BeritaSumbar.com,-Hari pertama di bulan Desember setiap tahun diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia (HAS). Sejak tiga dasawarsa lalu, tanggal 1 Desember menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran semua orang terhadap penyakit Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Seperti yang kita ketahui, tubuh manusia memiliki sel darah putih (limfosit) yang berguna sebagai pertahanan tubuh dari serangan virus maupun bakteri. Virus HIV yang masuk tubuh manusia dapat melemahkan bahkan mematikan sel darah putih dan memperbanyak diri, sehingga lemah melemahkan sistem kekebalan tubuhnya (CD4). Dalam kurun waktu 5-10 tahun setelah terinfeksi HIV, seseorang dengan HIV positif jika tidak minum obat anti retroviral (ARV), akan mengalami kumpulan gejala infeksi opportunistik yang disebabkan oleh penurunan kekebalan tubuh akibat tertular virus HIV, yang disebut AIDS

Jumlah kasus HIV yang dilaporkan terus meningkat setiap tahun, sementara jumlah AIDS relatif stabil. Hal ini menunjukkan keberhasilan bahwa semakin banyak orang dengan HIV /AIDS (ODHA) yang diketahui statusnya saat masih dalam fase terinfeksi (HIV positif) dan belum masuk dalam stadium AIDS.

HIV itu ada obatnya, antiretroviral (ARV) namanya. Obat ARV mampu menekan jumlah virus HIV di dalam darah sehingga kekebalan tubuhnya (CD4) tetap terjaga. Sama seperti penyakit kronis lainnya seperti hipertensi, kolesterol, atau DM, obat ARV harus diminum secara teratur, tepat waktu dan seumur hidup, untuk meningkatkan kualitas hidup ODHA serta dapat mencegah penularan.

Virus HIV tidak mudah menular, karena hanya dapat ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak amanberisiko, berbagi jarum suntik, produk darah dan organ tubuh, serta dari ibu hamil yang positif dengan HIV dapat menularkan kepada bayinya. Perlu diketahui bahwa virus HIV tidak menular melalui penggunaan toilet bersama, gigitan nyamuk/ serangga, menggunakan alat makan bersama, bersalaman/ berpelukan, ataupun tinggal serumah dengan ODHA. Karenanya, berperilaku hidup bersih dan sehat dapat mencegah terjadinya penularan HIV dan tidak perlu menjauhi ODHA. Untuk itu, menjadi ODHA Terinfeksi HIV bukanlah penghalang untuk bersosialisasi, bekerja, dan berkeluarga.

Seseorang yang terinfeksi virus HIV berpotensi menularkan meski tidak memiliki ciri yang dapat dilihat secara kasat mata (fisik). Status HIV seseorang hanya dapat diketahui dengan melakukan cek/pemeriksaan darah di laboratorium. Karena itu, Jika merasa pernah melakukan perilaku berisiko atau merasa berisiko tertular segera lakukan tes HIV.

Upaya pencegahan dan pengendalian HIV -AIDS bertujuan untuk mewujudkan target Threet Zero dalam mengakhiri Epidemi AIDS pada 2030, sesuai dengan tema dari kegiatan The Indonesian AIDS Conference 2019 di Bandung, Jawa Barat.
yaitu: 1) Tidak ada lagi penularan infeksi baru HIV, 2) Tidak ada lagi kematian akibat AIDS, dan 3) Tidak ada lagi stigma dan diskriminasi pada orang dengan HIV AIDS (ODHA).

Data kumulatif dari tahun 2004 – 2018 untuk kota Payakumbuh ada 86 kasus HIV AIDS, 27 diantaranya sudah meniggal. Dalam hal ini KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Kota Payakumbuh selaku lembaga koordinasi sudah melaksanakan kegiatan dan program terkait penanggulangan dan pengendalian HIV AIDS kepada msyarakat.

Dalam upaya Kesehatan pemerintah memegang andil yang sangat besar dalam hal ini. Seperti yang telah canangkan oleh pemerintah Provinsi Sumatra Barat terkait Action Plans atau Rencana Aksi Daerah Dinamika Kependudukan (Pengendalian LGBT dan HIV AIDS) ada 16 instansi penanggung jawab yang mempunyai arah kebijakan untuk rencana aksi yang nantinya akan dilakukan Stakeholders di tingkat daerah. Artinya Stakeholders terkait mempunyai peran sesuai dengan upaya Kesehatan nya masing2 dan tidak mengedepankan egosentris SKPD/OPD itu sendiri. Yaitu dalam upaya Kesehatan Promotif, Preventif, Kuratif dan Rehabilitatif.

Selain itu, untuk pencegahan infeksi dan penularan HIV, masyarakat perlu mengingat hal-hal berikut:
1.Bagi yang belum pernah melakukan perilaku berisiko, pertahankan perilaku aman (dengan tidak melakukan perilaku seks berisiko atau menggunakan narkoba suntik);
2. Bila sudah pernah melakukan perilaku berisiko, lakukan tes HIV segera!
Bila tes HIV negatif, tetap berperilaku aman dari hal-hal yang berisiko menularkan HIV;
3. Bila tes HIV positif, selalu gunakan kondom saat berhubungam seksual, serta patuhi petunjuk dokter dan minum obat ARV, agar hidup tetap produktif walaupun positif HIV;
4. Jika bertemu ODHA, bersikap wajar dan jangan mendiskriminasi atau memberikan cap negatif, dan berikan dukungan,
5. Jika berinteraksi dengan ODHA, jangan takut tertular, karena virus HIV tidak menular baik itu melalui sentuhan, keringat, maupun berbagi makanan. HIV hanya menular melalui cairan kelamin dan darah.

One Team One Spirit, Bersama kita bisa, Basamo mako jadi.
Stop HIV AIDS dan Jauhi NARKOBA
💪💪😄

Vemil Amri, SE

loading...