spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

MoU dengan Lapas Pariaman, Kemenag Siap Bina Narapidana Berbasis Pesantren
M

Kategori -
- Advertisement -

Pariaman, BeritaSumbar.com — Kepala Kantor Kemenag Kota Pariaman, Edy Oktafiandi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Pariaman, Boy Irfan Arslan, Kamis (25/06/2026) di serambi Kankemenag sembari berkontribusi dalam Peaceful Muharram tahun baru 1448 Hijriah.

Penandatangan kerjasama ini disaksikan Asisten I Setdako Pariaman, Kepala Sub bagian tata usaha Kantor Kemenag, seluruh kepala Seksi serta Penyelenggara dan kepala KUA, sedangkan dari pihak Lapas Kelas II B Pariaman juga dihadiri pejabat terkait. Turut menghadiri kegiatan ini kepala madrasah dan kepala KUA se Kota Pariaman bersama Penyuluh Agama dan ASN Kankemenag.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Kota Pariaman, menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini bukan sekadar seremonial di atas kertas, melainkan sebuah tanggung jawab moral dan ibadah dalam membimbing umat, termasuk warga binaan yang sedang menempuh masa penahanan.

“Warga binaan di Lapas adalah saudara-saudara kita yang sedang diuji, namun mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan bimbingan spiritual dan pendidikan agama yang layak. Melalui program pesantren di dalam lingkungan Lapas ini, kita ingin mengubah sudut pandang masyarakat. Lapas bukan lagi sekadar tempat menjalani hukuman fisik, melainkan lembaga pendidikan, tempat bertobat, dan kawah candradimuka untuk memperbaiki diri,” ujarnya.

Edy Oktafiandi juga menambahkan bahwa Kemenag Kota Pariaman akan senantiasa menerjunkan tim penyuluh agama Islam terbaik untuk mendampingi para narapidana secara intensif.

“Kami ingin memastikan bahwa ketika mereka menyelesaikan masa tahanan dan kembali ke tengah masyarakat nanti, mereka tidak lagi membawa stigma negatif. Namun hendaknya sebaliknya, mereka pulang dengan membawa bekal ilmu agama yang mumpuni, kesadaran spiritual yang tinggi, serta akhlak mulia seperti lulusan pesantren pada umumnya. Inilah esensi dari pembinaan yang memanusiakan manusia,” ulasnya.

Senada dengan Kakankemenag, Kepala Lapas Kelas II B Pariaman, Boy Irfan Arslan, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak Kemenag Kota Pariaman atas kepedulian dan sinergi yang luar biasa. Menurutnya, keterbatasan personel di internal Lapas dalam hal pembinaan mental dan spiritual kini mendapatkan solusi terbaik berkat dukungan Kemenag.

“Kerja sama ini sangat berharga bagi kami. Kehadiran para guru dan penyuluh dari Kemenag akan membuat program pembinaan kepribadian di dalam Lapas menjadi jauh lebih terstruktur, metodis, dan berkelanjutan. Kami siap mendukung penuh fasilitas dan ruang gerak demi suksesnya program pesantren ini,” tutur Boy Irfan Arslan.

Melalui MoU ini, kedua lembaga berkomitmen untuk segera menerapkan kurikulum kepesantrenan di dalam Lapas, yang mencakup pengentasan buta aksara Al-Qur’an, tata cara ibadah (fiqih), hafalan surat-surat pendek, hingga penguatan akidah dan akhlak. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan warga binaan yang mandiri, religius, dan siap menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat setelah bebas nanti. (Adi/Meri)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img