spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Pembangunan Karakter Bangsa, Ini Kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo
P

Kategori -
- Advertisement -

Sijunjung, beritasumbar.com – Kepala BKKBN dr.Hasto Wardoyo menyebutkan dalam rangka membangun karakter bangsa diperlukan komitmen dan partisipasi dari berbagai komponen bangsa melalui pola pembinaan karakter mulai dari lingkungan keluarga, lembaga pendidikan sampai di lingkungan masyarakat.

Hal itu dikatakannya dalam rangka gebyar temu kader percepatan enanggana stunting di Gedung Pancasila Muaro Sijunjung, Senen (30/5).

Menurutnya, Indonesia Emas 2045 diumur Indonesia 100 tahun, sisa 23 tahun lagi tentunya suatu kewajiban kita bersama untuk mempersiapkan generasi yang sehat dan berkualitas.

“Intervensi stunting harus kita mulai dari hulu yaitu kepada remaja dan calon pengantin, pastikan remaja-remaja memahami akan pentingnya kebutuhan gizi sejak dari remaja serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” katanya.

Kemudian calon pengantin pastikan telah melakukan pemeriksaan kesehatannya di layanan kesehatan setempat, mendapatkan bimbingan perwakinan serta KIE dari petugas dilapangan atau pendamping keluarga.

Peran pemerintah daerah, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten dan kota, kecamatan, kelurahan hingga desa harus kita gerakkan untuk menurunkan angka stunting di masyarakat, pesan Hasto.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy mengatakan peningkatan ilmu pendidikan dan pengetahuan orang tua terhadap tahapan-tahapan penanganan stunting sangat perlu ditingkatkan.

“Semoga kegiatan ini bisa membawa berkah dan dan manfaat untuk Sijunjung dalam penekanan angka stunting khususnya dan Sumatera Barat secara umumnya,” katanya.
 
Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir pada kesempatan tersebut mengatakan langkah strategi ke depan dengan kolaborasi dan melibatkan semua elemen yang ada sehingga program bisa sampai dan tempat sasaran.

“Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi, dengan angka 30 persen hari ini, muda-mudahan tahun 2024 mendatang kita bisa tekan angka stunting hingga di bawah 14 persen dari target yang di tetapkan nasional,” tekad Benny.

Plt Kadis Pengendalian Penduduk dan KB, Sukardi dalam laporannya mengatakan kegiatan ini diikuti sebnyak 500 peserta yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader dalam rangka pencegahan, percepatan dan penurunan stunting di Sijunjung yang merupakan program prioritas Nasional (Pro-PN). (Alim)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img