24 C
Padang
Rabu, Maret 3, 2021
Beritasumbar.com

Padang – Bukittinggi Macet
P

Kategori -

Bukittinggi – Lalu lintas di jalan provinsi dari arah kota Padang menuju Bukittinggi memasuki hari kedua Lebaran 2014, Selasa, macet mencapai puluhan meter.

Dari Padangpanjang menuju Bukittinggi berjarak sekitar 30 kilometer bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 30 menit jika lalu lintas lancar. Sebagian besar kendaraan yang berada dalam kemacetan itu bernomor polisi dari luar Sumatara Barat.

Kemacetan tersebut terjadi hanya satu arah yakni dari kota Padang menuju kota Bukittinggi karena jalur jalan Padang-Bukittinggi satu-satunya jalan lintas menuju Sumatera Utara dan Pekanbaru, Riau.

Kemacetan tersebut diperparah dengan banyaknya kendaraan warga yang melintas di setiap perempatan jalan di sepanjang jalur lintas Padang Bukittinggi.

Disamping itu, terdapatnya pasar tumpah seperti di pasar Padanglua, Kabupaten Agam.

Kemacetan akibat volume kendaraan roda empat yang meningkat tersebut tidak saja ukuran kecil tapi juga kendaraan besar.

Seorang pengemudi, Atrizal, menyebutkan, kemacetan mulai dirasakan dari Malibo Anai, Kabupaten Padangpariaman.

“Di Malibo Anai, Kabupaten Padang Pariaman itu kemacetan tak begitu parah. Kendaraan masih dapat berjalan dengan lancar,” katanya.

Kemacetan membuat kendaraan sulit bergerak mulai dirasakan di jalur jalan Banuhampu, Kabupaten Agam, tepatnya mulai di depan Polsek Banuhampu hingga ke pasar Padanglua.

Akibat kemacetan itu, lanjutnya, waktu tempuh dari Padang menuju Bukittinggi bertambah 8 jam dari waktu biasanya hanya sekitar 2 jam perjalanan.

Jalur alternatif Padang-Bukittinggi melewati pertigaan Koto Baru menuju Sungaipuar dan tembus ke Tanjung Alam, Kabupaten Agam juga padat.

Polres Kota Bukittinggi pada lebaran 2014 ini telah mengerahkan 364 personel untuk pengamanan lebaran serta mengatasi kemacetan.

“Ke-364 personel tersebut akan ditempatkan di Pos Pengamanan Lebaran yang dipersiapkan dengan tugas menjaga sinergitas dan keamanan, sebagai wujud pelayanan prima kepada masyarakat dalam menghadapi arus mudik dan arus balik pada Lebaran yang akan datang,” kata Kasat Lantas Polres Kota Bukittinggi, AKP Mochammad Sajarod Zakun.

Selain itu, juga mendirikan di antaranya di Jam Gadang dan Aur Kuning, Pasar Padang Luar, Simpang Mandiangin, Simpang Tanjung Alam, serta Simpang Baso, katanya. (rfk/antara)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Wako Bukittinggi Erman Safar Buktikan Janji dan Komitmennya

Bukittinggi, beritasumbar.com -- Sering memang, seseorang setelah duduk di tahta yang telah didapat, bakal banyak lupa apa yang telah dijanjikan. Penyakit lupa, terkadang harus...
- Advertisement -

Tanpa Kantongi Izin, Wako Erman Safar agar Pertimbangkan Pengoperasian RSUD Bukittinggi

Bukittinggi, beritasumbar.com -- Pemerintahan Kota Bukittinggi di bawah kepemimpinan wali kota dan wakil wali kota, Erman Safar - Marfendi, agaknya perlu untuk mengkaji kembali...

PD PII Padang Dilantik; SKB 3 Menteri Kembali Menuai Tantangan

Polemik SKB tiga Menteri kembali menuai tantangan berat dari berbagai elemen di Sumatera Barat, selain tokoh ulama dan tokoh adat; saat ini juga di...
- Advertisement -

Rakor Kepala Daerah se-Sumbar, Gubernur Apresiasi Daerah Dengan Capaian Vaksinasi 100 Persen

Dalam rangka percepatan pembangunan Sumatera Barat (Sumbar), hari pertama setelah serah terima jabatan, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi dan Audy Joinaldi langsung menggelar rapat koordinasi dengan bupati dan walikota se-Sumbar, di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Jumat (26/2/2021).

3 Orang Bandar Dan Pemakai Narkoba Dibekuk Tim Sapu Jagat Polres Pessel

Pesisir Selatan,BeritaSumbar.com,-Opsnal Sapu Jagat Resnarkoba Polres Pesisir Selatan menangkap tiga orang pemakai dan pengedar narkoba jenis ganja juga sabu - sabu di dua tempat berbeda. Di wilayah hukum Polres Pesisir Selatan. Rabu (3/3).
- Advertisement -

Tulisan Terkait

BPNB Sumbar Sosialisasikan Persiapan Pemajuan Kebudayaan Nagari Koto Gadang Koto Anau

Nagari Koto Gadang Koto Anau yang berada di kaki Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pernah jadi daerah yang kaya dengan hasil cengkehnya. Kekayaan daerah tersebut membuat kolonial Belanda pernah berdiam di sana. Perkembangan kerajaan di Minangkabau hingga perjuangan bangsa sebelum dan awal kemerdekaan juga punya catatan tersendiri bagi daerah tersebut.

Kapur IX Dan Pesona Wisata Alamnya

Saat ini wisata alam baik dalam bentuk tracking, adventure atau olahraga alam sangat banyak digandrungi masyarakat. Spot spot wisata baru jadi sasaran saat ada waktu libur. Kabupaten Limapuluh Kota yang memiliki 13 kecamatan dengan 79 nagari sangat banyak memiliki lokasi untuk wisata alam tersebut. Seperti halnya Kecamatan Kapur IX.

Jalan Puncak Pato Lintau Berubah Menjadi Objek Wisata Dadakan

Tanah Datar, beritasumbar.com- Puluhan warga masyarakat sekitar Kecamatan Lintau Buo Utara dengan Kecamatan Sungayang ramai mendatangi Jalan Puncak Pato karena menjadi objek wisata dadakan...

Warga sekitar kumpulkan donasi untuk menangkan Kampung Sarugo di API Award

Limapuluh Kota, beritasumbar.com - Guna memenangkan perkampungan wisata Kampung Saribu Gonjong (Sarugo) di Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2020 sebagai Kampung Adat Terpopuler warga...

Solok Selatan Luncurkan Seragam Daerah Bagi ASN Dan Pelajar

Padang Aro, beritasumbar.com - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) meluncurkan motif baju seragam daerah untuk Aparatur Sipil Negara (ASN)...

Kadis Pariwisata Payakumbuh: Ekraf Dapat Menjadi Ajang Promosi Makanan Tradisional

Payakumbuh, BeritaSumbar.com - Kehadiran Pasar ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Payakumbuh selain dapat menjadi ajang promosi wisata juga dapat menjadi ajang promosi untuk makanan...

Gamaik Kolaborasi Hoyak Pasar Ekraf 2020 Payakumbuh

Payakumbuh, BeritaSumbar.com - Grup Musik Gamaik Mandayu asal Kota Padang tampil dalam pasar ekonomi kreatif (Ekraf) 2020 di Agam Jua Art and Culture Cafe,...

Kontroversi Taman Nasional Komodo, Urgensi Antara Tempat Wisata atau Konservasi Komodo?

Oleh : Hafshah Mentari Zurisah ~ mahasiswi Program Studi S1 Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Siapa yang tidak tahu Taman Nasional Komodo? Taman Nasional Komodo merupakan...

DIKLATSAR Pecinta Alam Penting Bagi Pendaki Modern Maupun Pendaki Pemula

Oleh : SEPTIANI (Raff 400 Tst) ~ Mahasiswa Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Diklatsar Pecinta Alam, sebuah kata yang tak asing didengar. Sebuah prosesi yang...

Liburan di Lembah Harau, Tak Perlu Merencanakan Aktivitas

Beberapa tahun kebelakang, Lembah Harau menjadi salah satu destinasi favorit di Sumatera Barat di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara. Padahal, letaknya cukup jauh dari kota...
- Advertisement -