28 C
Padang
Minggu, Oktober 24, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Mega Proyek Di Tanah Datar Memprihatinkan
M

Kategori -
- Advertisement -

Tanah Datar,Beritasumbar.com – Mega Proyek yang di gadang gadangkan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat dan pendapatan daerah Kabupaten Tanah Datar khususnya di daerah Lintau IX Koto sangat memprihatinkan dalam pencapaian target pengerjaan.

Dua mega proyek yang telah dilakukan pelaksanaan pengerjaannya dengan anggaran ratusan miliaran rupiah,hingga hari ini tidak terselesaikan dengan baik sesuai target yang di tentukan,diantaranya yaitu proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro ( PLTMH ) dan Irigasi Batang Sinamar yang berada hampir di satu wilayah kerja yang sama yakni di Kecamatan Lintau Buo Utara,Kecamatan Lintau Buo.

Salah satu masyarakat yang tidak ingin disebutkan identitasnya mengungkapkan,” Setiap pelaksanaan proyek di Lintau ini mengalami kendala yang sama,semisalnya saja tahap awal masuknya proyek PLTMH Kalo Kalo pada tahun 2014 di Nagari Lubuk Jantan dan Tanjung Bonai yang membutuhkan serba ekstra penyelesaian di setiap lini pengerjaan,”contohnya saja,mengenai permasalahan pembebasan dan penggunaan lahan warga serta ulayat nagari yang hingga kini menyebabkan kegaduhan,bahkan beberapa individu mencari untung berkali kali dalam satu ulayat yang telah di bebaskan.

“karna saya pernah terlibat serta sebagai karyawan salah satu Subcon di proyek tersebut,sangat menyayangkan terjadinya hal yang seperti ini,”bukannya kita tidak tahu,saya juga masih menyimpan data yang telah dilakukan pembebasan ulayat dari awal hingga penggantian berulang ulang oleh perusahaan pengembang PT.Ikhwan Mega Power (IMP),”kita juga heran,memang bisa ya setelah di ganti rugi, kembali di ganti rugi sampai empat kali.”Selaku anak nagari Lintau kita cukup prihatin dengan keadaan proyek di wilayah kita.

Senada dengan salah satu masyarakat lainnya, Syaparudin warga Lintau Buo juga menyampaikan,”bukan hanya pengerjaan PLTMH saja yang bermasalah,Irigasi Batang Sinamar pun mangkrak sampai hari ini.”sudah satu tahun dari tahun 2020 / 2021 tidak terlihat aktifitas pekerjaan di lahan yang telah bebas untuk kegiatan proyek Irigasi.

“Dari target dan prediksi pemerintah,sekitar 3.200 hektare lahan pertanian masyarakat yang dapat di airi oleh proyek Irigasi Batang Sinamar,hanya sekian persen dari beberapa jaringannya yang telah berfungsi untuk pengairan sawah seperti di Nagari Tigo Jangko dan Pangian,”untuk saluran induknya sendiri entah kapan di selesaikan.(haries)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img