Upaya khusus untuk mewujudkan swasembada pangan padi, jagung dan kedele (pajale), Unand Padang mengirim 4 mahasiswa ke Payakumbuh. Keempat mahasiswa tersebut selain membimbing petani, tapi juga sebagai pelaku usaha tani, mengolah lahan, menanam bibit, memelihara sampai panen.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Perkebunan Kota Payakumbuh Iqbal Bermawi. MSi, menginformasikan, Sabtu (23/5), keempat mahasiswa itu diantar langsung oleh dosen pembimbingnya, Ir. Zulfera, MP, ke Dinas Tanaman Pangan, Jum’at (22/5). Mereka akan berada di Payakumbuh selama satu kali panen. Artinya, mahasiswa bersangkutan akan melakukan upaya khusus terhadap pajale, lebih kurang 3 sampai 4 bulan.
Menurut dosen pembimbingnya, seluruh bibit dan pupuk menjadi tanggung jawab Unand. Petani hanya menyediakan lahan pertanian saja. Untuk selanjutnya, petani bersama mahasiswa akan memelihara tanaman pajale hingga panen nanti, ungkap Iqbal.
Dikatakan, keempat mahasiswa tersebut terdiri dari Rini Nofrita yang ditempatkan di kecamatan Payakumbuh Timur, Giska Oktabrina (Latina), Yudi Febrianto (Kecamatan Payakumbuh Utara) dan Fitriana (Kecamatan Payakumbuh Barat), sekaligus bertugas sebagai tenaga pendamping penyuluh dalam pengawalan terhadap pelaksanaan upaya khusus pajale.
Harapan dosen pembimbing, mahasiswa yang ditugaskan dalam pelaksanaan upsus tersebut dapat dibimbing agar pelaksanaan tugas yang menjadi tanggung jawabnya dapat terlaksana dengan baik. Diakui, keempat mahasiswa tersebut baru dipenuhi dengan teoritis sementara aplikasi lapangan perlu jam terbang. Karena itu, diperlukan kolaborasi secara teknis antara penyuluh yang sudah punya pengalaman lapangan.
Menurut Iqbal, kehadiran empat mahasiswa Unand, sangat membantu dalam pelaksanaan upsus di kota ini. mereka sangat dibutuhkan sebagai tenaga lapangan yang mampu memberikan sentuhan teknologi dalam upaya peningkatan produksi pajale. Sebab tanpa penggunaan tekhnologi peningkatan produksi niscaya sulit dicapai. Disinilah kita harapkan peranan mahasiswa bagai mana bekerja sama di lapangan dengan penyuluh yang ada.
Diijelaskan kepala dinas, saat ini terdapat 18 penyuluh pegawai negeri, didukung 28 penyuluh tenaga harian lepas (THL). Dengan total 46 tanaga penyuluh lapangan tersebut, diharapkan mampu mengayomi 257 kelompok tani dengan luas lahan 2. 751 hektar.