27 C
Padang
Senin, Januari 18, 2021
Beritasumbar.com

Mau Apa Kita dengan Payakumbuh?
M

Kategori -

Sebuah refleksi Walikota Payakumbuh Riza Falepi atas kecintaannya pada warganya.

Ditulis oleh: Riza Falepi, ST, MT (Walikota Payakumbuh)

[dropcap color=”#000000″ font=”0″]A[/dropcap]pa yang terjadi di tengah-tengah masyarakat kita saat ini, seyogyanya masyarakat sudah cukup lelah dengan apa yang diurus dengan aktifitas sehari-hari.

Terbersit sebuah pertanyaan, bagaimana kita yang memimpin Payakumbuh bisa dan dapat memahami kondisi kekinian, bukan sebaliknya memimpin dengan ‘memanfaatkan’ kondisi apalagi memanfaatkan gosip murahan yang sedang terjadi dengan pencitraan yg tidak substantif.

Sebagai seorang pemimpin, tantangan terberat hari ini justru datang dari tuntutan pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, sambil menjaga spirit masyarakat seperti Adat Basandi Syara’ & Syarak Basandi Kitabullah (ABS SBK) yang merupakan jati diri kita.

Kita tidak mungkin bekerja sekedar mengangguk atau menggeleng. Mari sejenak kita melihat ke belakang, dahulu ekonomi dan pendidikan saat zaman Belanda sampai pada awal kemerdekaan Indonesia, Sumatera Barat termasuk terdepan, namun sekarang kita kalah oleh daerah lain yang terus menerus berbenah.

Kita harus maju dengan kultur budaya masyarakat industri dengan sifat-sifatnya yang bisa memanfaatkan waktu dengan baik, egaliter, disiplin, efisien dan efektif, berbudaya dan sangat produktif.

Sejatinya Gross Domestic Product (GDP) per kapita rakyat Payakumbuh sekitar Rp 24 jt/tahun, berdasarkan data ini GDP Payakumbuh termasuk kurang dari rata-rata nasional yang sudah di atas USD 3.500,- per/tahun atau di atas Rp 40 jt/tahun.

Kalau kita masih bangun spirit hidup seperti adanya di Payakumbuh hari ini, jujur kami sangat pesimis. Kita harus memulai perubahan dengan kultur masyarakat industri yang baik yang ditandai dengan adanya sistem pendidikan yang baik, industri yang tumbuh yang memiliki daya saing cukup untuk masuk pasar global, mampu beradaptasi dengan tantangan hari ini, dan yang terakhir punya kesadaran untuk maju.

Untuk hal itu semua, perlu dua hal yang mesti dibenahi. Yaitu pendidikan dengan membangun masyarakat berkarakter industri yang baik dan yang kedua menetapkan segmen industri apa yang akan dibangun berdasarkan faktor endowment sehingga kita dapat fokus.

Tanpa fokus kita akan sulit bersaing di pasar global. Keresahan ini kami rasakan tapi tidak ada yang peduli. Banyak orang yang hanya bertanya untuk hal-hal yang remeh temeh dan tidak pernah menuntut tentang yang kami resahkan ini. Mulai dari perantau, tokoh Payakumbuh, pers, dunia usaha, dan banyak segmen lain.

Apakah kita senang jadi masyarakat tukang gosip tanpa produktivitas yang baik? Menyedihkan ketika mendapati dan melihat kondisi begini, dan inilah kegagalan masyarakat kita yang kita takutkan.

Harusnya kita bisa lebih berani menantang pulau jawa yang lebih maju, bahkan malaysia, singapura, Cina yang kenyataan hari ini lebih maju.

Kalau pertanyaan sekedar pelebaran jalan, tempat parkir, pasar dan lain-lain. Wako tetap memikirkan, tapi hal ini adalah porsi yang banyak eksekusinya di tingkat kepala dinas atau di bawah koordinasi sekda. Wako tentunya akan mengusahakan anggarannya.

Kita Payakumbuh tidak seperti Jakarta yang dipimpin Bapak Ahok, Bandung yang di nahkodai Bapak Ridwan Kamil, Surabaya yang dipimpin Bu Tri Rismarini yang memiliki anggaran yang sangat besar. Tugas Wako Payakumbuh lebih berat dari sekedar hanya menghabiskan anggaran dan lain sebagainya. ‘Mencari’ justru sangat perlu karna kita sadar APBD Payakumbuh kecil. Tapi lebih dari itu semua, membangun masyarakat industri yang kuat jauh lebih dibutuhkan untuk pertumbuhan Payakumbuh yang berkelanjutan, siapapun nahkoda Payakumbuh selanjutnya.

Kalau kita tidak lakukan hal ini, sama saja kita memelihara kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan di Payakumbuh. Mungkin 50 tahun kedepanpun Payakumbuh tidak akan berubah signifikan, dan apakah kita menjadi bagian dari orang-orang yang berkontribusi untuk itu?

Wallahu A’lam Bishawab..

 

 

Editor: Rifki Payobadar, ST

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Nofrijal Hidupkan Wisata Kuliner Lewat Gowes Wes Wes

Suasana pagi di Kota Padang dihidupkan oleh olahraga bersepeda yang dikenal dengan gowes. Saat ini komunitas bersepeda tumbuh bagaikan jamur di musim penghujan, dipicu pandemi Covid-19 yang tengah melanda Sumatera Barat dan Indonesia pada umumnya sejak Maret 2020 lalu.
- Advertisement -

Komisi IV DPRD Serta Dinas LH Sumbar Sambangi PLTMH Lintau,Kami Tidak Menemukan Pelanggaran

Anggota Komisi IV DPRD Beserta Dinas Lingkungan Hidup (LH) Provinsi Sumatera Barat menyambangi Proyek PLTMH Kalo Kalo di Kecamatan Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar,Selasa 12/10/2016.

Melahirkan Kepercayaan Masyarakat Untuk di Vaksinasi

Untuk lahirkan Kepercayaan Masyarakat Pada Vaksin Covid-19 pemerintah perlu lebih transparan soal vaksin Covid-19, terutama pada aspek keamanan dan biaya.
- Advertisement -

Laga Divisi 3 Turnamen Nusa Bersinar Cup Di NDB Ditutup Wawako Erwin Yunaz

Wakil Wali Kota Erwin Yunaz tidak setengah-setengah memberikan support kepada pemain dan panitia sejak Turnamen Nusa Bersinar CUP dihelat pertengahan Desember tahun lalu. Laga Divisi 3 yang dibuka dan diresmikan orang nomor dua di Kota Payakumbuh itu, juga ditutupnya dengan menyerahkan hadiah langsung kepada sang pemenang, Kamis (8/1) malam, di lapangan Badminton Outdoor Kelurahan Nunang Daya Bangun (NDB), Kecamatan Payakumbuh Barat.

Diduga Takut Lihat Polisi Patroli, Sopir L 300 Tinggalkan Mobil Bermuatan Kayu

Diduga takut saat melihat anggota Polsek Lengayang melakukan patroli wilayah, mobil L 300 warna bermuatan kayu diduga hasil Ilegal Logging ditinggal sopir ditengah jalan, di simpang Lubuak Bagalung, Nagari Lakitan Induk, Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan.
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Melahirkan Kepercayaan Masyarakat Untuk di Vaksinasi

Untuk lahirkan Kepercayaan Masyarakat Pada Vaksin Covid-19 pemerintah perlu lebih transparan soal vaksin Covid-19, terutama pada aspek keamanan dan biaya.

Waspadai ! Perbudakan Intelektual dibalik Akreditasi Perguruan Tiggi

Perguruan Tinggi / Kampus adalah salah satu wadah pendidikan yang sangat berperan penting untuk kemajuan peradaban bangsa dengan mencetak para intelektual yang berkualitas. Melalui keilmuan yang dimilikinya mereka akan terjun kemasyarakat untuk menyelesaikan berbagai problem yang dihadapi.

Menkes: Bantu para Tenaga Medis dengan Patuhi Protokol Kesehatan

Upaya keras pemerintah dalam menghadapi dan menangani pandemi Covid-19 di sisi hilir tidak akan lengkap bila tanpa dibarengi dengan upaya di sisi hulu atau pencegahan. Maka itu, kesadaran seluruh pihak untuk melakukan upaya proaktif mencegah penyebaran Covid-19 amat diharapkan.

Keuntungan Berbisnis Kotoran

Mungkin agak tekesan jorok istilah keuntungan berbisnis kotoran ini kita dengar. Tapi hal ini sangat membantu meningkatkan ekonomi para petani. Kotoran disini yang dimaksud adalah kotoran binatang ternak seperti sapi, kambing, kerbau atau lainnya yang banyak di pelihara masyarakat.

Universitas Bung Hatta Padang Tekan MoU dengan Yayasan Madani

Kamis 17 Desember 2020, bertempat di ruang Rektorat Universitas Bung Hatta Padang telah ditanda tangani kesepakatan atau MOU antara universitas Bung Hatta Padang dengan Yayasan Madani yang mempelopori gerakan Kembalikan Marwah Minangkabau.

Politik Dinasti dan Gerbang Meritokrasi

Bagi banyak individual, tata aturan kekerabatan tidaklah secara teoritis mengesampingkan aturan politik. Menurut definisi morgan terdahulu, kekerabatan megatur keadaan socitas dan yang kedua mengatur civitas. Atau menggunakan terminologi yang sering digunakan sekarang ini yang pertama merujuk pada struktur-struktur respositas dan kedua merujuk pada dikotomi yang jelas.

Simalakama Pandemi: Liburan atau Stay at Home?

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih - Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Corona sudah menjadi beban dunia sejak pertama kalinya China melaporkan adanya penyakit...

Budidaya Sri Rejeki, Pilihan Bisnis Santai Namun Menjanjikan Saat Pandemi

Oleh: Iga Permata Hany & Jelita Putri Adisti Mari mengenal salah satu jenis tumbuhan yang sedang marak dibudidayakan dikalangan ibu-ibu saat ini, siapa lagi kalau...

Indikasi Bunuh Diri Relawan Covid-19 China di Brasil, Ada apa dengan Pengujian Klinis Vaksin Covid-19?

Oleh : Ramadhila Sari - Penulis adalah Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Kasus infeksi Covid-19 meningkat di 80 negara sebagian orang di belahan bumi utara menghabiskan...

Pandemi Covid-19 Dapat Mengancam Penurunan Populasi Hiu?

Oleh: Nada Julista. S - Mahasiswa Biologi FMIPA Unand Selama pandemi Covid-19 ini, tentunya kita dihadapkan dengan pencarian solusi terkait masalah ini dengan berbagai upaya...
- Advertisement -