26 C
Padang
Sunday, December 6, 2020
Beritasumbar.com

PENGAWASAN MANAJERIAL
P

Kategori -

Pengertian Pengawasan Manajerial

Manajer adalah seseorang yang bekerja dengan atau melalui orang lain melalui kegiatan mengkoordinasi berbagai aktifitas pekerjaan dalam upaya untuk mencapai tujuan organisasi. Tugas utama manajer adalah menkoordinasi.

Pengendalian adalah fungsi manajerial yang mendasar itu adalah proses mengatur kegiatan organisasi sehingga kinerja aktual sesuai dengan standar organisasi yang diharapkan dan sasaran dan memastikan bahwa tindakan perbaikan yang diperlukan diambil. Ada konsep yang berbeda dari kontrol yang digunakan dalam konteks yang berbeda. Kontrol adalah fungsi eksekutif melibatkan tiga unsur, yaitu, standar, tindakan evaluatif dan korektif.

Pengertian Pengawasan Manajerial Menurut Para Ahli

  • Dalton E. MacFarland : Control dalam arti manajerial adalah sebagai kehadiran dalam bisnis kekuatan apa yang kedok untuk tujuan yang telah ditentukan dengan cara kebijakan yang telah ditentukan dan keputusan.
  • Koontz dan O’Donnell : Pengendalian adalah mengukur dan mengoreksi kegiatan bawahan untuk memastikan bahwa peristiwa sesuai dengan rencana.
  • E.F.L. Brech : Pengendalian adalah proses pemeriksaan kinerja aktual terhadap standar yang disepakati atau rencana dengan maksud untuk menjamin kemajuan yang memadai dan pertunjukan memuaskan.
  • Menurut Henry Fayol : Control terdiri dalam memverifikasi apakah segalanya terjadi sesuai dengan rencana yang diadopsi, instruksi yang dikeluarkan dan prinsip yang ditetapkan. Hal ini untuk objek untuk menunjukkan kelemahan dan kesalahan untuk memperbaiki mereka dan mencegah kekambuhan.
  • Theo haimann : Pengendalian adalah proses pemeriksaan untuk menentukan apakah atau tidak rencana sedang diikuti, apakah atau tidak tepat kemajuan sedang dibuat ke arah tujuan dan sasaran dan bertindak. Hal ini diperlukan untuk memperbaiki penyimpangan.

Manfaat, Tujuan dan Fungsi Pengawasan Manajerial

  1. Manfaat Pengawasan

Bila fungsi wasdal dilaksanakan dengan tepat, organisasi akan memperoleh manfaat berupa:

  1. Dapat mengetahui sejauh mana program sudah dilaukan oleh staf, pakah sesuai dengan standar atau rencana kerja, apakah sumberdaya telah digunakan sesuai dengan yang telah ditetapkan. Fungsi wasdal akan meningkatkan efisiensi kegiatan program.
  2. Dapat mengetahui adanya penyimpangan pada pemahaman staf dalam melaksanakan tugas-tugasnya.
  3. Dapat mengetahui apakah waktu dan sumber daya  lainnya mencukupi kebutuhan dan telah dimanfaatkan secara efisien.
  4. Dapat mengetahui sebab-sebab terjadinya penyimpangan.
  5. Dapat mengetahui staf yang perlu diberikan penghargaan, dipromosikan atau diberikan pelatihan lanjutan.
  • Tujuan Pengawasan

      Pada dasarnya tujuan pengawasan secara tidak langsung dapat dicermati dari batasan pengertian pengawasan tersebut, yakni suatu upaya melakukan perbaikan-perbaikan terhadap pelaksanaan pekerjaan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan guna mencapai tujuan yang diinginkan.

Namun secara rinci tentang tujuan dari kegiatan pengawasan dalam sebuah manajemen adalah agar :

  1. Pelaksanaan tugas sesuai dengan ketentuan, prosedur dan perintah yang telah ditetapkan.
  2. Hasil yang dicapai sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.
  3. Sarana yang ada dapat didayagunakan secara efektif dan efisien.
  4. Diketahui kelemahan dan kesulitan organisasi untuk dicari jalan perbaikannya.

Berdasarkan maksud tujuan dari dilaksanakannya pengawasan tersebut diharapkan dapat mencapai target tentang adanya kepastian terhadap kualitas dan kuantitas pekerjaan, meminimalisir pemborosan bahan, tenaga, biaya dan pikiran sehingga dapat diketahui perkembangan dari tiap-tiap taraf dan langkah-langkah kegiatan serta dapat diketahui pula ada atau tidaknya perubahan dan perlu atau tidaknya perbaikan, penyesuaian rencana, bimbingan, pengarahan dan system yang diterapkan.

  • Fungsi Pengawasan

Fungsi utama daripada pengawasan adalah ditujukan pada perbaikan dan peningkatan kualitas untuk mencapai tujuan, atau dengan kata lain adalah menilai dan memperbaiki factor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Swearingen bahwa fungsi dari pengawasan adalah untuk; mengkoordinasikan semua usaha, melengkapi kepemimpinan, memperluas pengalaman pekerja, menstimuli usaha-usaha yang kreatif, memberi fasilitas dan penilaian yang terus menerus, menganalisis situasi, memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada setiap staf, memberi wawasan yang lebih luas dan terintegrasi dalam merumuskan tujuan-tujuan organisasi dan meningkatkan kemampuan kinerja.

Jenis – jenis Pengendalian Manajemen

Pengendalian dapat dibedakan berdasar beberapa aspek, yaitu :

  1. Aspek waktu
  2. aspek obyek
  3. Aspek subyek

Sehingga jika dilihat dari aspek tersebut diatas, pengendalian dapat dibedakan menjadi :

  1. Atas dasar aspek waktu

Pengendalian preventif : pengendalian yang dilakukan pada saat proses pekerjaan sedang berjalan.

Pengendalian Represif : pengendalian yang dilakukan setelah pekerjaan selesai.

  • Atas dasar aspek obyek

Pengendalian Administratif : yang dilakukan dibidang administrasi

Pengendalian Operatif ; dilakukan dibidang opersional

  • Atas dasar aspek subyek

Pengendalian Intern ; pengendalian yang ditujuan pada pelaku fungsi-fungsi manajemen Pengendalian ekstern : ditujukan pada pelaku diluar fungsi-fungsi manajemen

Jenis-jenis Pengendalian Manajemen

  1. Pengendalian pencegahan (preventive controls)

Pengendalian pencegahan dimaksudkan untuk mencegah terjadinya suatu kesalahan. Pengendalian ini dirancang untuk mencegah hasil yang tidak diinginkan sebelum kejadian itu terjadi. Pengendalian pencegahan berjalan efektif apabila fungsi atau personel melaksanakan perannya.

Contoh pengendalian pencegahan meliputi: kejujuran, personel yang kompeten, pemisahan fungsi, reviu pengawas dan pengendalian ganda. Sebagaimana peribahasa mengatakan “lebih baik mencegah daripada mengobati” demikian pula dengan pengendalian. Pengendalian pencegahan jauh lebih murah biayanya dari pada pengendalian pendeteksian atau korektif. Ketika dirancang ke dalam sistem, pengendalian pencegahan memperkirakan kesalahan yang mungkin terjadi sehingga mengurangi biaya perbaikannya. Namun demikian, pengendalian pencegahan tidak dapat menjamin tidak terjadinya kesalahan atau kecurangan sehingga masih dibutuhkan pengendalian lain untuk melengkapinya.

  • Pengendalian deteksi (detective controls)

Sesuai dengan namanya pengendalian deteksi dimaksudkan untuk mendeteksi suatu kesalahan yang telah terjadi. Rekonsiliasi bank atas pencocokan saldo pada buku bank dengan saldo kas buku organisasimerupakan kunci pengendalian deteksi atas saldo kas.

Pengendalian deteksi biasanya lebih mahal daripada pengendalian pencegahan, namun tetap dibutuhkan dengan alasan: Pertama, pengendalian deteksi dapat mengukur efektivitas pengendalian pencegahan. Kedua, beberapa kesalahan tidak dapat secara efektif dikendalikan melalui sistem pengendalian pencegahan sehingga harus ditangani dengan pengendalian deteksi ketika kesalahan tersebut terjadi. Pengendalian deteksi meliputi reviu dan pembandingan seperti: catatan kinerja dengan pengecekan independen atas kinerja, rekonsilasi bank, konfirmasi saldo bank, kas opname, penghitungan fisik persediaan, konfirmasi piutang/utang dan sebagainya.

  • Pengendalian koreksi (corrective controls)

Pengendalian koreksi melakukan koreksi masalah-masalah yang teridentifikasi oleh pengendalian deteksi. Tujuannya adalah agar supaya kesalahan yang telah terjadi tidak terulang kembali. Masalah atau kesalahan dapat dideteksi oleh manajemen sendiri atau oleh auditor. Apabila masalah atau kesalahan terdeteksi oleh auditor, maka wujud pengendalian koreksinya adalah dalam bentuk pelaksanaan tindak lanjut dari rekomendasi auditor.

  • Pengendalian pengarahan (directive controls)

Pengendalian pengarahan adalah pengendalian yang dilakukan pada saat kegiatan sedang berlangsung dengan tujuan agar kegiatandilaksanakan sesuai dengan kebijakan atau ketentuan yang berlaku. Contoh atas pengendalian ini adalah kegiatan supervisi yang dilakukan langsung oleh atasan kepada bawahan atau pengawasan oleh mandor terhadap aktivitas pekerja.

  • Pengendalian kompensatif (compensating controls)

Pengendalian kompensatif dimaksudkan untuk memperkuat pengendalian karena terabaikannya suatu aktivitas pengendalian.Pengawasan langsung pemilik usaha terhadap kegiatan pegawainya pada usaha kecil karena ketidak-adanya pemisahan fungsi merupakan contoh pengendalian kompensatif.

Peranan Manajemen yang harus diperankan para Manajer

Peran manajemen yang harus diperankan para manajer itu ada 3 yaitu :

  1. Peran Interpersonal

Yaitu hubungan antara manajer dengan orang yang ada di sekelilingnya, meliputi :

  • Figurehead / Pemimpin Simbol : Sebagai simbol dalam acara-acara perusahaan.
    • Leader / Pemimpin : Menjadi pemimpin yag memberi motivasi para karyawan / bawahan serta mengatasi permasalahan yang muncul.
    • Liaison / Penghubung : Menjadi penghubung dengan pihak internal maupun eksternal.
  • Peran Informasi

Adalah peran dalam mengatur informasi yang dimiliki baik yang berasal dari dalam maupun luar organisasi, meliputi :

  • Monitor / Pemantau : Mengawasi, memantau, mengikuti, mengumpulkan dan merekam kejadian atau peristiwa yang terjadi baik didapat secara langsung maupun tidak langsung.
  • Disseminator / Penyebar : Menyebar informasi yang didapat kepada para orang-orang dalam organisasi.
  • Spokeperson / Juru Bicara : Mewakili unit yang dipimpinnya kepada pihak luar.
  • Peran Pengambil Keputusan

Adalah peran dalam membuat keputusan baik yang ditentukan sendiri maupun yang dihasilkan bersama pihak lain, meliputi :

  • Entrepreneur / Kewirausahaan : Membuat ide dan kreasi yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan kinerja unit kerja.
    • Disturbance Handler / Penyelesai Permasalahan : Mencari jalan keluar dan solusi terbaik dari setiap persoalan yang timbul.
    • Resource Allicator / Pengalokasi Sumber Daya : Menentukan siapa yang menerima sumber daya serta besar sumber dayanya.
    • Negotiator / Negosiator : Melakukan negosiasi dengan pihak dalam dan luar untuk kepentingan unit kerja atau perusahaan.

Tugas – tugas Manajer         

Menurut Malayu S. Hasibuan, Manajer adalah sumberdaya pokok serta titik sentral setiap aktivitas yang terjadi dalam suatu perusahaan. Manajer harus mengutamakan tugas, tanggungjawab, dan membina hubungan yang harmonis baik dengan atasan maupun dengan bawahan.

Tugas-tugas manajer itu adalah :

  1. Managerial cycle atau siklus pengambilan keputusan, membuat rencana, menyusun organisasi, pengarahan organisasi, pengendalian, penilaian dan pelaporan.
  2. Memotivasi, artinya seorang manajer harus dapat mendorong para bawahannyauntuk bekerja giat dan membina para bawahan dengan baik dan harmonis.
  3. Manajer harus berusaha memenuhi kebutuhan para bawahannya.
  4. Manajer harus dapat menciptakan kondisi yang akan membantu bawahannya mendapatkan kepuasan dalam pekerjaanya.
  5. Manajer harus berusaha agar para bawahannya bersedia memikul tanggung jawab.
  6. Manajer harusmembina bawahannya agar dapat bekerja secara efektif dan efisien.
  7. Manajer harus membenahi fungsi-fungsi fundamental manajemen secara baik.
  8. Manajer harus mewakili dan membina hubungan yang harmonis dengan pihak luar.

Tingkatan Manager

  1. Manajer puncak (top managers) tentu akan menjalankan fungsi perencanaan dan kepemimpinan lebih besar dibandingkan dengan tingkat manajer di bawahnya, sedangkan manajer tingkat bawah (first-line manager) akan lebih banyak menjalankan fungsi pengendalian (controlling) dan pengorganisasian (organizing) dibandingkan dengan tingakatan manajer yang lain.
  • Manajer menengah (midle managers), yang sebagian besar berkaitan dengan pekerjaan untuk menjembatani kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh manajer puncak sehingga dapat diimplementasikan oleh first-line managers, maka sangat diperlukan kemampuan berhubungan dengan manusia. Kemampuan ini diperlukan karena manajer menengah berfungsi sebagai penterjemah dari kebijakan-kebijakan yang seringkali belum mampu dipahami oleh first-line managers karena adanya berbagai kesenjangan antar tingkatan manajer. Untuk itulah pada manajer menengah ini kemampuan berhubungan dengan manusia (interpersonal skills) adalah keterampilan yang akan sangat membentu dalam menjalankan fungsi manajerialnya.
  • First-line managers, merupakan manajer yang bersentuhan langsung dengan jenis pekerjaan dan proses layanan yang harus ditangani. Kegiatan pengorganisasian dan pengendalian merupakan fungsi manajemen yang lebih dominan dikerjakan oleh manajer pada level ini. Oleh karena itu manajer pada level ini memerlukan orang dengan kemampuan teknis untuk menangani pekerjaan tersebut. Artinya akan lebih baik orang yang menduduki first-line managers ini adalah orang yang berkecimpung lama dalam jenis pekerjaan tersebut. Dengan demikian keterampilan teknis (technical skill) merupakan keterampilan yang dominan diperlukan oleh manajer pada level ini.

Strategi Pengendalian Manajerial  

Strategi pengendalian managerial itu ada 2 yaitu sebagai berikut :

  1. Internal Control
  • Pengendalian internal mendorong individu dan kelompok untukmelakukan kedisiplinan dan pengendalian sendiri dalam rangka memenuhi tuntutan pekerjaan.
  • Penerapan strategi pengendalian internal memerlukan tingkat kepercayaan yang tinggi. Jika para bawahan dibiarkan untuk bekerja sendiri, manajer harus memberi kesempatan pada mereka untuk menjalankan pekerjaannya.
  • External Control
  • Pengendalian eksternal dilakukan melalui pengawasan langsung maupun sistem administratif formal seperti aturan dan prosedur.
  • Melalui pengawasan langsung, manajer berinteraksi dengan bawahan dan dapat memberikan saran untuk hal-hal yang memerlukan perbaikan.
  • Pengendalian eksternal dapat memanfaatkan sistem dan teknologi informasi, misalnya mesin berbantuan komputer untuk mengendalikan situasi tertentu.

Gaya Manajemen Berdasarkan Teori X dan Teori Y

Berdasarkan Teori X dan Y oleh Douglas McGregor, tipe orang dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Orang tipe X, yaitu :
  2. Bekerja adalah sesuatu yang tidak menyenangkan
  3. Rata-rata karyawan malas dan tidak mempunyai ambisi
  4. Karyawan harus lebih disupervisi lebih ketat
  5. Rata-rata karyawan menghindari tanggungjawab
  6. Insentif yang paling diinginkan adalah uang
  7. Karyawan harus dipaksa untuk mencapai tujuan organisasi
  • Orang tipe Y, yaitu:
  • Bekerja adalah suatu yang menyenangkan
  • Bekerja seperti bermain
  • Pengakuan dan pencapaian prestasi sama pentingnya dengan uang
  • Karyawan berkomitmen dengan pekerjaannya
  • Karyawan pada semua level akan menunjukkan kreativitas

Berdasarkan Teori X dan Y oleh Douglas McGregor, gaya manajemen dibedakan menjadi dua, yaitu :

  1. Manajer berorientasi pada kontrol (pendekatan teori X)
  2. Membuat keputusan tanpa masukan dari yang lain
  3. Memelihara kekuasaan
  4. Percaya diri dengan pendapatnya sendiri
  5. Berorientasi pada tujuan dan kadang-kadang menuntut
  6. Biasanya menggunakan tekanan untuk mencapai tujuan
  7. Disiplin terhadap karyawan yang tidak bekerja dengan benar
  8. Bertindak secara meyakinkan dan dapat berkonfrontasi dengan kinerja yang buruk
  9. Tidak mengharapkan kritik dari tim
  • Manajer berorientasi pada pemberdayaan (pendekatan teori Y)
  • Membuat keputusan berdasarkan keputusan bersama dan membantu yang lain untuk
  • merasa memiliki
  • Mendorong kreativitas dan insiatif
  • Mendampingi yang lain dan memfasilitasi kerja yang lain secara efektif
  • Memimpin dengan memberi contoh
  • Memberi penghargaan atas kinerja yang baik
  • Membantu orang berkembang dalam pekerjaannya dan mencapai lebih banyak
  • Tanggungjawab
  • Menghargai dan mendorong adanya kerja tim

Kelemahan & Kelebihan Managerial Control

  1. Kelemahan Manager           

Manajer diistilahkan sebagai pemimpin suatu kelompok, perusahaan, organisasi dan sebagainya, yang bertugas mengontrol, mengatur, memerintah bawahannya untuk melaksanakan tugas mereka masing-masing. Disamping itu juga seorang manajer memiliki kelemahan dan kekalahan dalam menangani suatu jabatan atau dalam menjalankan tugasnya selama menjadi manajer.

Menurut penelitian W. Brown (1998) tentang sumber daya manusia, ditemukan bahwa kelemahan-kelemahan para manajer adalah sebagai berikut :

  1. Tidak mau menerima tanggung jawab pribadi
  2. Gagal mengembangkan anak buah
  3. Mencoba mengendalikan hasil, bukan mengendalikan cara berpikir
  4. Bergabung dengan kelompok yang keliru
  5. Mengurus setiap orang dengan cara yang sama
  6. Melupakan pentingnya laba
  7. Berkonsentrasi pada masalah, bukannya tujuan
  8. Menjadi sekedar rekan, bukan pemimpin
  9. Gagal menetapkan standar
  10. Gagal melatih anak buah
  11. Membiarkan ketidakcakapan
  12. Hanya menghargai yang sukses tertinggi
  13. Burusaha memanipulasi anak buah

Sedangkan menurut James K. Van Fleet (1973) menyebutkan kesalahan manajer, meliputi:

  1. Lalai mencermati kemajuan dalam bidang keahlian atau bidang profesi anda sendiri
  2. Terlalu terpaku pada bidang kekhususan tertentu
  3. Segan memikul tanggung jawab yang lebih tinggi, atau takut menanggung tanggung jawab atas tindakan-tindakan sendiri
  4. Gagal membuat keputusan yang handal dan tepat pada waktunya
  5. Mengabaikan pengawasan infeksi lapangan secara memadai
  6. Gagal untuk membuat pekerjaan mudahmengerti, diawasi dan diselesaikan
  7. Lalai memanfaatkan waktu yang berharga hanya untuk mengurusi yang detail dan mengurusi urusan orang lain
  8. Enggan menilai prestasi diri sendiri secara realistik
  9. Pasrah memperoleh hal minimal dan lali mengupayakan hasil maksimal
  10. Menyalahgunakan kedudukan manajerial untuk memenuhi kepentingan pribadi
  11. Tidak mengatakan hal yang sebenarnya dan tidak memenuhi janji
  12. Gagal berfungsi sebagai teladan bagi bawahan
  13. Lebih ingin disukai daripada dihormati
  14. Gagal bekerjasama dengan bawahan
  15. Gagal memperoleh nasehat dan bantuan dari para bawahan
  16. Gagal memupuk rasa tanggungjawab dikalangan bawahan
  17. Lebih mementingkan pernak-pernik peraturan daripada ketrampilan kerja
  18. Tidak memberikan kritik-kritik yang bersifat membangun
  19. Lalai, mengabaikan pengaduan dan keluhan bawahan
  20. Lalai memberikan informasi penting kepada para pegawai
  21. Lalai memperlakukan bawahan sebagai individu yang bermartabat
  22. Lalai melatih kader untuk menggantikan kedudukan anda saat ini
  • Kelebihan Manager Control

Ada beberapa kelebihan managerial control ini, diantaranya adalah :

  1. Target  bias cepat tercapai
  2. Pekerjaan bias terlaksana secara sistematis, efektif dan efisien
  3. Profit yang di dapatkan bias melebihi target
  4. Karyawan bekerja lebih disiplin

Oleh : Syaiful Anwar
Dosen FE Unand Kampus II Payakumbuh

Baca Juga: ORGANISASI INTERNAL

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Diakhir Masa Kampanye, Darman Sahladi-Maskar Doa dan Zikir Bersama Anak Yatim, Minggu Tenang Kembali Berkumpul Dengan Keluarga

LIMAPULUH KOTA,- Sabtu (5/12) merupakan hari terakhir masa kampanye bagi calon Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh Kota. Berbagai cara dilakukan masing-masing calon...

Jumat Barokah Membawa Berkah, 3 Pengantin Menikah Di MPP Payakumbuh

Payakumbuh,BeritaSumbar.com, - Kebahagiaan bertabur di Mal Pelayanan Publik (MPP) Payakumbuh. 3 pasang pengantin secara bergantian melangsungkan pernikahan dengan protokol kesehatan pencegahan Covid19,...

Universal Dt Paduko Bosa Nan Kuniang Terpilih Sebagai Ketua PPN Koto Nan Godang

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,-Sempat vakum beberapa waktu, Kepengurusan Pemuda Paga Nagari Koto Nan Godang kembali dipilih. Minggu 29/11 melalui musyawarah Nagari dilaksanakan pemilihan ketua PPN...

Dunia Olah Raga Sumbar Berduka, Sabeum Drs Handrianto Dt Damuanso Meninggal Dunia

Padang,BeritaSumbar.com,- Kabar duka menyelimuti dunia olahraga beladiri taekwondo Sumatera Barat. Drs Handrianto Dt Damuanso salah seorang Sabeum atau pelatih atau Master taekwondo...

Sukseskan Pilkada Serentak 2020, Bawaslu Limapuluh Kota Gelar Rakor Lintas Instasi

Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,- Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2020 tinggal 5 hari lagi. Untuk suksesnya pelaksanaan pilkada serentak di Kabupaten Limapuluh Kota, Bawaslu...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Gaji THL di Payakumbuh dipastikan berkurang pada 2021

Payakumbuh, BeritaSumbar.com - Meski sempat mendapatkan penolakan dari seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), gaji Tenaga Harian Lepas di Kota Payakumbuh...

Pasar Ekraf Payakumbuh Berikan Peluang Bagi Pelaku Kuliner Tradisional Saat Pandemi Covid-19

Payakumbuh, Beritasumbar.com - Pasar ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat tidak hanya untuk promosi wisata, tapi juga berdampak kepada pelaku...

Menanam Bunga Krokot, Hobi Membawa Berkah Ditengah Pandemi Covid-19

Padang,BeritaSumbar.com,- Di masa pandemi Covid-19, banyak orang yang boring akan keadaan yang tak lazimnya seperti saat ini, hanya berdiam dan hampir semua...

Di Hari Pahlawan Para Kooperator Indonesia Gelar Diskusi Daring Dengan Tema “Inisiasi Pendirian dan Deklarasi Partai Koperasi di Indonesia”

Bertepatan dengan Hari Pahlawan pada Selasa, 10 November 2020, pukul 20.00-22.00 WIB, sejumlah aktivis koperasi atau yang biasanya disebut sebagai kooperator di...

Padang Panjang Latih Koperasi Mengelola Pembiayaan Berbasis Syariah

Padang Panjang, www.beritasumbar.com - Pemerintah Kota Padang Panjang ke depannya akan menerapkan sistem perekonomian syariah, untuk itu Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan...

APBD Payakumbuh 2021 Defisit, Ini Penyebabnya

Payakumbuh , www.beritasumbar.com - Perintah Kota Payakumbuh mulai bahas Anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Tahun 2021 bersama dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD)...

Kolaborasi Noka dan ALKO Berdayakan Petani Kerinci di Tengah Pandemi

Kedai kopi asal Bandung, Noka Coffee, meluncurkan outlet kedua mereka di kota Padang, Sumatera Barat Sabtu 9 Oktober 2020. Sebagai brand yang...

Keripik Karamunting Cemilan Kaya Antioksidan

Padang,- Pandemi Covid-19 tak hanya menghentikan kegiatan perkuliahan mahasiswa secara tatap muka di kampus. Pandemi ini juga memaksa program kreativitas mahasiswa (PKM)...

KOORDINASI PERUSAHAAN INDUSTRI

Oleh : Syaiful Anwar Dosen FE Unand Kampus II Payakumbuh Pengertian Expansion(pengembangan) Pengembangan...

PENGAWASAN ANGGARAN

Oleh : Syaiful Anwar Dosen FE Unand Kampus II Payakumbuh Pengertian Anggaran Anggaran...
- Advertisement -