25.5 C
Padang
Jumat, Juli 30, 2021
Beritasumbar.com

Lestarikan Lingkungan Hidup, Ritno Tingkatkan Ekonomi Warga Dengan Wisata Traking
L

Kategori -

Kepedulian Ritno Kurniawan (27), dalam upayanya melestarikan lingkungan Hutan Lindung Gamaran dan meningkatkan perekonomian warga di Gamaran Lubuk Alung, menghantarkan pria berjenggot tinggi ini meraih perhargaan menjadi Pemuda Pelopor dari level kabupaten hingga ke tingkat nasional di Sosial Budaya.

Ia telah berhasil mengalahkan lawan-lawannya dari kabupaten lain di Sumatera Barat dengan kegiatannya mengelola Wisata Air Terjun Nyarai bersama masyarakat di Gamaran.

Meskipun awalnya ia hanya iseng masuk ke Hutan Gamaran, pemuda yang gemar berpetualang ini takjub dengan keindahan Air Terjun Nyarai dengan segala potensi yang ada didalamnya. Walaupun keindahan Air Terjun Nyarai ini berada di dalam hutan lindung Gamaran, tapi dia optimis Air Terjun ini kelak akan menjadi objek wisata unggulan di Sumatera Barat.

Atas dasar keyakinan tersebut Ritno biasa ia disapa, memutar fikiran supaya selain bisa menjadikan Air Terjun Nyarai sebagai wisata unggulan dan juga membuat masyarakat di Gamaran ikut berpartisipasi menjaga lingkungan Hutan, ia juga bisa sedikit membantu ekonomi warga di Gamaran Lubuk Alung.

Hobinya menggeluti fotografi menjadi nilai tersendiri dalam promosi Air Terjun Nyarai yang selama ini dia lakukan. Setelah memotret Air Terjun Nyarai dia pun memajangnya di media sosial. Hasilnya banyak orang yang terkesima dan tertarik untuk ke sana.Mulailah Ritno dengan teman-temannya mendampingi sedikit demi sedikit orang yang hiking dan menyaksikan keindahan di Air Terjun Nyarai.

Dengan banyaknya pengunjung yang datang, mulailah Ritno memperbagus manajemen pengelolaan objek wisata ini. Dia mulai membentuk Komunitas Sadar Wisata L.A Adventure dan melibatkan para pemuda-pemuda di Gamaran.

Pemuda-pemuda di Gamaran di ajak menjadi Guide atau pendamping bagi para pengunjung yang ingin hiking ke Air Terjun Nyarai. Secara ekonomi warga terbantu dengan kegiatan ini, karena pengunjung yang didampingi warga (Guide) akan diberikan tips untuk Guide. Warga yang berada di Pos pemberangkatan juga sudah mulai berjualan dan ada juga yang mengelola parkir para pengunjung, dengan menjaga kendaraan pengunjung selama hiking ke Air Terjun Nyarai.

“Saya tidak akan menghentikan mata pencarian warga di Gamaran untuk mencari Kayu di Hutan, tapi saya hanya menawarkan alternatif baru untuk warga disana, dengan meningkatkan ekonominya sebagai pengelola wisata. Korong Gamaran ini indah, selain Nyarai ada 7 titik potensi wisata lagi dan memiliki kekayaan Rotan yang bisa dimanfaatkan untuk membuat kerajinan, Insyaallah,” ujar Ritno.

Ritno secara tidak langsung mengajak warga untuk tidak menebang kayu lagi di Hutan, dengan memberdayakan para warga menjadi guide dan mengelola Air Terjun Nyarai. Beberapa orang warga mengakui intesitasnya masuk ke hutan untuk mencari kayu mulai berkurang, sejak dirintis wisata trekking Air Terjun Nyarai ini oleh Ritno.

Perjuangan pemuda ini tidak sampai disitu, dia mulai mempromosikan Air Terjun Nyarai ke Dinas terkait, seperti Dinas Pemuda dan Olahraga Kab.Padang Pariaman dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab.Padang Pariaman. Dari situlah Ritno mengikuti Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Nasional, pihak Dinas Pemuda dan Olahraga menyarankan dia untuk mengikutinya, sampai akhirnya Juara 1 Kategori Sosial Budaya di tingkat Provinsi Sumatera Barat dan sekarang Ritno akan berjuang di tingkat Nasional.

Sekarang akses jalan di Posko pemberangkatan Korong Gamaran sudah mulai diperbaiki, fasilitas pendukung wisata sudah mulai dilengkapi dan perekonomian warga sudah mulai meningkat dan bertambah.

“Janganlah puas dari apa yang telah kita lakukan hari ini karena perjuangan masih berlanjut. Seorang pemuda harus produktif dalam fikir dan kerjanya, tidak ada lagi waktu untuk bersantai-santai,karna dunia bukannlah tempat santai, tempat bersantai hanyalah di Syurga Allah, smoga kita semua bisa meraihnya,” tegasnya. (so)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Pohon Kebahagiaan, Watering..

Cerita Berseri: Seribu Asa untuk Bahagia Seri 3/1000 Penyuluh Keluarga Berencana Ahli Utama (PUMA) IV-e Di hamparan hijau sawah yang subur, sumber pengairannya berasal dari banyak penjuru mata...
- Advertisement -

Padang Panjang PPKM Level 3, Kakankemenag Ikuti Rapat Bersama Forkopimda

Padang Panjang, BeritaSumbar.com,_Kakankemenag Kota Padang Panjang H. Gusman Piliang mengikuti Rapat Persiapan Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Kota Padang Panjang sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 26 Tahun 2021 tanggal 25 Juli 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 serta Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Kota Padang Panjang, Selasa (27/07/2021)

8 Fungsi Keluarga: dengan Kacamata Baru

Cerita Berseri, Seribu Asa untuk Bahagia #Seri 4/1000 cerita “8 Fungsi Keluarga: dengan Kacamata Baru” Oleh : H. Nofrijal, MA Penyuluh Keluarga Berencana Ahli Utama (PUMA) IV-e Sebutan 8...
- Advertisement -

Sebungkus ES Cindua “Merubah Tangis Menjadi Senyum” Pada Program Jumat Barokah.

Sijunjung, BeritaSumbar.com,--Apapun bisa dilakukan seseorang, yang penting ada kemauan dan usaha yang maksimal. Seperti yang dikerjakan oleh seorang Bapak yang bernama Fadhlur Rahman Ahsas, yang hari ini menjadi penggerak UMKM dengan melakukan berdagang ES Cindua Sagu Abak dengan berkeliling memakai motor buntutnya.

Puluhan Hektar Sawah Di Jorong Pudak Nagari Sijunjung Mengalami Kekeringan

Sijunjung, BeritaSumbar.com,- Puluhan hektar sawah tadah hujan di jorong Pudak Nagari Sijunjung, disinyalir gagal diolah tahun ini, karena rendahnya curah hujan saat ini, kata Malin Cahyo, Tokoh Masyarakat Jorong Pudak, Sabtu (24/7).
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Kampung Adat Terpopuler Versi API Itu Berasal Dari Kabupaten Limapuluh Kota

Labuan Bajo, beritasumbar.com - Kementerian Pariwisata RI anugerahkan Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar) dengan Anugerah  Pesona Indonesia (API) tahun 2020 yakni juara dua kategori Kampung...

HWK Sumbar Tampil di Konser Minang Bersuara II bersama Seniman dari 5 Negara

PADANG (BeritaSumbar.com)– Eksplorasi seni dan budaya dapat menjadi salah satu cara mengatasi banyak permasalahan. Seni dan budaya juga bermanfaat untuk menyukseskan program Pemerintah dalam...

BPNB Sumbar Sosialisasikan Persiapan Pemajuan Kebudayaan Nagari Koto Gadang Koto Anau

Nagari Koto Gadang Koto Anau yang berada di kaki Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pernah jadi daerah yang kaya dengan hasil cengkehnya. Kekayaan daerah tersebut membuat kolonial Belanda pernah berdiam di sana. Perkembangan kerajaan di Minangkabau hingga perjuangan bangsa sebelum dan awal kemerdekaan juga punya catatan tersendiri bagi daerah tersebut.

Kapur IX Dan Pesona Wisata Alamnya

Saat ini wisata alam baik dalam bentuk tracking, adventure atau olahraga alam sangat banyak digandrungi masyarakat. Spot spot wisata baru jadi sasaran saat ada waktu libur. Kabupaten Limapuluh Kota yang memiliki 13 kecamatan dengan 79 nagari sangat banyak memiliki lokasi untuk wisata alam tersebut. Seperti halnya Kecamatan Kapur IX.

Jalan Puncak Pato Lintau Berubah Menjadi Objek Wisata Dadakan

Tanah Datar, beritasumbar.com- Puluhan warga masyarakat sekitar Kecamatan Lintau Buo Utara dengan Kecamatan Sungayang ramai mendatangi Jalan Puncak Pato karena menjadi objek wisata dadakan...

Warga sekitar kumpulkan donasi untuk menangkan Kampung Sarugo di API Award

Limapuluh Kota, beritasumbar.com - Guna memenangkan perkampungan wisata Kampung Saribu Gonjong (Sarugo) di Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2020 sebagai Kampung Adat Terpopuler warga...

Solok Selatan Luncurkan Seragam Daerah Bagi ASN Dan Pelajar

Padang Aro, beritasumbar.com - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) meluncurkan motif baju seragam daerah untuk Aparatur Sipil Negara (ASN)...

Kadis Pariwisata Payakumbuh: Ekraf Dapat Menjadi Ajang Promosi Makanan Tradisional

Payakumbuh, BeritaSumbar.com - Kehadiran Pasar ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Payakumbuh selain dapat menjadi ajang promosi wisata juga dapat menjadi ajang promosi untuk makanan...

Gamaik Kolaborasi Hoyak Pasar Ekraf 2020 Payakumbuh

Payakumbuh, BeritaSumbar.com - Grup Musik Gamaik Mandayu asal Kota Padang tampil dalam pasar ekonomi kreatif (Ekraf) 2020 di Agam Jua Art and Culture Cafe,...

Kontroversi Taman Nasional Komodo, Urgensi Antara Tempat Wisata atau Konservasi Komodo?

Oleh : Hafshah Mentari Zurisah ~ mahasiswi Program Studi S1 Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Siapa yang tidak tahu Taman Nasional Komodo? Taman Nasional Komodo merupakan...
- Advertisement -