26.6 C
Padang
Monday, November 30, 2020
Beritasumbar.com

Pandemi Covid-19 dan Bom Waktu Krisis Moral
P

Kategori -

Padang,-Indonesia melalui masa pandemi covid-19 dengan banyak lika-liku peristiwa dan diprediksi menjadi bom waktu penularan virus corona. Tidak hanya itu, pandemi juga menjadikan Indonesia sebagai bom waktu terjadinya krisis moral pada anak muda. Krisis moral tersebut sebagian besar disebabkan oleh dampak negatif kemajuan teknologi karena tak terbatasnya akses internet. Anak muda seumur jagungpun sekarang telah bisa mengakses apapun yang mereka inginkan di internet. Anak muda terpapar arus informasi yang tidak tersaring dengan baik sehingga membuat tergerusnya moral, hilangnya norma sopan-santun dan maraknya terjadi perbuatan yang tidak terpuji.
Beberapa waktu lalu banyak anak muda yang ditangkap oleh pihak berwajib karena perbuatan tidak terpuji yang mereka lakukan yang diunduh ke internet. Contohnya seorang youtuber yang melakukan prank dengan memberikan paket sembako berisi sampah di Bandung. Seorang perempuan yang melecehkan gerakan shalat untuk konten TikTok di Kupang. Lalu pelecehan lagu Aisyah istri Rasulullah di Gorontalo dan Surabaya. Baru-baru ini muncul pula prank yang dilakukan oleh gadis belia kepada petugas medis bahwa dia berpura-pura mengaku positif covid-19 di Bone. Banyaknya kejadian tidak terpuji yang dilakukan oleh anak muda merupakan contoh dari krisis moral yang sedang terjadi di masyarakat Indonesia saat ini. Tidak hanya itu, mereka juga dicaci-maki oleh warganet, sehingga cyberbullying tidak terhindari lagi. Orang-orang yang melakukan pembullian terhadap pelaku tersebut akhirnya tidak ada bedanya, sama-sama tidak bisa mengontrol diri jika telah bersentuhan dengan internet, karena tidak ada kontrol moral di sana. Kebebasan berkomentar di internet tanpa perlu memikirkan kato nan ampek sebagai acuan sopan-santun bersosial bermasyarakat di Minangkabau juga menjadi salah satu penyebab terjadinya cyberbullying di internet.

baca juga: Refleksi: Berdamai Dengan Covid, lebaran Dan Rasa Kemanusiaan

Internet telah membuat anak muda menjadi orang-orang yang instan. Apapun yang mereka ingin ketahui, tinggal ketik di gawai masing-masing. Fenomena yang disebut dengan google effect atau tanya saja mbah google menjadi salah satu trend yang terjadi pada saat sekarang ini. Rata-rata pencarian di Google setiap harinya mencapai 4,7 triliun. Google effect telah mengubah cara berfikir, manusia lebih mengandalkan menyimpan informasi di Google dibandingkan di dalam otak sendiri. Sehingga terjadinya penurunan fungsi otak. Karena otak tidak di asah untuk menyimpan memori dan berfikir kreatif.
Gaya hidup serba instan itulah yang berimbas langsung kepada tingkah laku sehari-hari anak muda sekarang ini. Sebagian anak muda yang menginginkan sesuatu berharap terwujud dengan instan tanpa perlu memperhatikan proses panjang dan kerja keras untuk mencapai sesuatu tersebut. Contohnya saja, untuk menambah banyaknya subscriber atau follower di media sosial, sebagian besar anak muda rela meniadakan batas-batas moral atau rela mengumbar aurat demi viral. Cara-cara tersebut kemudian diadaptasi oleh banyak orang karena terbukti berhasil. Sehingga untuk mencapai suatu keinginan tidak diperlukan lagi kerja keras. Survey juga membuktikan bahwa internet memberikan dampak negatif terhadap moralitas yang lebih besar sebanyak 42% dibandingkan dampak positif yang hanya sebanyak 29%, sisanya tidak berdampak apa-apa.
Pandemi Covid-19 membuat aktivitas anak muda di luar rumah menjadi terbatas dan berakibat kepada konsumsi internet yang terus meningkat. Browsing internet menjadi salah satu alternatif kegiatan di rumah selama pandemi yang dilakukan oleh anak muda. Browsing tidak terbatas pada hal-hal positif saja, namun juga berpeluang besar terjadinya penyimpangan. Penyimpangan terhadap akses tak terbatas internet kerap juga dilakukan, salah satu contohnya adalah akses terhadap konten-konten pornografi.
Anak di bawah umur sekarang telah banyak terpapar konten pornografi karena akses tak terbatas di Internet yang bisa menyebabkan kecanduan. Kecanduan pornografi online sama akibatnya dengan kecanduan obat-obatan pada otak karena terjadinya stimulasi dopamin yang berlebih ketika otak terpapar pornografi. Kerusakan metabolisme pada otak dapat terjadi jika terdapat stimulasi dopamin yang berlebih secara terus menerus dan menyebabkan kerusakan permanen pada otak ketika dewasa. Kehidupan di dunia nyata tidak terasa menyenangkan lagi dibandingkan di dunia internet. Internet yang tidak mempunyai batasan moral dan kontrol sosial lebih menjadi pilihan bagi sebagian anak muda untuk bebas mengekspresikan diri.
Mencegah terjadinya fenomena krisis moral lebih banyak lagi adalah tanggung jawab bersama, apalagi konsumsi internet yang terus meningkat di masa pandemi yang belum tau berakhir kapan. Peran orang tua sebagai kontrol pertama di dalam keluarga menjadi sangat penting dalam mengawasi aktivitas anak-anak dalam mengakses internet. Banyaknya konten yang kurang bermanfaat di media sosial akan berdampak kepada perkembangan biologis dan psikologis anak. Peran pemerintah juga dituntut semakin besar untuk membatasi atau memblokir konten-konten yang dapat merusak moral masyarakat. Penguatan secara spiritualitas juga sangat dibutuhkan untuk menanamkan lagi akhlak-akhlak terpuji di masyarakat selama Bulan Ramadhan ini. Peran serta masyarakat dalam menumbuhkembangkan generasi yang terbaik di masa mendatang juga dapat dilakukan dengan tidak mengapresiasi konten-konten yang tidak bermutu yang ada di Internet. Supply selalu tergantung pada demand. Jika masyarakat tidak mengapresiasi konten-konten yang tidak bermutu maka konten-konten tersebut juga akan hilang dengan sendirinya.
Penulis: Robby Jannatan
Dosen Biologi FMIPA Universitas Andalas
(http://dosen.unand.ac.id/web/detail?kode=-cx–d3y5xc632bn12gd72gsir–ev–dw-9oUjk8y7f4590j65

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Terkait Bocornya Tanki Penyimpanan BBM SPBU Parit Rantang, ini Komentar Hamdi Agus

Payakumbuh,BeritaSumbar.com, – Terkait Tumpahnya atau diduga ada kebocoran bahan bakar minyak (BBM) SPBU di drainase Kelurahan Parik Rantang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Sabtu...

DPP Surosowan Indonesia Bersatu, Apresiasi dan Dukung Komjen Pol Boy Rafli Amar Jadi Kapolri

JAKARTA - Dengan Akan memasuki masa Pensiun, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis terus melakukan Reformasi Birokrasi di tubuh Kepolisian, namun bursa calon...

Sukseskan Pilkada 2020, MOGE Disdukcapil Payakumbuh Geruduk Warga

Payakumbuh ,BeritaSumbar.com,- Umpama pepatah, sekali dayung dua pulau terlampaui. Hal itu yang dilakukan oleh layanan Motor Operasional Gerai Pelayanan (MOGE) keliling berkesinambungan...

Budidaya Sri Rejeki, Pilihan Bisnis Santai Namun Menjanjikan Saat Pandemi

Oleh: Iga Permata Hany & Jelita Putri Adisti Mari mengenal salah satu jenis tumbuhan yang sedang marak dibudidayakan dikalangan...

Ditabrak Pengendara Sepeda Motor,Mobil Dinas Wakil Ketua DPRD Tanah Datar Di Amankan

Tanah Datar,Beritasumbar.com - Ditabrak pengendara sepeda motor,mobil dinas Wakil Ketua DPRD Tanah Datar di amankan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tanah Datar,...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Simalakama Pandemi: Liburan atau Stay at Home?

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih - Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Corona sudah menjadi beban dunia sejak...

Budidaya Sri Rejeki, Pilihan Bisnis Santai Namun Menjanjikan Saat Pandemi

Oleh: Iga Permata Hany & Jelita Putri Adisti Mari mengenal salah satu jenis tumbuhan yang sedang marak dibudidayakan dikalangan...

Indikasi Bunuh Diri Relawan Covid-19 China di Brasil, Ada apa dengan Pengujian Klinis Vaksin Covid-19?

Oleh : Ramadhila Sari - Penulis adalah Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Kasus infeksi Covid-19 meningkat di 80 negara sebagian...

Pandemi Covid-19 Dapat Mengancam Penurunan Populasi Hiu?

Oleh: Nada Julista. S - Mahasiswa Biologi FMIPA Unand Selama pandemi Covid-19 ini, tentunya kita dihadapkan dengan pencarian solusi...

Urgensi Vaksin Covid-19

Oleh: Ayu Resti Andrea Suri - Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Baru-baru ini masyarakat telah digencarkan oleh banyaknya vaksin yang...

Nauclea Orientalis, Bunga Yang Mirip Virus Corona.

Oleh: Lidia Gusvita Nasra ~ Mahasiswa Biologi, Universitas Andalas, Padang Tak hanya perkembangan kasus virus corona yang dibicarakan saat...

Kontroversi Taman Nasional Komodo, Urgensi Antara Tempat Wisata atau Konservasi Komodo?

Oleh : Hafshah Mentari Zurisah ~ mahasiswi Program Studi S1 Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Siapa yang tidak tahu Taman...

DIKLATSAR Pecinta Alam Penting Bagi Pendaki Modern Maupun Pendaki Pemula

Oleh : SEPTIANI (Raff 400 Tst) ~ Mahasiswa Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Diklatsar Pecinta Alam, sebuah kata yang...

Waspada, Rumpon Asing Si Pembawa Masalah di Perairan Indonesia

Oleh : Dika Putri Sehati dan Shania Refka Fandesti ~ Mahasiswa Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Laut Natuna merupakan salah...

2021 Tatap Muka, Selamat Tinggal Kuliah Daring

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih ~ Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Sudah hampir 10 bulan semenjak Presiden...
- Advertisement -