28.1 C
Padang
Sunday, October 25, 2020

Pembelajaran secara online dari segi Agama Islam

Kehidupan seorang muslim tidak lepas dari kegiatan belajar, bahkan sudah menjadi kewajiban yang diperintahkan Rasulullah dalam sabda-Nya:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
“Mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim”, dan orang-orang yang berilmu adalah yang memiliki kedudukan di sisi Allah seperti dalam firman-Nya:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.“ (Al Mujadilah : 11). Oleh karena itu agama islam sangat memuliakan ilmu. Dikisahkan seorang ulama Majduddin Ibnu Taimiyyah (Kakek Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah) jika hendak masuk kamar mandi berkata kepada orang yang ada di sekitarnya: Bacalah kitab ini dengan suara keras agar aku bisa mendengarnya di kamar mandi, karena besarnya perhatian atas ilmu yang beliau miliki maka ia terus mencari cara agar senantiasa melakukan kegiatan pembelajaran, hal yang patut kita contoh di tengah keadaan wabah kematian dari virus corona yang mengguncang negeri ini dengan tetap berusaha  senantiasa melakukan kegiatan pembelajaran yang tetap menaati aturan social distancing dari pemerintah.
Sejatinya para ulama terdahulu menuntut ilmu dengan cara musyafahah atau bertemu langsung dengan para guru. Hanya saja, keadaan wabah sekarang ini tidak memungkinkan hal tersebut, akan tetapi di tengah kemajuan teknologi saat ini, kita jumpai metode pembelajaran baru dengan akses media internet, ini sesuai dengan firman Allah:
وَعَلَّمْنَٰهُ صَنْعَةَ لَبُوسٍ لَّكُمْ لِتُحْصِنَكُم مِّنۢ بَأْسِكُمْ ۖ فَهَلْ أَنتُمْ شَٰكِرُونَ وَلِسُلَيْمَٰنَ ٱلرِّيحَ عَاصِفَةً تَجْرِى بِأَمْرِهِۦٓ إِلَى ٱلْأَرْضِ ٱلَّتِى بَٰرَكْنَا فِيهَا ۚ وَكُنَّا بِكُلِّ شَىْءٍ عَٰلِمِينَ
Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S. Al-Anbiya: 80-81).
Ayat tersebut erat kaitannya dengan perkembangan tenologi informasi dan komunikasi yang berawal dari perkembangan logam besi. Perkembangan ini juga sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.
Secara hukum asal tidak ada larangan khusus untuk belajar dengan media internet jika dilakukan secara tepat atau tidak mengambil ilmu sembarangan dari sumber yang tidak jelas dari dunia maya.
Jika dalam kondisi tidak dapat bertemu dengan guru maka setidaknya sebuah pembelajaran online dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut:

  1. Dilakukan dengan guru yang ahli pada bidangnya.

Walaupun di dalam internet tidak semuanya buruk tetapi sebaiknya kita memilih mengambil ilmu dari ahlinya sebagaimana para ulama mengambil hadits dari guru yang memiliki silsilah sanad yang tidak lemah, Allah ta’ala berfirman:
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan dimintai pertanggung jawabannya,” (Q.S Al-Isra :36).

  1. Interaktif

Pada pembelajaran online, seorang guru selain dituntut untuk menyediakan materi pelajaran juga dituntut untuk menyediakan forum untuk dialog antara ia dengan murid. Sebab terkadang ada bagian tertentu dari mata pelajaran yang masih belum dipahami oleh murid. Allah ta’ala berfirman:
فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahuinya,” (Q.S. Ah-Nahl: 43).

  1. Tetap mengutamakan sistem tatap muka.

Pembelajaran secara online memiliki dampak negatif yaitu menumbuhkan rasa tidak butuh lagi dengan pembelajaran secara tatap muka padahal memiliki lebih banyak keutamaan seperti dalam sya’ir berikut
ومن يأخذ العلم من شيخ مشافهة   #     يكن عن الزيغ والتصحيف فى حرم
ومن يكن أخذا للعلم من صحف    #     فعلمـــه عند أهــــــــل العلم كالعدم
Barangsiapa yang mengambil ilmu dari seorang guru dengan musyafahah (tatap muka), niscaya terpeliharalah ia dari tergelincir dan keliru. Dan barangsiapa mengambil ilmu dari buku-buku, maka pengetahuannya menurut penilaian ahli ilmu adalah nihil semata.
Maka, sebaiknya selain tetap belajar dengan perantara internet, aplikasi, atau media sosial  kita senantiasa berdoa agar secepatnya kondisi membaik dan kita bisa kembali mengambil ilmu dari guru-guru yang tercinta secara langsung.

Penulis                        : Ukkasyah Abdulqohhar

Lembaga Akademik   : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani

Alamat                     : Komplek Islamic Center BINBAZ, Piyungan, Bantul, Yogyakarta

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Polres Inhil Ungkap Narkoba, 50 KG Sabu Berhasil Diamankan

Riau, - Sat Narkoba Polres Inhil patut diapresiasi karena berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis shabu seberat 50 kilo, di Perkebunan milik PT...

Forkopimda Sumbar Gelar Rakor Criminal Justice System Tentang Penerapan Perda AKB

Padang, - Guna menyamakan persepsi dalam menerapkan sanksi protokol kesehatan yang tertuang pada Peraturan Daerah (Perda) Adaptasi Kebiasaan Baru, Forum Koordinasi...

MTQ Di Tengah Pandemi, 5 Camat Di Payakumbuh Optimis Sukses Dan Saling Bersaing Sehat Raih Juara Umum

Payakumbuh --- Semangat 5 camat dalam mensukseskan MTQ Nasional ke XXXIX tingkat Kota Payakumbuh pada tahun 2020 sangat luar biasa. Setelah rapat...

Sekolah Online Ditengah Pandemi, Masyarakat Sungai Salak Tanjung Emas Terhalang Jaringan

Tanah Datar,- Wabah virus covid 19 masih terasa efeknya hingga saat ini, bahkan kepelosok desa/ nagari sekalipun. Ditengah kasus...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Buayan Sayang Pak Kiai

Catatan kecil tentang KH Abdullah Syukri ZarkasyiOleh: A. Fuadi Saya seperti sekarang ini, antara lain karena pernah diayun-ayun di...

Setahun Gerakan Merawat Bumi dari Rumah Tangga di Indonesia

Eco Enzyme (EE) adalah cairan yang diproduksi dari fermentasi sampah organik seperti kulit buah dan sayuran dicampur gula dan air yang menghasilkan...

Kekuatan (Sosial) Untuk Perubahan (Sosial)

Sulit sekali untuk membantah bahwa daya/kuasa ( power ) adalah sumber dari kemenangan atas apapun di dunia ini. Dalam situasi damai maupun...

Ketidakhadiran Ali Mukhni Di Panggung Publik Merupakan Bentuk Ketidaksiapan Dan Kegagapan Memimpin Sumbar

Rabu malam 14 Oktober 2020 Padang TV mengadakan acara debat dengen tema Adu Strategi Pengembangkan BUMD dengan mengundang semua kandidat calon wakil...
- Advertisement -