21 C
Padang
Jumat, Juli 30, 2021
Beritasumbar.com

Anak Muda Harus Terus Meningkatkan Literasi Selama Pandemi
A

Kategori -

Covid-19 telah menyebar ke seluruh dunia, dideteksi pertama kali di Kota Wuhan, China dan menjadi pandemi global yang menginfeksi seluruh dunia. Pandemi ini menjadi perhatian serius bagi banyak negara termasuk Indonesia. Indonesia juga mulai kewalahan dalam mengantisipasi penyebaran virus Sars-CoV-2 penyebab Covid-19 ini karena menginfeksi tanpa pandang usia, mulai dari anak-anak hingga lansia.
Orang yang berstatus ODP, PDP dan Positif Covid-19 didominasi oleh kelompok usia produktif di Indonesia. Provinsi DKI Jakarta adalah provinsi dengan jumlah orang terinfeksi tertinggi di Indonesia dan memiliki ODP dan PDP dalam rentang umur 20-39 tahun. Rentang umur tersebut dikategorikan sebagai usia muda. Achmad Yurianto sebagai Juru Bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 menyatakan bahwa kelompok usia muda juga rawan tertular virus Covid-19, dengan gejala yang sangat minim karena imunitas yang masih bagus.
Kelompok usia muda adalah kelompok immunocompetence (memiliki sistem kekebalan tubuh yang berfungsi baik), kebalikannya adalah immunocompromised yang didominasi oleh orang-orang yang telah berusia tua. Oleh karena itu, anak muda berpotensi menjadi carrier (pembawa virus) dan tanpa disadari bisa menularkan virus kepada orang yang lebih rentan.  Orang yang mempunyai penyakit bawaan seperti kardiovaskular, diabetes, hipertensi atau kanker akan semakin berbahaya jika tertular virus Covid-19.
Anak muda dituntut untuk menjadi lebih bijak dalam bersikap karena berpotensi besar sebagai carrier virus Covid-19. Anak muda harus selalu mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap berkegiatan dari rumah yang pasti akan sangat membosankan. Namun, waktu luang yang lebih banyak di rumah dalam rangka pencegahan penularan virus adalah kesempatan besar untuk meningkatkan budaya literasi.
Secara sederhana literasi dapat diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis dalam satu bahasa untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan. Budaya literasi anak muda sekarang ini terus terkikis karena dampak negatif dari perkembangan teknologi. Teknologi telah membuat anak muda menjadi usang, anak muda mulai melupakan kecakapan hidup yang lebih luas. Contohnya, dengan kehadiran GPS membuat anak muda tidak benar-benar menggunakan sebuah landmark di suatu lokasi untuk membimbing mereka mencari suatu tempat. Contoh lain adalah aplikasi penentu kiblat shalat bagi Muslim telah menghilangkan rasa ingin tau anak muda untuk belajar menentukan kiblat secara manual. Akhirnya ketika tidak ada teknologi, anak muda menjadi generasi yang gagap di dalam menjalani kehidupan.
Kemudahan hidup mengurangi rasa ingin tahu anak muda yang mengikis budaya literasi. Memanfaatkan waktu luang dengan melakukan literasi akan meningkatkan kemampuan berfikir kritis dan kreatif, seperti kegiatan membaca. Membaca buku menjadi alternatif kegiatan untuk membunuh kebosanan selama di rumah dan sebagai cara untuk meningkatkan budaya literasi bagi anak muda. Kegiatan literasi akan memperkaya pengetahuan dan bisa bermanfaat sebagai penangkis berita-berita hoax yang tersebar masif di media sosial. Anak muda mempunyai andil yang besar untuk mengonfirmasi kebenaran suatu berita kepada orang dengan kategori usia lebih tua yang kurang melek teknologi. Oleh karena itu, anak muda dituntut untuk mempunyai kemampuan literasi yang lebih baik.
Anak muda yang kesulitan dalam menumbuhkan minat baca, bisa memulai dengan membaca fiksi seperti kumpulan cerpen atau novel. Memilih tema bacaan yang diminati akan membuat kegiatan membaca selama di rumah menjadi lebih menyenangkan. Jika kesulitan memilih genre, membaca buku populer menjadi alternatif pilihan. Buku populer bisa didapatkan tanpa harus membeli, namun bisa dipinjam di perpustakaan-perpustakaan daring. Perpustakaan daring yang disediakan oleh Perpustakaan Nasional atau iPusnas telah mempunyai banyak koleksi buku yang bisa dipinjam kapanpun. Sebenarnya tidak ada lagi alasan untuk memperoleh sebuah buku untuk dibaca pada zaman sekarang ini.
Meningkatkan budaya literasi anak muda khususnya anak milenial menjadi tanggung jawab kita bersama. Pemerintah bisa menambah koleksi buku bacaan baik itu luring atau daring. Penerbitan juga tidak tertutup kemungkinan untuk menambah buku-buku berkualitas dengan harga yang terjangkau. Komunitas membaca luring dan daring bisa menjadi wadah diskusi dalam meningkatkan pemikiran kritis. Sehingga dampak negatif teknologi dalam mengikis budaya literasi di kalangan anak muda bisa diatasi sedari dini.
Selama pandemi Covid-19, kegiatan membaca buku akan menjadi salah satu alternatif anak muda dalam mengurangi intensitas kongkow bersama teman sebaya, kegiatan kongkow tersebut akan memperbesar peluang transfer virus karena terjadi interaksi sosial secara langsung. Konsistensi dan kontribusi anak muda dalam mencegah penularan virus kepada kelompok usia rentan sangat berarti bagi tim medis yang menjadi garda terdepan dalam menangani pasien terinfeksi virus Covid-19 selama pandemi berlangsung. Sehingga setiap kalangan dari masing-masing kelompok usia bisa mengambil perannya tersendiri untuk mempercepat berlalunya pandemi global ini.
Oleh: Robby Jannatan
Dosen Biologi FMIPA Universitas Andalas

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Komisi B DPRD Kota Payakumbuh Desak PAM Tirta Sago Secepatnya Atasi Permasalahan Debit Air

Payakumbuh,BeritaSumbar.com- Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Payakumbuh mendesak agar Perumda Air Minum (PAM) Tirta Sago dapat segera mengatasi permasalahan debit air di kota itu.
- Advertisement -

Satu Meninggal, 27 Positif Covid-19 Di Payakumbuh

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh kembali mengumumkan terjadinya tambahan kasus satu orang masyarakat positif Covid-19 yang meninggal dunia pada Selasa (27/07).

Mahasiswa KKN Unand Padang Lakukan kegiatan bagi-bagi masker dan hand sanitizer buatan sendiri.

Payakumbuh,BeritaSumbar.com, - Sebanyak 18 mahasiswa Universitas Andalas Padang angkatan 2018 yang dari berbagai jurusan melaksanakan bakti masyarakat di kelurahan Bulakan Balai Kandi kecamatan Payakumbuh Barat Kota Payakumbuh.
- Advertisement -

8 Fungsi Keluarga: dengan Kacamata Baru

Cerita Berseri, Seribu Asa untuk Bahagia #Seri 4/1000 cerita “8 Fungsi Keluarga: dengan Kacamata Baru” Oleh : H. Nofrijal, MA Penyuluh Keluarga Berencana Ahli Utama (PUMA) IV-e Sebutan 8...

Puluhan Hektar Sawah Di Jorong Pudak Nagari Sijunjung Mengalami Kekeringan

Sijunjung, BeritaSumbar.com,- Puluhan hektar sawah tadah hujan di jorong Pudak Nagari Sijunjung, disinyalir gagal diolah tahun ini, karena rendahnya curah hujan saat ini, kata Malin Cahyo, Tokoh Masyarakat Jorong Pudak, Sabtu (24/7).
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Mengenal Politik Praktis & Pragmatisme

Dalam praktik perebutan maupun mempertahankan sebuah kekuasaan Politik Praktis dan Pragmatisme seolah menjadi dua hal yang sulit dipisahkan, khususnya di negara Demokrasi seperti Indonesia.

Filosofi Lidi

Dari filosofi pohon kelapa yang sangat banyak manfaatnya, bahkan hampir seluruh bagian tanaman kelapa tersebut memberi manfaat untuk kehidupan manusia. Manusia sebagai makhluk yang paling sempurna tentu seharusnya juga memberi manfaat dan berperan menjaga bumi dan lingkungan setelah mengambil manfaat untuk kehidupan. Sesuai juga dengan perintah Tuhan dalam ajaran agama bahwa tujuan Tuhan menurun-kan manusia ke muka bumi ini adalah untuk beribadah dan berbuat yang bermanfaat.

Raih Keridhaan Allah melalui Etos Kerja

Dalam Manajemen Pendidikan Islam, etos kerja (semangat/motivasi kerja) dilandasi oleh semangat beribadah kepada Allah Swt. Maksudnya, bekerja tidak sekedar memenuhi kebutuhan duniawi melainkan juga sebagai pengabdian kepada Allah Swt,

Rugi Rasa Untung

Apakah beberapa fenomena terbalik yang terjadi ditengah masyarakat bangsa ini atau mungkin juga ditengah masyarakat dunia adalah pertanda bahwa kiamat sudah dekat ? Wallahu a’lam bishawab hanya Allah pencipta langit dan bumi yang tahu persis.

Mengatur Konflik dengan Teknik Mind Mapping

Konflik. Ketika kita mendengar kata itu, kebanyakan orang akan membayangkan seperti perang, rusuh, gontok-gontokan, atau orang yang berkelahi antarkampung. Tidak, sebenarnya konflik bisa dimulai dari sesuatu yang kecil. Kalau menurut psikologi, konflik itu bisa dimulai dari ketika kita merasa ada perbedaan, entah perbedaan pendapat atau perasaan tentang sesuatu hal.

DPW PTPI Sumbar Buka Bimbel & Bimtes CPNS 2021 Online

Dewan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Trainer Profesional Indonesia Wilayah Sumatera Barat (DPW PTPI Sumbar) resmi membuka kegiatan Bimbingan Belajar (BIMBEL) dan Bimbingan Test CPNS 2021...

BUMN Berburu di Kebun Binatang

Sangat menarik menyimak perjalanan PT POS Indonesia sebuah perusahaan BUMN yang pionir dalam bidang jasa pengiriman barang dan serta pengiriman uang dalam bentuk wesel.

Kita Pancasila

Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki komitmen dan memahami buah pemikiran dan cara pandang hidup yang disarikan para pendiri bangsa. Mereka telah membuat rumusan atau intisari yang digali dari jiwa bangsa ini, dari ruh bangsa ini, dari sikap hidup bangsa ini, yang berbhineka dan penuh nilai-nilai luhur.

Menanamkan Pendidikan Karakter Kepada Anak Sejak Dini

Pendidikan karakter memiliki peranan penting dalam dunia pendidikan dan sangat menarik untuk diteliti, terutama karena pendidikan karakter berorientasi pada pembentukan karakter siswa.

Pentingnya Penggunaan Dan Pemanfaatan Teknologi Ditengah Pandemi

Pandemi covid 19 merupakan tantangan bagi kita sampai saat ini bagaimana kita menyikapinya dalam melaksanakan berbagai kegiatan. Mulai dari bidang pendidikan, ekonomi, politik, sosial dan lainnya. Seluruhnya merasakan dampaknya.
- Advertisement -