25.9 C
Padang
Kamis, Januari 27, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Pemeriksaan Kesehatan dan Edukasi Pada Kelompok Lansia MELATI di Nagari Sungai Buluh Selatan
P

Kategori -
- Advertisement -

Penulis: Fitri Mailani
Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Tingkat kematian kelompok lansia yang terinfeksi COVID-19 memang merupakan yang tertinggi dibandingkan kelompok usia lainnya. Populasi lanjut usia, terutama yang berusia di atas 70 tahun, merupakan kelompok yang paling rentan terhadap penyakit COVID-19. Daya tahan tubuh yang melemah dan adanya penyakit kronis bisa meningkatkan risiko lansia terkena COVID-19 serta mengalami gejala yang lebih parah dan bisa berakibat fatal.

Oleh karena itu perlu edukasi yang tepat kepada keluarga dan lansia terkait informasi pencegahan penularan COVID-19. Kurang nya informasi juga menyebabkan lansia dan keluarga takut untuk mengunjungi pelayanan kesehatan seperti puskesmas karena takut terinfeksi COVID-19, sehingga banyak dari lansia yang mempunyai riwayat penyakit kronik seperti hipertensi, jantung dan diabetes enggan untuk melakukan kontrol di puskesmas/rumah sakit.

Untuk itu, tim dosen dari Fakultas Keperawatan yang terdiri dari Ns. Fitri Mailani, M.Kep, Emil Huriani, S.Kp, MN, Ns. Rahmi Muthia, M.Kep, Ns. Sovia Susianty, M.Kep, Ns. Elvi Oktarina, M.Kep, Sp.Kep,MB, Reni Prima Gusty, S.Kp, M.Kes melakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus melakukan pemeriksaan kesehatan dan memberikan edukasi kepada kelompok lansia yang tergabung dalam kelompok lansia MELATI di nagari Sungai Buluh Selatan, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.

Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan komplek Palapa Saiyo pada hari Minggu, tanggal 29 Agustus 2021. Edukasi dan pemeriksaan kesehatan dilakukan kepada 65 orang lansia. Kegiatan diawali dengan senam bersama lansia MELATI, selanjutnya dilakukan pemeriksaan kesehatan dan mengikuti kegiatan edukasi. Dalam melakukan pemeriksaan kesehatan, kegiatan di bagi menjadi 4 meja dengan rincian sebagai berikut: Meja 1: untuk pendaftaran dan penimbangan berat badan dan pengukuran tekanan darah, meja 2 untuk pemeriksaan kadar gula darah, meja 3 pemeriksaan Asam Urat dan kolesterol dan meja 4 untuk edukasi terkait hasil pemeriksaan yang dilakukan dan edukasi yang terkait dengan menjaga kesehatan lansia selama masa pandemic. 

Hasil pemeriksaan kesehatan tekanan darah didapat bahwa sebanya 15 (23,1%) mempunyai tekanan darah normal, 18 (27,7%) pasien mengalami prehipertensi, 18 (27,7%) mengalami hipertensi tingkat 1, dan 14 (21,5%) mengalami  hipertensi tingkat 2. Hasil pemeriksaan asam urat didapatkan sebanyak 42 (64,6%) lansia nilai asam urat masih dalam rentang normal, dan 23 (35,4%) lansia mempunyai nilai asam urat yang cukup tinggi (tidak normal). Hasil pengukuran kolesterol dari 40 lansia yang mempunyai keluhan dan resiko kolesterol tinggi, didapatkan 32(80%) lansia mempunyai nilai kolesterol tinggi yaitu lebih dari 200 mg/dl, dan hanya 8 (20%) lansia yang mempunyai kolesterol normal.

Hal ini sangat disayangkan karena banyak dari lansia yang mempunyai penyakit kronik seperti hipertensi, diabetes mellitus, dan resiko jantung, enggan untuk melakukan pengobatan atau pemeriksaan kesehatan di puskesmas maupun dirumah sakit dikarenakan takut tertular COVID 19, sehingga penyakit kronik yang diderita oleh lansia tidak terkontrol.

Oleh karena itu, edukasi yang dilakukan menekankan bagaimana cara lansia menjaga kesehatan nya pada masa pandemi. Tim dosen menyusun buku panduan untuk lansia dengan judul “Panduan Lansia SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif) pada masa pandemic COVID 19”. Buku panduan ini menjelaskan tentang pencegahan penularan COVID 19 di masyarakat,  peran keluarga dalam pencegahan penularan COVID 19  pada lansia, tips jika lansia perlu ke puskesmas atau ke rumah sakit, langkah-langkah menjaga kesehatan pada pasien Diabetes Melitus pada masa pandemic, langkah pencegahan hipertensi selama pandemic COVID 19.

Diharapkan dengan dilakukan kegiatan ini meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya lansia untuk tetap memperhatikan komorbid yang dimilikinya, agar tetap terkontrol baik dengan self care di rumah, kunjungan ke puskesmas atau dokter keluarga dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk meminimalkan penularan COVID 19 di kalangan lansia.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img