26 C
Padang
Kamis, Februari 2, 2023
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

KESERUAN MAHASISWA INBOUND UNAND BELAJAR MEMBUAT SONGKET DI  PANDAI SIKEK PADANG PANJANG
<

Kategori -
- Advertisement -

Dua kelompok Modul Nusantara dari mahasiswa Inbound Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Universitas Andalas (Untirta), yaitu kelompok Tatisa dibawah bimbingan Bobby Febri Krisdianto , kelompok Cadiak dibawah bimbingan Yunarti mengunjungi pengrajin songket di Padang Panjang  pada Minggu, 18 Desember 2022, sebagai salah satu kegiatan kebhinekaan dari modul nusantara bagi mahasiswa PMM.

Para mahasiswa Inbound PMM Untirta disambut dengan hangat oleh Defi  selaku Staf Dinas UMKM  Kota Padang yang bertugas mengayomi Pengrajin songket. Dalam penyambutan ini para mahasiswa diberi pengetahuan dasar mengenai sejarah songket di Minang . Tujuan dari didirikannya pusat songket  ini dijelaskan Defi sebagai melestarikan songket khas Padang Panjang yang akan menjadi ciri khas dari kota itu sendiri serta untuk melatih para penduduk sekitar agar mereka menekuni merajut songket dengan pola khas Padang Panjang.

Perkembangan songket Minangkabau dimulai dari abad ke XVI kurang lebih 500 tahun yang lalu. Sebelumnya masyarakat Minangkabau juga sudah memiliki kain tenun tetapi masih sangat sederhana. Nigari-nagari penghasil kain tenun songket tidak hanya negeri yang ada pada alur bagan, tetapi banyak Nagari yang ada disekitar Nagari utama yang dibuat dalam alur perkembangan songket.

Temuan kain tenun songket Minangkabau tersimpan pada Santa Barbara museum California, Amerika Serikat, diantaranya adalah songket Minangkabau yang berasal dari Koto Gadang, batipuah Ampek angkek, Tilatang Kamang, Balai gurah, sungayang, Solok, Muaro labuah, saning bakar, Silungkang, Pariangan Lintau, Batusangkat, Padang Magek, pandai sikek, pitalah, Balai cancang, Taram, gunung, dan lainnya. Nagari-nagari tersebut diatas sebagian besar sudah tidak memproduksi kain tenunan songket lagi bahkan generasi Yang ada sekarang tidak mengetahui di kampung mereka dahulu pernah diproduksi songket yang berkualitas sangat baik

Kata songket berasal dari kata Junket atau Sungkit yang artinya meninggikan benang Lusi pada alat tenun dan memasukkan emas pelengkap. cara songket dipakai dan paduan motif yang ditenun menggambarkan kepada dunia tentang bentuk padangan dan perasaan orang Minangkabau pada nada, karakte,r kualitas, termasuk moral, estetika, suasana hati, dan kehidupan Minangkabau.

Songket telah muncul sebagai penanda etnis bagi banyak orang yang memakai songket juga berarti muslim yang Saleh untuk beberapa orang di Sumatera tetapi songket Yang mengkilat terlihat mencolok tidak dianjurkan dipakai pada acara tertentu songket biasanya dipakai sebagai bagian ritual untuk pengantin dan penghulu dan mencerminkan status sosial yang tinggi pemakainya.

Selanjutanya yang dibahas adalah tentang tambo minangkabao,Di dalam tambo Minangkabau dikatakan bahwa pakaian kebesaran Raja ditenun dari benang emas bernama sangsata kala, pandai menenun bergerak sendiri, ditenun anak Bidadari. Sangsata kala diartikan dengan songket dan kain yang ditenun dengan benang emas di Minangkabau adalah kain tenunan songket.

Kain songket adalah tekstil mewah ditenun dengan tangan dalam sutra atau katun halus yang dibungkus emas atau perak benang telah ditenun diseluruh pakan, sebagai elemen dekoratif. Tenunan songket Minangkabau telah melalui tingkat perkembangan yang panjang sejak zaman awal Masehi.

Perkembangan dilalui secara evolusi, memperlihatkan berbagai ciri ragam hias yang saling mempengaruhi akibat asimilasi budaya setempat dengan budaya yang datang dari luar tergambar dari perpaduan bahan motif dan teknik seperti unsur dari Cina (Buddha), India (Hindu) dan pengaruh unsur Arab (Islam).

Dalam kegiatan ini, para mahasiswa tidak hanya diberitahukan secara teori mengenai songket Padang Panjang, tetapi mahasiswa juga mengajarkan bagaimana cara menyongket dan mempratekkan secara langsung pembuatan songket tersebut. Tentu rangkaian kegiatan ini sesuai dengan tujuan para pembimbing dari setiap kelompok Modul Nusantara mahasiswa PMM 2 yaitu agar mahasiswa dapat mengenal secara langsung mengenai songket Padang Panjang dan cara pembuatan dari songket tersebut.

Mahasiswa juga berkunjung ke toko souvenir yang ada di Pusat Songket. Disana mereka dapat melihat berbagai produk yang dihasilkan di Pusat songket ini. Mulai dari baju, kain sarung, tas, dompet, kunci mainan, sarung dan bahkan sepatu yang semuanya terbuat dari bahan dasar Songket Padang Panjang. Tentunya hal ini sangat menarik perhatian mahasiswa untuk membeli beberapa barang yang ada di toko sovenir ini sebagai oleh-oleh yang akan mereka bawa pulang nantinya.

Mahasiswa Inbound PMM UNAND tentu merasa antusias dalam kegiatan kali ini, dikarenakan mereka mendapat pengalaman untuk membuat songket secara langsung dan dibimbing oleh para pekerja yang ada di Padang panjang tersebut. “menurut saya setelah mengikuti kegiatan modul nusantara ke pusat kerajianan pandai sikek merupakan suatu hal yang luar biasa karena disini saya bisa melihat berbagai cara pembuatan songket dan juga mengenali berbagai motif songket yang dibuat” ucap salah satu mahasiswa inbound PMM UNAND yang berasal dari Universitas Gorontalo bernama isti,

Kegiatan Modul Nusantara Kali ini benar-benar memberikan pengalaman yang tidak terlupakan oleh para mahasiswa inbound PMM Untirta. Dengan memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk dapat merajit songket secara langsung, tentu hal ini akan menjadi kesan tersendiri bagi setiap mahasiswa terhadap salah satu kebudayaan banten yaitu songket di Pandai Sikek Padang Panjang.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img