diajukan oleh M.G. Smith, Menurut Smith suatu masyarakat yang terdiri dari pelbagai macam ras belum tentu dapat dikatakan majemuk, apabila masyarakat tersebut masih terikat oleh dominasi ras tertentu. Menurut Smith, masyarakat baru dapat dikatakan majemuk apabila setiap kelompok masyarakat mempunyai kaitan dengan lembaga-lembaga yang berkaitan dengan setiap bidang kehidupan, yang mana kekuasaan terhadap bidang tersebut dipegang mutlak oleh masyarakat yang bersangkutan.[3]
Untuk Indonesia sendiri, berdasarkan penelitian panjang yang dilakukan oleh C. Van Vollenhoven beserta murid-muridnya seperti M.A. Jaspan dan Selo Soemardjan, terlihat bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk yang menurut Van Vollenhoven di dalam bukunya yang berjudul Het Adatrecht Van Nederlandsch Indie Jilid I, Indonesia terdiri dari 19 lingkungan hukum adat yang tersebar di kepulauan Indonesia.[4] Sedangkan M.A. Jaspan di dalam tulisan yang berjudul “Daftar Sementara Suku Bangsa Suku Bangsa di Indonesia Berdasarkan Klasifikasi Letak Pulau atau Kepulauan”, menyatakan bahwa kepulauan Indonesia didiami oleh lebih kurang 366 (tiga ratus enam puluh enam) suku bangsa.[5] Sedangkan Selo Soemardjan melihat kemajemukan masyarakat Indonesia dari sudut pandang culture, sebagaimana dibuktikan oleh pernyataan beliau pada makalah yang berjudul “Komunikasi dan Pembangunan Masyarkat”. Pada makalah tersebut, Selo Soemardjan menyatakan, “kalau masyarakat diartikan sebagai sejumlah manusia yang hidup bersama cukup lama sehingga dapat menciptakan suatu kebudayaan, maka Indonesia sekarang ada banyak masyarakat. Tiap-tiap suku bangsa adalah masyarakat sendiri…”. [6]
Dengan uraian tersebut di atas, tergambar bahwa teori masyarakat majemuk berakar dari konsep pemikiran pluralisme, yang mana konsep ini melihat negara tidak hanya terdiri dari satu warna melainkan terdiri dari beragam warna. Selain itu, meskipun berbeda dari sudut pandang, Van Vollenhoven, M.A. Jaspan, Selo Soemardjan tetap bermuara pada satu kesimpulan bahwa Indonesia merupakan negara yang terdiri dari masyarakat yang majemuk dan masing-masing masyarakat adat tersebut memiliki sistem dan kelembagaan yang bersifat otonom dari hukum negara.

  1. Kerangka Konseptual
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Kadis Pariwisata Payakumbuh: Ekraf Dapat Menjadi Ajang Promosi Makanan Tradisional

Payakumbuh, BeritaSumbar.com - Kehadiran Pasar ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Payakumbuh selain dapat menjadi ajang promosi wisata juga dapat menjadi ajang promosi...

Sastrawan Iyut Fitra Harapkan Formula Seperti Pasar Ekraf 2020 Untuk Hidupkan Gairah Pelaku Seni Kedepan

Payakumbuh ,BeritaSumbar.com,- Komunitas Tanah Rawa dan Sanggar Rajo Batuah tampil dalam pasar ekonomi kreatif (Ekraf) 2020 di Agam Jua Art and Culture...

SISSCa 2020 Masuk Top 100 Wonderful Event Kemenparekraf

Sawahlunto,BeritaSumbar.com,- Perhelatan Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) 2020 masuk dalam Top 100 Wonderful Event versi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif...

Warga Trans Sijunjung Terima Bantuan Alkes Dan Vitamin

Sijunjung, BeritaSumbar.com, -Perhatian Pemerintah kepada masyarakat yang berada di pemukiman transmigrasi tak kunjung putus. Hal ini bisa kita lihat dari perhatian Dinas...

Kelurahan NDB Dikukuhkan Sebagai Kelurahan Bersinar

Payakumbuh,BeritaSumbar.com, — Dengan mengusung tagline “#hidup100persen sadar, sehat, produktif dan bahagia”, Pemerintah kota Payakumbuh bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Payakumbuh...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Simalakama Pandemi: Liburan atau Stay at Home?

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih - Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Corona sudah menjadi beban dunia sejak...

Budidaya Sri Rejeki, Pilihan Bisnis Santai Namun Menjanjikan Saat Pandemi

Oleh: Iga Permata Hany & Jelita Putri Adisti Mari mengenal salah satu jenis tumbuhan yang sedang marak dibudidayakan dikalangan...

Indikasi Bunuh Diri Relawan Covid-19 China di Brasil, Ada apa dengan Pengujian Klinis Vaksin Covid-19?

Oleh : Ramadhila Sari - Penulis adalah Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Kasus infeksi Covid-19 meningkat di 80 negara sebagian...

Pandemi Covid-19 Dapat Mengancam Penurunan Populasi Hiu?

Oleh: Nada Julista. S - Mahasiswa Biologi FMIPA Unand Selama pandemi Covid-19 ini, tentunya kita dihadapkan dengan pencarian solusi...

Urgensi Vaksin Covid-19

Oleh: Ayu Resti Andrea Suri - Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Baru-baru ini masyarakat telah digencarkan oleh banyaknya vaksin yang...

Nauclea Orientalis, Bunga Yang Mirip Virus Corona.

Oleh: Lidia Gusvita Nasra ~ Mahasiswa Biologi, Universitas Andalas, Padang Tak hanya perkembangan kasus virus corona yang dibicarakan saat...

Kontroversi Taman Nasional Komodo, Urgensi Antara Tempat Wisata atau Konservasi Komodo?

Oleh : Hafshah Mentari Zurisah ~ mahasiswi Program Studi S1 Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Siapa yang tidak tahu Taman...

DIKLATSAR Pecinta Alam Penting Bagi Pendaki Modern Maupun Pendaki Pemula

Oleh : SEPTIANI (Raff 400 Tst) ~ Mahasiswa Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Diklatsar Pecinta Alam, sebuah kata yang...

Waspada, Rumpon Asing Si Pembawa Masalah di Perairan Indonesia

Oleh : Dika Putri Sehati dan Shania Refka Fandesti ~ Mahasiswa Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Laut Natuna merupakan salah...

2021 Tatap Muka, Selamat Tinggal Kuliah Daring

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih ~ Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Sudah hampir 10 bulan semenjak Presiden...
- Advertisement -