25.6 C
Padang
Saturday, September 19, 2020

LPG 3 Kg Dijual Beragam di Payakumbuh

Warga kota pemakai   LPG tabung  3 Kg keluhkan dengan harga gas yang belum seragam  pada  sejumlah titik penyalur atau sub agen (pangkalan) yang ditunjuk Pertamina. Karena, di lapangan ditemukan ada pangkalan yang menjual gas 3 Kg  Rp16.000, di atas harga eceran tertinggi (HET) yang seharusnya Rp15.000. Sekdako Payakumbuh H. Benny Warlis, MM, yang diminta konfirmasinya, di Balaikota Payakumbuh, Rabu (25/6), mengaku belum menerima laporan dengan ulah oknum sub agen penyalur itu. “Saya akan perintahkan tim monitoring dan pembinaan LPG Bersubsidi 3 Kg  Payakumbuh ke lapangan hari ini (Rabu, Red),” ucap Benny tegas.

Sesuai Peraturan Gubernur Sumatera Barat, HET LPG 3 KG adalah Rp15.000. Peraturan Gubernur Sumbar itu, akan ditindak lanjuti dengan Perwako Payakumbuh, tentang HET LPG 3 Kg di kota ini. Menurut Benny, tidak ada alasan bagi pemilik izin sub agen menjual LPG 3 Kg di atas HET. Karena, jarak SPPBE di Payakumbuh, hanya berjarak radius 5 Kg. Sub agen boleh menjual lebih di atas HET, apabila jarak dari SPPBE ke lokasi sub agen berjarak lebih 60 Km, ulasnya.

Kabag Perekonomian Setdako Payakumbuh Julpiter, SE dan Kasubag Pertambangan Energi, Sadri, S.Sos, keduanya tim monitoring dan pembinaan LPG 3 KG Payakumbuh, ketika dihubungi, mengaku siap menertibkan ulah pemilik sub agen yang disinyalir mempermainkan HET LPG 3 KG tersebut. “Kita akan lakukan klarifikasi ke lapangan lebih dulu.  Bagi yang nakal, akan diperingati,” katanya.

Menurutnya, program konversi minyak tanah ke LPG 3 Kg, sudah dilakukan sejak awal tahun lalu.  Pertamina baru mampu menyalurkan 8.535 tabung gas  3 Kg dan  regulator SNI  untuk Kota Payakumbuh,  dari 21.789 unit yang direncanakan. Sisanya 12.017 unit lagi, untuk Kecamatan Payakumbuh Barat dan Kecamatan Payakumbuh  Timur, direncanakan akan didistribusikan dalam beberapa bulan ke depan. “Kita masih menunggu signal dari Pertamina,” katanya.

Dikatakan, pemilik izin sub agen LPG 3 KG, wajib menjual gas 3 Kg itu sesuai HET, Rp15.000. Tim pemantau akan terus mengawasi penjualan gas 3 KG ini pada 4 sub agen yang ditetapkan Pertamina di Payakumbuh. Tapi, kalau di warung-warung pengecer, itu bukan lagi tanggung jawab tim monitoring. Harga di warung pengecer tentu akan lebih mahal dibanding pada sub agen, tambah Sadri.

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Hendrajoni, Pariwisata dan Ekonomi Masyarakat

Pesisir Selatan,-Hendrajoni,  bupati Pesisir Selatan, akan kembali  maju di Pilkada 9 Desember 2020, ingin kembali memfokuskan pembangunan infrastruktur di Negeri sejuta pesona,...

Pembangunan Mesjid Agung, Ini Kata Ketua MUI dan Kakankemenag Kota Payakumbuh

Payakumbuh -- Rencana pembangunan Mesjid Agung Kota Payakumbuh yang diinisiasi Wali Kota Riza Falepi mendapat tanggapan dari Ketua MUI Kota Payakumbuh dan...

Terpapar Covid-19, Kondisi Dino Patti Djalal Semakin Memburuk

JAKARTA - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal dinyatakan positif Covid-19. Saat ini, dia dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot...

Hasil Temuan PERNUSA ditanggapi Presiden RI, Team Kepresidenan Kirim Sembako

JAKARTA - Virus Corona atau Covid-19 mempunyai dampak kepada seluruh lapisan masyarakat, hal ini mendasari Organisasi Perjuangan Rakyat Nusantara / PERNUSA untuk...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Sabar AS, Kearifan Lokal Harus Terus Dijaga

Pasaman,-Bakal calon Wakil Bupati Pasaman SABAR AS beserta rombongan hadiri tradisi buka ikan larangan di Jorong 5 Pertemuan Pasaman, Minggu, 30/8/2020

Irwan Prayitno: Satu Intinya Patuhi Protokol Kesehatan

Seiring dengan melonjaknya kasus Covid-19 di Provinsi Sumatera Barat beberapa hari belakangan, bahkan telah mencapai angka 90 orang per hari. Hal ini...

Syarat Kepala Daerah Menurut Rugawa LNT

TANAH DATAR, Menyikapi suasana politik menjelang pilkada kabupaten Tanah Datar pada Desember tahun 2020 mendatang, dinilai masih stagnan. Orasi yang didengungkanpun masih...

Pokdarwis Kabupaten Pessel, Diberi Pelatihan Sadar Wisata

Pesisir Selatan,BeritaSumbar.com,-Dinas Pariwisata ( Dispar) Provinsi Sumatera Barat, menggelar peningkatan dan pengembangan sadar wisata, yang diikuti penggiat pariwisatq maupun kelompok sadar wisata ( Pokdarwis),...
- Advertisement -