Painan, Sumbar – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) mengimbau warga yang berminat mengelola pariwisata Kawasan Mandeh di kabupaten itu untuk dapat menguasai pengelolaan kuliner asing disamping kuliner lokal.
Bupati Pesisir Selatan Nasrul Abit, di Painan, Selasa, mengatakan, kawasan objek wisata tersebut sejak lama sudah menjadi tujuan wisatawan asing, namun untuk urusan kuliner hingga kini masih dikelola langsung oleh pihak luar.
“Kita memprediksi objek wisata ini ke depan akan semakin berkembang dan maju seiring rencana pemerintah pusat untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai kawasan wisata bahari terpadu (KWBT) Mandeh, ” katanya.
Jika hal itu terjadi tentu saja besar peluang bagi masyarakat setempat untuk mengembangkan berbagai usaha di kawasan tersebut, salah satunya kuliner.
Maka itu mulai sekarang sudah harus disiapkan, pengelola objek wisata Kawasan Mandeh harus berskala internasional, khususnya pengelola kuliner agar dapat menguasai kuliner luar negeri karena para wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut diprediksi mayoritas orang asing atau luar negeri.
Terkait persiapan pengembangan untuk menjadi KWBT, pemkab setempat berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat setempat dengan memberikan berbagai pelatihan seperti bahasa asing (Inggris), pembuatan kuliner luar negeri dan pelatihan seni tradisional dan budaya lokal.
“Bagi masyarakat yang akan berhubungan langsung dengan tamu dan wisatawan juga diberikan pelatihan dalam melayani tamu yang baik, secara berkelompok khususnya pengelola wisata, ” katanya.
Kepala Dinas Pemuda Olah Raga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pesisir Selatan Gunawan mengatakan, Kawasan Mandeh merupakan sebuah kawasan wisata yang sebelumnya telah masuk dalam rencana induk pembangunan pariwisata nasional (RIPNAS) pada tahun 2004 karena keelokan kawasannya.
Di kawasan itu terdapat Teluk yang besar dan mengungkung kawasan laut serta berjejer beberapa pulau kecil di tengahnya. Pulau-pulau itu yakni Taraju, Pulau Setan, Sironjong Besar dan Kecil serta Pulau Cubadak.
Khusus Cubadak sudah menjadi icon kawasan Mandeh sejak dahulunya. Hingga kini pulau tersebut dikelola oleh orang asing yakni dari Australia dan pengunjungnya mayoritas dari luar negeri.
Ia mengatakan, Kawasan Wisata Mandeh merupakan salah satu destinasi wisata dunia. Di kawasan itu terdapat berbagai tempat untuk melakukan berbagai kegiatan seperti spot diving, snorkeling dan sebagainya sesuai dengan keindahan bawah laut yang dimiliki.
Kawasan Mandeh memiliki keindahan terumbu karang yang tidak kalah dengan tempat lain karena terdapat sekitar 70 hektare terumbu karang yang masih terawat. Selain itu terdapat hutan mangrove seluas 4 ratus hektare serta berbagai biota laut yang beraneka ragam, ditambah dengan sebuah bangkai kapal Belanda yang masih utuh di bawah laut kawasan itu, katanya.
Sumber: Antara/Oleh Junisman