23.7 C
Padang
Kamis, Januari 20, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Menyambut Dies Faperta ke 67 : Universitas Andalas Gelar Diseminasi Iptek Budidaya dan Pengolahan Minyak Nilam Di Kelompok Tani Bukik Bulek
M

- Advertisement -

Oleh : Ryan Budi Setiawan SP, M.Si

Tanaman nilam merupakan salah satu penghasil minyak atsiri yang lebih dikenal di perdagangan internasional dengan Patchouli Oil. Dikutip dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Indonesia adalah produsen utama minyak nilam dunia, menguasai sekitar 95% pasar dunia. Data dari Badan Pusat Statistik pada tahun 2020 Luas area budidaya nilam seluas 12.200 ha dengan produksi minyak sebanyak 2.100 ton. Ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga saat ini, sekitar 85% ekspor minyak atsiri Indonesia didominasi oleh minyak nilam dengan volume 1.200-1.500 ton/tahun, dan diekspor ke beberapa negara diantaranya Singapura, Amerika Serikat, Spanyol, Perancis, Switzerland, Inggris, dan negara lainnya.

Data statistik melaporkan bahwa luas areal dan produksi minyak nilam cenderung berfluktuatif. Menurut Dr. Yusniwati selaku dosen Faperta Unand “, fluktuasi ini disebabkan oleh banyak hal, diantaranya harga jual minyak yang mempengaruhi animo masyarakat untuk budidaya nilam, teknis budidaya yang ideal dan penggunaan bahan tanam yang unggul, faktor serangan organisme penggangu tanaman, faktor cuaca dan lingkungan serta konversi lahan pertanian. Oleh karena itu diperlukan berbagai aspek kajian untuk terus mengembangkan tanaman nilam sebagai komuditas unggulan.

“Saat ini sentra produksi minyak nilam di Indonesia berada di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat. Khususnya Sumatera barat, provinsi ini memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu produsen nilam terbesar jika aspek budidaya dan pengolahan hasil panen dikelola dengan baik. Termasuk pemilihan varietas unggul perlu jadi pertimbangan utama sebelum proses penanaman. Beberapa varietas nilam yang saat ini berpotensi dikembangkan adalah tapak tuan, varietas sidikalang, varietas lhoksumawe dan varietas Pachoullina 1 dan 2″, tambah beliau.

“, Prospek ekspor minyak nilam sangat besar, mengingat permintaan dunia akan minyak nilam terus meningkat. Minyak nilam berfungsi sebagai bahan pengikat (fiksator) dalam industri Parfum/Fragrance, kosmetik, farmasi, dan aromaterapi dan sampai saat ini belum dapat digantikan oleh bahan yang lain”, Ujar Dr.Indra Dwipa.

“,Peningkatan produksi nilam yang diharapkan akan berdampak terhadap peningkatan ekonomi petani harus dilakukan secara sinergi oleh berbagai pihak, baik Pemerintah, Akademisi, LSM dan petani itu sendiri. Khususnya akademisi yang memiliki tanggung jawab moril untuk mendiseminasikan Iptek yang telah dikembangkan di Perguruan tinggi sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat pengguna yaitu petani. Oleh karena itu dalam rangka memperingati Dies Natalis ke 67 Fakultas Pertanian, Tim pengabdian dari Universitas Andalas melakukan program diseminasi hasil Iptek dengan tema Membantu Nagari Membangun untuk peningkatan produksi nilam di Sumatera Barat pada tanggal 28 November 2021”, tambah beliau yang saat ini menjabat sebagai Dekan Faperta Unand.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Dr. Yusniwati yang sejak beberapa tahun terakhir sangat konsen meneliti beberapa tanaman penghasil minyak atsiri seperti nilam dan sereh wangi. Kegiatan pengabdian ini tidak hanya melibatkan tim ahli dari fakultas pertanian saja, namun juga melibatkan beberapa kolega dosen dari Fakultas Teknik Pertanian dengan beberapa bidang keahlian seperti pengolahan hasil pertanian, kimia organik dan mekanisasi pertanian. “, Kami berharap sinergi dari beberapa bidang keilmuan ini akan mempercepat proses diseminasi dan adopsi iptek oleh petani”, ungkap beliau.

Tim Pengabdian ini ditugaskan untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat oleh Rektor melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas (LPPM Unand). “,Kegiatan pengabdian ini merupakan langkah awal untuk diseminasi hasil riset dan transfer pengetahuan, sehingga kedepan menjadi salah satu program unggulan untuk membantu nagari membangun”, Ujar Dr. Uyung selaku ketua LPPM Unand.

Dr. Makky sebagai tim pengabdian menyatakan  bahwa “,Kegiatan diseminasi iptek telah dilakukan  di Kelompok Tani Bukik Bulek di Daerah sungkai  diharapkan menjadi pilot project budidaya nilam di Sumatera Barat. Daerah Sungkai mempunyai lahan yang cukup luas dan  bisa dijadikan areal budidaya Nilam. Lahan yang mau ditanami dengan Nilam harus jelas varietasnya, karena kandungan minyak atsiri sangat ditentukan oleh genetik dan lingkungan tempat tumbuhnya. Sumber bibit harus jelas, lingkungan tumbuh harus sesuai dengan persyaratan yang dibutuhkan oleh tanaman nilam”.

“,Sebenarnya petani di Sungkai telah melakukan penyulingan tanaman nilam, namum belum efektif. Selain itu, petani juga belum paham mengenai standar mutu minyak nilam”, ujarnya.

Dalam kegiatan pengabdian ini dilakukan pembinaan secara berkelanjutan, bagaimana cara mendapatkan/memperbanyak bibit yang berkualitas, cara budidaya nilam yang baik sehingga hasil nilam yang akan dibudidayakan oleh masyarakat tersebut bisa berkualitas tinggi, pelatihan cara panen dan perlakuan pendahuluan sebelum penyulingan, penyuluhan tentang alat suling dan cara penyulingan minyak Nilam, serta cara pengemasan minyak nilam.

“, Kami berharap Tim Unand terus mendampingi kelompok tani bukik bulek dan menjadikan Sungkai sebagai Nagari Binaan agar terus berkembang kedepan”, ujar salah satu petani.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img