29.7 C
Padang
Saturday, September 19, 2020

Pandemi Covid-19 dan Bom Waktu Krisis Moral

Padang,-Indonesia melalui masa pandemi covid-19 dengan banyak lika-liku peristiwa dan diprediksi menjadi bom waktu penularan virus corona. Tidak hanya itu, pandemi juga menjadikan Indonesia sebagai bom waktu terjadinya krisis moral pada anak muda. Krisis moral tersebut sebagian besar disebabkan oleh dampak negatif kemajuan teknologi karena tak terbatasnya akses internet. Anak muda seumur jagungpun sekarang telah bisa mengakses apapun yang mereka inginkan di internet. Anak muda terpapar arus informasi yang tidak tersaring dengan baik sehingga membuat tergerusnya moral, hilangnya norma sopan-santun dan maraknya terjadi perbuatan yang tidak terpuji.
Beberapa waktu lalu banyak anak muda yang ditangkap oleh pihak berwajib karena perbuatan tidak terpuji yang mereka lakukan yang diunduh ke internet. Contohnya seorang youtuber yang melakukan prank dengan memberikan paket sembako berisi sampah di Bandung. Seorang perempuan yang melecehkan gerakan shalat untuk konten TikTok di Kupang. Lalu pelecehan lagu Aisyah istri Rasulullah di Gorontalo dan Surabaya. Baru-baru ini muncul pula prank yang dilakukan oleh gadis belia kepada petugas medis bahwa dia berpura-pura mengaku positif covid-19 di Bone. Banyaknya kejadian tidak terpuji yang dilakukan oleh anak muda merupakan contoh dari krisis moral yang sedang terjadi di masyarakat Indonesia saat ini. Tidak hanya itu, mereka juga dicaci-maki oleh warganet, sehingga cyberbullying tidak terhindari lagi. Orang-orang yang melakukan pembullian terhadap pelaku tersebut akhirnya tidak ada bedanya, sama-sama tidak bisa mengontrol diri jika telah bersentuhan dengan internet, karena tidak ada kontrol moral di sana. Kebebasan berkomentar di internet tanpa perlu memikirkan kato nan ampek sebagai acuan sopan-santun bersosial bermasyarakat di Minangkabau juga menjadi salah satu penyebab terjadinya cyberbullying di internet.

baca juga: Refleksi: Berdamai Dengan Covid, lebaran Dan Rasa Kemanusiaan

Internet telah membuat anak muda menjadi orang-orang yang instan. Apapun yang mereka ingin ketahui, tinggal ketik di gawai masing-masing. Fenomena yang disebut dengan google effect atau tanya saja mbah google menjadi salah satu trend yang terjadi pada saat sekarang ini. Rata-rata pencarian di Google setiap harinya mencapai 4,7 triliun. Google effect telah mengubah cara berfikir, manusia lebih mengandalkan menyimpan informasi di Google dibandingkan di dalam otak sendiri. Sehingga terjadinya penurunan fungsi otak. Karena otak tidak di asah untuk menyimpan memori dan berfikir kreatif.
Gaya hidup serba instan itulah yang berimbas langsung kepada tingkah laku sehari-hari anak muda sekarang ini. Sebagian anak muda yang menginginkan sesuatu berharap terwujud dengan instan tanpa perlu memperhatikan proses panjang dan kerja keras untuk mencapai sesuatu tersebut. Contohnya saja, untuk menambah banyaknya subscriber atau follower di media sosial, sebagian besar anak muda rela meniadakan batas-batas moral atau rela mengumbar aurat demi viral. Cara-cara tersebut kemudian diadaptasi oleh banyak orang karena terbukti berhasil. Sehingga untuk mencapai suatu keinginan tidak diperlukan lagi kerja keras. Survey juga membuktikan bahwa internet memberikan dampak negatif terhadap moralitas yang lebih besar sebanyak 42% dibandingkan dampak positif yang hanya sebanyak 29%, sisanya tidak berdampak apa-apa.
Pandemi Covid-19 membuat aktivitas anak muda di luar rumah menjadi terbatas dan berakibat kepada konsumsi internet yang terus meningkat. Browsing internet menjadi salah satu alternatif kegiatan di rumah selama pandemi yang dilakukan oleh anak muda. Browsing tidak terbatas pada hal-hal positif saja, namun juga berpeluang besar terjadinya penyimpangan. Penyimpangan terhadap akses tak terbatas internet kerap juga dilakukan, salah satu contohnya adalah akses terhadap konten-konten pornografi.
Anak di bawah umur sekarang telah banyak terpapar konten pornografi karena akses tak terbatas di Internet yang bisa menyebabkan kecanduan. Kecanduan pornografi online sama akibatnya dengan kecanduan obat-obatan pada otak karena terjadinya stimulasi dopamin yang berlebih ketika otak terpapar pornografi. Kerusakan metabolisme pada otak dapat terjadi jika terdapat stimulasi dopamin yang berlebih secara terus menerus dan menyebabkan kerusakan permanen pada otak ketika dewasa. Kehidupan di dunia nyata tidak terasa menyenangkan lagi dibandingkan di dunia internet. Internet yang tidak mempunyai batasan moral dan kontrol sosial lebih menjadi pilihan bagi sebagian anak muda untuk bebas mengekspresikan diri.
Mencegah terjadinya fenomena krisis moral lebih banyak lagi adalah tanggung jawab bersama, apalagi konsumsi internet yang terus meningkat di masa pandemi yang belum tau berakhir kapan. Peran orang tua sebagai kontrol pertama di dalam keluarga menjadi sangat penting dalam mengawasi aktivitas anak-anak dalam mengakses internet. Banyaknya konten yang kurang bermanfaat di media sosial akan berdampak kepada perkembangan biologis dan psikologis anak. Peran pemerintah juga dituntut semakin besar untuk membatasi atau memblokir konten-konten yang dapat merusak moral masyarakat. Penguatan secara spiritualitas juga sangat dibutuhkan untuk menanamkan lagi akhlak-akhlak terpuji di masyarakat selama Bulan Ramadhan ini. Peran serta masyarakat dalam menumbuhkembangkan generasi yang terbaik di masa mendatang juga dapat dilakukan dengan tidak mengapresiasi konten-konten yang tidak bermutu yang ada di Internet. Supply selalu tergantung pada demand. Jika masyarakat tidak mengapresiasi konten-konten yang tidak bermutu maka konten-konten tersebut juga akan hilang dengan sendirinya.
Penulis: Robby Jannatan
Dosen Biologi FMIPA Universitas Andalas
(http://dosen.unand.ac.id/web/detail?kode=-cx–d3y5xc632bn12gd72gsir–ev–dw-9oUjk8y7f4590j65

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

” DoA ” Pilkada Pessel Tawarkan 6 Program Utama

Pesisir Selatan,-Pertumbuhan ekonomi ditengah pandemi Covid -19 ( Corona) sedikit banyak cukup berpengaruh besar kehidupan di tengah masyarakat. Hal itu disebabkan segala...

Terpapar Covid-19, Kondisi Dino Patti Djalal Semakin Memburuk

JAKARTA - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal dinyatakan positif Covid-19. Saat ini, dia dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot...

Ajaran Minangkabau: Sumber, Pewarisan, dan Pemahamannya

Minangkabau yang hingga saat ini masih mempraktekan matrilineal dianggap etnis yang menarik untuk dicermati. Kenyataan ini juga dijadikan asumsi bagi para pengkaji...

Porbi Padang Pariaman Nyatakan Dukungan Pada Pilkada Serentak 2020

Padang Pariaman, beritasumbar.com. Organisasi Porbi Kabupaten Padang Pariaman siap dukung Paslon Refrizal - Happy Neldi dalam Pilkada Bupati - Wakil Bupati Padang...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Ajaran Minangkabau: Sumber, Pewarisan, dan Pemahamannya

Minangkabau yang hingga saat ini masih mempraktekan matrilineal dianggap etnis yang menarik untuk dicermati. Kenyataan ini juga dijadikan asumsi bagi para pengkaji...

Balitbangtan Siap Lepas Kacang Hijau Tahan Salin

Indonesia diperkirakan memiliki lahan salin seluas 0,4 juta hektare (ha) yang membentang sepanjang pantai utara dan selatan Pulau Jawa, Aceh, Nias, Sulawesi...

Jakob Oetama; Tokoh Wartawan Legendaris

Di tahun 2018 dalam Rangkaian Acara Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Andalas ketika itu, salah satu narasumber kunci Usman Kansong Direktur...

Riwayat Pemilu 1955

Pesta Demokrasi yang diadakan pada Tahun 1955 merupakan Pemilu yang pertama dalam sejarah bangsa Indonesia. Waktu itu Republik Indonesia berusia 10...
- Advertisement -