30 C
Padang
Kamis, Februari 2, 2023
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

GEBYAR KOLABORATIF NUSANTARA (GELORA) MENUTUP KEGIATAN PMM 2UNAND
<

Kategori -
- Advertisement -

Isti Anjelina Mohamad (TaTiSa)

Era revolusi industri 4.0 yang dikenal dengan era disruptif menuntut para profesional dari berbagai bidang ilmu untuk tidak lagi melakukan teater, namun justru berkolaborasi. Keharusan kondisi dengan ekosistem lingkungan kerja yang dihuni oleh banyak spesies profesi membuat kemampuan berkolaborasi dengan pihak lain dengan latar belakang ilmu yang berbeda menjadi soft skill yang bernilai tinggi di mata manajemen.

Sayangnya, pendidikan tinggi di Indonesia cenderung tidak melarang kemampuan unik ini kepada para mahasiswa. Oleh karena itu setelah melalui berbagai kegiatan di Universitas Andalas sebagai mahasiswa PMM 2 mulai dari perkuliahannya, ujian dan praktek hingga Modul Nusantara. Kegiatan pelepasan mahasiswa inbound PMM UNAND dilaksanakan melaui acara Gebyar Kolaboratif Nusantara (yang disebut dengan Gelora), yang merupakan pagelaran budaya bagi mahasiswa PMM 2 Inbound Universitas Andalas dan menandakan seluruh rangkaian kegiatan PMM  telah capai pada puncaknya.

Persiapan kegiatan ini bukanlah hal yang mudah dimana pihak kampus memberikan tanggung jawab secara penuh kepada panitia yang dalam hal ini murni adalah mahasiswa PMM 2 yang komposisinya terdiri dari ketua-ketua kelompok dan 4 orang perwakilan kelompok yang dipercaya bisa dan mampu untuk menjalankan tugas sebagai panitia dalam menyukseskan kegiatan pentas seni tersebut.

Gebyar Kolaboratif Nusantara atau disebut dengan Gelora adalah kegiatan pentas seni yang menampilkan drama musical, teatrikal puisi, tarian medley nusantara, dan pagelaran seni lainnya. Acara tersebut berlangsung pada 30 Desember 2022 di Conventionhall UNAND.

Boby Febri Krisdianto, salah satu dosen modul nusantara menyampaikan Gelora ini merupakan ide langsung dari para mahasiswa. Dengan adanya gelaran ini, mereka berharap bisa mendapatkan kenangan yang tak terlupakan sehingga memperkuat kebhinekaan mereka.

“Tujuan lainnya yakni untuk memperkenalkan dan mencapai berbagai budaya dari daerah yang ada di Indonesia. Dengan begitu, rasa persatuan dan kecintaan akan Indonesia terus tumbuh di benak anak-anak muda,” ungkap Bobby.

Adapun PMM UMM ini diikuti oleh 239 mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. Menariknya, mereka juga menghasilkan karya berupa dua buku. Karya ini tentu diapresiasi baik oleh Dikti. Buku tersebut menceritakan bagaimana perjalanan mahasiswa modul nusantara inbound di UMM, baik itu melepaskan keindahan Indonesia maupun kuliner.

“Saya harap kegiatan belajar selama satu semester pada modul nusantara inbound UNAND bisa menjadi pengalaman yang bisa disalurkan kembali di daerah masing-masing. Kalian sudah menjalani kegiatan saling mengenal keberagaman Indonesia dari teman-teman dan ikut andil dalam gerakan sosial,” ungkap Bobby.

Pada kesempatan itu, turut hadir Ketua UPT Pendidikan Diluar Kampus, Dr. Syofyan, S.Si, M.Farm, Aptyang melepas secara simbolik program mahasiswa PMM UMM angkatan dua. Menurutnya, festival ini mencerminkan keragaman dan persatuan dari multikulturalisme.

Festival Budaya, Gelora ini  dipersembahkan oleh kedua belas kelompok dan salah satu kelompok yang berkontribusi didalamnya adalah kelompok yang bernama Tali Tigo Sapilin (TaTiSa). Dimana kelompok  TaTiSa sendiri menampilkan drama musical bertemakan java the international dikarenakan adanya perpaduan antara budaya jawa, tarian jawa, music internasional, dan juga tarian internasional yang dipersembahkan dalam penampilan tersebut.

Kisah yang yang ditampilkan dalam kelompok TaTiSa adalah drama bertajuk Jaka Tarub dan 7 Bidadari. Kisah yang berasal dari jawa tersebut benar-benar diperankan sangat baik oleh anggota TaTiSa dimana Hani dan Charles, mahasiswa pertukaran yang berasal dari SukaBumi dan Banyumas yang berperan sebagai Jaka Tarub dan Bidadari Ungu (sebagai pemeran utama dalam artian seledang yang hilang). Drama ini bukanlah seperti drama pada umumnya dikarenakan mereka sama sekali tidak menggunakan dialog untuk menunjukan kisah mereka seperti apa namun mereka mengandalkan lagu yang dinyanyikan oleh Fio dan Faiza dengan judul “A Whole New World” dan “The One That Got Away”.

Bukan hanya itu, penggambaran alur cerita juga ditegaskan oleh sang narrator yakni Digan, mahasiswa pertukaran dari Bogor. Hal ini guna mempertegas alur cerita agar mudah dipahami oleh para penonton. Selain narrator tidak tanggung-tanggung TaTiSa juga menampilkan puisi yang dibacakan oleh Atika, mahasiswa pertukaran dari Jakarta. Puisi tersebut sebagai akhir plot cerita yang menandakan bahwa Jaka Tarub dan Bidadari mustahil untuk bersatu.

Sekedar diketahui, setidaknya ada 12 penampilan yang disuguhkan mahasiswa PMM Batch 2 di Convention Hall UNAND. Sebelumnya, mereka telah mengikuti perkuliahan di UNAND selama satu semester Tahun Akademik 2022/2023.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img