spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Pemkab Pesisir Selatan Awasi Ketat Pemotongan Sapi di Bulan Ramadhan
P

Kategori -
- Advertisement -

Painan – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) melakukan pengawasan ketat terhadap pemotongan sapi di kabupaten itu hingga memasuki Bulan Ramadhan 1436 Hijriyah.

Kepala Dinas Peternakan Pesisir Selatan, Nuziwan di Painan, Minggu, mengatakan pengawasan dilakukan untuk mengantisipasi beredarnya daging gelonggongan yang bisa merusak kesehatan masyarakat yang mengonsumsinya.

Kegiatan itu akan difokuskan pada tempat-tempat pemotongan hewan ternak tersebut di seluruh wialayah kabupaten itu sebelum dan hingga hari pemotongan hewan pada bulan Ramadhan 1436 Hijriyah.

“Pengawasan akan lebih kita perketat lagi saat pemotongan hewan tersebut yakni satu hari sebelum masuk Ramadhan. Bahkan, pengawasan terus dilakukan pada hari-hari lainnya. Kita juga mengimbau seluruh petugas peternakan yang ada diseluruh kecamatan agar terus memantau pasar dan tempat pemotongan hewan ini di daerah kerja masing-masing, ” katanya.

Selain dapat memantau kesehatan hewan, tujuan pengawasan adalah untuk mengetahui seberapa banyak persediaan sapi potong yang ada dan kesanggupan peternak dalam memenuhi kebutuhan pasar serta pantauan harga daging saat memasuki bulan Ramadhan 1436 Hijriyah.

Kepala Bidang Budidaya, Dinas Peternakan Pesisir Selatan, Hamdi mengatakan persediaan sapi potong di daerah itu hingga kini tercatat sekitar 20-22 ribu ekor dari jumlah keseluruhan sekitar 85 ribu ekor, tersebar di 15 kecamatan yang ada di kabupaten itu.

Peternak sapi terbanyak di kabupaten itu terdapat di Kecamatan Lengayang dengan jumlah populasi sekitar 16.125 ekor diikuti Kecamatan Bayang sekitar 14.250 ekor.

Produksi daging sapi dari kabupaten itu mencapai 7 ribu ton per tahun. Selain konsumsi lokal, daging sapi asal Pesisir Selatan juga dipasok ke daerah lain di Sumbar.

Sedangkan tingkat kelahiran sapi di Pesisir Selatan rata-rata 6 ribu ekor per tahun dari 7 ribu akseptor IB yang dilakukan pemkab setempat melalui dinas terkait kepada ternak sapi betina milik masyarakat.

“Persediaan sapi potong kita diperkirakan masih cukup untuk mengisi permintaan dalam memenuhi kebutuhan pasar memasuki Bulan Ramadhan ini, baik lokal maupun luar kabupaten di Sumbar, ” katanya.

Seperti biasa, permintaan sapi potong untuk kebutuhan bulan Ramadhan pada tahun-tahun sebelumnya sekitar 7 – 8 ribu ekor. Sedangkan perdagangan sapi di kabupaten itu, baik dalam atau ke luar daerah, sekitar 16 ribu ekor per tahun.

Penjualan sapi terbanyak terjadi pada Hari Raya Idul Adha yakni sekitar 9 ribu-10 ribu ekor dan Idul Fitri sekitar 7 ribu – 9 ribu ekor.

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img