Walikota Payakumbuh Riza Falepi menyerahkan bantuan total nilai Rp20.300.000 untuk 43 anak dari keluarga kurang mampu, dalam sebuah acara di aula Balaikota Payakumbuh, Jum’at (26/6) sore. Dana bantuan pendidikan itu berasal dari infak sedekah PNS dan guru yang dikelola oleh Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Mitra Kenanga Payakumbuh.
Bantuan yang sama juga diberikan kepada Bob Marta, pelajar SMAN 1 yang akan bertolak ke Amerika, mengikuti kegiatan Indonesia Future Leader Program, usai hari raya mendatang. Didepan pelajar penerima bantuan, Bob Marta, didaulat menyampaikan pengalamannya sampai terpilih menjadi utusan Indonesia ke Amerika.
Laporan Ketua LKS Mitra Kenanga, Erwin Satriadi, bantuan yang diberikan terdiri dari 8 orang untuk bocah TK yang akan masuk SD, masing-masing kebagian Rp350.000, kemudian 15 tamatan SD yang akan melanjutkan ke SMP dengan bantuan Rp400.000. Berikutnya, 16 pelajar SMP yang akan melanjutkan ke SMA, bantuan Rp500.000. Sedangkan, 4 tamatan SMA yang akan melanjutkan ke perguruan dapat kucuran bantuan Rp750.000.
Setiap permohonan bantuan yang disampaikan orang tua pelajar bersangkutan ke LSM Mitra Kenanga, dilakukan verifikasi oleh pengurus LKS. Gunanya, bukan untuk mempersulit, tapi menghindari bantuan ganda. “Kita khawatir, penerimba bantuan dari LKS Mitra Kenanga memperoleh bantuan yang sama di badan sosial lainnya. Kita tak ingin bantuan ini kurang merata,” jelas Erwin.
Walikota Payakumbuh Riza Falepi, didepan orang tua dan pelajar penerima bantuan, menyampaikan kronologis terbentuknya LSM Mitra Kenanga di kota ini. Menurut walikota, kehadiran LKS Mitra Kenanga, guna membantu keluarga kurang mampu membiayai pendidikan putera-puteri mereka. Jika dana yang dikelola LKS Mitra Kenanga sudah cukup besar, bantuan modal kerja juga akan diberikan kepada keluarga miskin itu.
Menurut Riza Falepi, di Payakumbuh harus diminimalisir jumlah orang tua yang tak menyekolahkan anaknya, dengan alasan tak punya biaya. Karena itu, pemko akan berusaha memfasilitasinya, dengan pemberian bantuan atau beasiswa. Visi kepala daerah untuk mewujudkan SDM berkualitas melalui pendidikan tak boleh gagal, tegasnya.
Dana yang dikelola LKS Mitra Kenanga berasal dari infak atau sedekah seluruh pegawai pemko yang menerima TPP (tunjangan perbaikan penghasilan) setiap bulan. Bagi pejabat dan PNS yang menerima TPP, diajak untuk bersedekah dan berinfak ke LKS Mitra Kenanga.
Potensi PNS ini cukup besar, karena pegawai pemko termasuk guru saat ini berjumlah 4.000 lebih. “Jika seluruh PNS menyisihkan TPP, RP10.000 rata-rata tiap bulan, maka lebih kurang Rp40 juta akan masuk ke kas LKS Mitra Kenanga. Dana tersebut, untuk selanjutnya disalurkan kepada keluarga miskin, terutama buat biaya pendidikan,” sebutnya.