25.2 C
Padang
Wednesday, November 25, 2020
Beritasumbar.com

Anak Muda Harus Terus Meningkatkan Literasi Selama Pandemi
A

Kategori -

Covid-19 telah menyebar ke seluruh dunia, dideteksi pertama kali di Kota Wuhan, China dan menjadi pandemi global yang menginfeksi seluruh dunia. Pandemi ini menjadi perhatian serius bagi banyak negara termasuk Indonesia. Indonesia juga mulai kewalahan dalam mengantisipasi penyebaran virus Sars-CoV-2 penyebab Covid-19 ini karena menginfeksi tanpa pandang usia, mulai dari anak-anak hingga lansia.
Orang yang berstatus ODP, PDP dan Positif Covid-19 didominasi oleh kelompok usia produktif di Indonesia. Provinsi DKI Jakarta adalah provinsi dengan jumlah orang terinfeksi tertinggi di Indonesia dan memiliki ODP dan PDP dalam rentang umur 20-39 tahun. Rentang umur tersebut dikategorikan sebagai usia muda. Achmad Yurianto sebagai Juru Bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 menyatakan bahwa kelompok usia muda juga rawan tertular virus Covid-19, dengan gejala yang sangat minim karena imunitas yang masih bagus.
Kelompok usia muda adalah kelompok immunocompetence (memiliki sistem kekebalan tubuh yang berfungsi baik), kebalikannya adalah immunocompromised yang didominasi oleh orang-orang yang telah berusia tua. Oleh karena itu, anak muda berpotensi menjadi carrier (pembawa virus) dan tanpa disadari bisa menularkan virus kepada orang yang lebih rentan.  Orang yang mempunyai penyakit bawaan seperti kardiovaskular, diabetes, hipertensi atau kanker akan semakin berbahaya jika tertular virus Covid-19.
Anak muda dituntut untuk menjadi lebih bijak dalam bersikap karena berpotensi besar sebagai carrier virus Covid-19. Anak muda harus selalu mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap berkegiatan dari rumah yang pasti akan sangat membosankan. Namun, waktu luang yang lebih banyak di rumah dalam rangka pencegahan penularan virus adalah kesempatan besar untuk meningkatkan budaya literasi.
Secara sederhana literasi dapat diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis dalam satu bahasa untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan. Budaya literasi anak muda sekarang ini terus terkikis karena dampak negatif dari perkembangan teknologi. Teknologi telah membuat anak muda menjadi usang, anak muda mulai melupakan kecakapan hidup yang lebih luas. Contohnya, dengan kehadiran GPS membuat anak muda tidak benar-benar menggunakan sebuah landmark di suatu lokasi untuk membimbing mereka mencari suatu tempat. Contoh lain adalah aplikasi penentu kiblat shalat bagi Muslim telah menghilangkan rasa ingin tau anak muda untuk belajar menentukan kiblat secara manual. Akhirnya ketika tidak ada teknologi, anak muda menjadi generasi yang gagap di dalam menjalani kehidupan.
Kemudahan hidup mengurangi rasa ingin tahu anak muda yang mengikis budaya literasi. Memanfaatkan waktu luang dengan melakukan literasi akan meningkatkan kemampuan berfikir kritis dan kreatif, seperti kegiatan membaca. Membaca buku menjadi alternatif kegiatan untuk membunuh kebosanan selama di rumah dan sebagai cara untuk meningkatkan budaya literasi bagi anak muda. Kegiatan literasi akan memperkaya pengetahuan dan bisa bermanfaat sebagai penangkis berita-berita hoax yang tersebar masif di media sosial. Anak muda mempunyai andil yang besar untuk mengonfirmasi kebenaran suatu berita kepada orang dengan kategori usia lebih tua yang kurang melek teknologi. Oleh karena itu, anak muda dituntut untuk mempunyai kemampuan literasi yang lebih baik.
Anak muda yang kesulitan dalam menumbuhkan minat baca, bisa memulai dengan membaca fiksi seperti kumpulan cerpen atau novel. Memilih tema bacaan yang diminati akan membuat kegiatan membaca selama di rumah menjadi lebih menyenangkan. Jika kesulitan memilih genre, membaca buku populer menjadi alternatif pilihan. Buku populer bisa didapatkan tanpa harus membeli, namun bisa dipinjam di perpustakaan-perpustakaan daring. Perpustakaan daring yang disediakan oleh Perpustakaan Nasional atau iPusnas telah mempunyai banyak koleksi buku yang bisa dipinjam kapanpun. Sebenarnya tidak ada lagi alasan untuk memperoleh sebuah buku untuk dibaca pada zaman sekarang ini.
Meningkatkan budaya literasi anak muda khususnya anak milenial menjadi tanggung jawab kita bersama. Pemerintah bisa menambah koleksi buku bacaan baik itu luring atau daring. Penerbitan juga tidak tertutup kemungkinan untuk menambah buku-buku berkualitas dengan harga yang terjangkau. Komunitas membaca luring dan daring bisa menjadi wadah diskusi dalam meningkatkan pemikiran kritis. Sehingga dampak negatif teknologi dalam mengikis budaya literasi di kalangan anak muda bisa diatasi sedari dini.
Selama pandemi Covid-19, kegiatan membaca buku akan menjadi salah satu alternatif anak muda dalam mengurangi intensitas kongkow bersama teman sebaya, kegiatan kongkow tersebut akan memperbesar peluang transfer virus karena terjadi interaksi sosial secara langsung. Konsistensi dan kontribusi anak muda dalam mencegah penularan virus kepada kelompok usia rentan sangat berarti bagi tim medis yang menjadi garda terdepan dalam menangani pasien terinfeksi virus Covid-19 selama pandemi berlangsung. Sehingga setiap kalangan dari masing-masing kelompok usia bisa mengambil perannya tersendiri untuk mempercepat berlalunya pandemi global ini.
Oleh: Robby Jannatan
Dosen Biologi FMIPA Universitas Andalas

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Pasar Ekraf Payakumbuh Berikan Peluang Bagi Pelaku Kuliner Tradisional Saat Pandemi Covid-19

Payakumbuh, Beritasumbar.com - Pasar ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat tidak hanya untuk promosi wisata, tapi juga berdampak kepada pelaku...

Dua Minggu Menghilang,Juragan Padi Di Temukan Meninggal Dunia, Diduga Gantung Diri.

Tanah Datar,beritasumbar.com - Dua minggu pergi dari rumah,juragan padi di Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar di temukan tidak bernyawa dan sudah...

Pengembangan Sektor Pangan Butuh Cara-Cara Baru yang Inovatif

Jakarta,- Kebutuhan yang sangat besar masyarakat dunia terhadap pangan membuka peluang yang amat besar dan akan terus bertumbuh bagi sektor tersebut. Pengembangan...

SMP Muhammadiyah 6 Padang Ukir Prestasi Lewat Pembinaan Bakat Siswa

Keberadaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 6 Padang termasuk salah satu sekolah yang diperhitungkan di Sumatera Barat, karena prestasi yang diraih oleh para siswanya di berbagai ajang perlombaan. Selain membekali dengan ilmu agama, sekolah ini juga membina dan menyalurkan bakat dan keterampilan para siswanya.

Pengembangan Sektor Pangan Butuh Cara-Cara Baru yang Inovatif

Jakarta,- Kebutuhan yang sangat besar masyarakat dunia terhadap pangan membuka peluang yang amat besar dan akan terus bertumbuh bagi sektor tersebut. Pengembangan...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Mahyeldi Audy Punya Kedekatan Dengan Pemerintah Pusat

Oleh Reido Deskumar Mahyeldi Audy tidak hanya memiliki visi misi dan program unggulan yang handal, akan tetapi juga memiliki...

Asman Abnur Sebaiknya Mundur Sebagai Ketua Umum DPP IKA Unand

Oleh Reido Deskumar (Alumni Fakultas Teknik Universitas Andalas) Atmosfer Pilgub Sumbar semakin “angek”. Terlebih soal dukung mendukung yang diberikan...

Model Kepemimpinan Berkarakter dalam Konteks Manajemen Hubungan Masyarakat di Lembaga Pendidikan

Secara umum dalam era globalisasi menuntut supaya peran lembaga pendidikan untukmemberikan manajemen dan layanan yang profesional kepada masyarakat. Masyarakatsebagai pemakai lembaga pendidikan...

Corona Minggat, Keluarga Tanaman Rimpang Mampu Mengusir Virus, Benarkah?

Apa kabar vaksin? Huru hara masyarakat akan datangnya vaksin yang tak kunjung memiliki anginbaik, sehingga membuat masyarakat benar-benar mampu untuk beradaptasi...

Peran Media Sosial dalam Membentuk Karakter Anak

Media Sosial kini menjadi sebuah hal yang tergolong penting bagi kehidupan seseorang sehari-hari, meskipun pendapat tersebut mungkin dicekal banyak pihak namun bila...

Megy Aidillova: Peringatan Hari Pahlawan 2020 Dalam Kondisi Pandemi, Jadilah Pahlawan Bagi Diri Sendiri

JAKARTA – Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Setiap tanggal 10 November kita semua Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan....

Di Hari Pahlawan Para Kooperator Indonesia Gelar Diskusi Daring Dengan Tema “Inisiasi Pendirian dan Deklarasi Partai Koperasi di Indonesia”

Bertepatan dengan Hari Pahlawan pada Selasa, 10 November 2020, pukul 20.00-22.00 WIB, sejumlah aktivis koperasi atau yang biasanya disebut sebagai kooperator di...

Perencanaan Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0

Revolusi industri secara umum diartikan sebagai perubahan besar dan radikal terhadap cara manusia memproduksi barang. Setiap perubahan tersebuat akan selalu diikuti oleh perubahan...

Laportea ( Jelatang) Tumbuhan Yang Dihindari Dan Ditakuti Saat Pendakian Dan Kegiatan Susur Hutan, Benarkah?

Tumbuhan Ini adalah tumbuhan  yang dihindari pendaki karna duri yang mengarah ke atas pada daunnya. Kalau kena kulit Gatal dan merah.Jelatang/Girardinia palmata...

Audy Joinaldy Anak Muda Yang Hobi Diskusi

Oleh Reido Deskumar Bicara anak muda, pasti banyak cerita yang menyertainya. Salah satunya tentang hobi. Ya, sebuah aktivitas yang...
- Advertisement -