30.3 C
Padang
Wednesday, December 2, 2020
Beritasumbar.com

Kerja Sama Internasional Pengurangan Risiko Bencana Di Kota Padang
K

Kategori -

Padang,BeritaSumbar.com,-ICIAR-LIPI (Internasional Center for Interdisciplinary and Advanced Research-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indoensia) akan memfasilitasi diskusi dengan topik “Dialog Intergenerasi dan Interdisipliner untuk Memperkuat Peran Pemuda dalam Sains dan Teknologi dalam Pengurangan Risiko Bencana” sebagai bagian dari kegiatan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) dan Riset Kebencanaan Ke-5 pada 2 – 4 Mei 2018 di Universitas Andalas. Dasar dari fasilitasi diskusi dengan topik tersebut adalah Sendai Framework for Disaster Risk Reduction (SFDRR) 2015-2030 atau Kerangka Kerja Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana (KKSPRB) 2015-20130 yang dihasilkan oleh negara-negara di dunia sebagai sebuah kesepakatan kerja sama internasional dalam Pengurangan Resiko Bencana (PRB).
Kerangka Kerja Sendai untuk Pengurangan Resiko Bencana 2015-20130
KKSPRB 2015-2030 menjabarkan tujuh targetan substansial:
(1) mengurangi angka kematian akibat bencana global pada 2030, bertujuan untuk menurunkan rata-rata per 100.000 kematian global antara 2020-2030 dibandingkan 2005-2015
(2) mengurangi jumlah orang terkena dampak secara global pada 2030, bertujuan menurunkan angka rata-rata global per 100.000 antara 2020-2030 dibandingkan dengan 2005-2015
(3) mengurangi kerugian ekonomi bencana langsung dalam kaitannya dengan produk domestik bruto (PDB) global pada 2030
(4) mengurangi kerusakan bencana terhadap infrastruktur penting dan gangguan layanan dasar, di antaranya fasilitas kesehatan dan pendidikan, termasuk melalui pengembangan ketahanan mereka pada 2030
(5) meningkatkan jumlah negara dengan strategi PRB nasional dan lokal pada 2020
(6) meningkatkan kerja sama internasional dengan negara-negara berkembang melalui dukungan memadai dan berkelanjutan untuk melengkapi tindakan nasional mereka dalam implementasi kerangka ini pada 2030
(7) meningkatkan ketersediaan dan akses ke sistem peringatan dini multi-bahaya dan informasi risiko bencana dan penilaian kepada semua orang pada 2030.
Selain itu juga empat prioritas tindakan untuk mencegah bencana yang baru dan mengurangi risiko bencana yang ada:
(i) memahami risiko bencana
(ii) memperkuat tata kelola risiko bencana untuk mengelola risiko bencana
(iii) investasi dalam pengurangan bencana untuk ketahanan
(iv) meningkatkan kesiapsiagaan bencana untuk respon efektif, dan untuk “Membangun Kembali Lebih Baik” dalam pemulihan, rehabilitasi dan rekonstruksi.
Hal ini bertujuan untuk mencapai pengurangan besar risiko dan kerugian bencana dalam kehidupan, mata pencaharian dan kesehatan dan dalam aset ekonomi, fisik, sosial, budaya dan lingkungan orang, bisnis, komunitas dan negara selama 15 tahun ke depan. Kerangka ini diadopsi pada Konferensi Dunia Ketiga PBB tentang Pengurangan Resiko Bencana di Sendai, Jepang, pada 18 Maret 2015 (unisdr.org ).
Politik Internasional Menuju Kerja Sama Global PRB
187 Negara Anggota PBB mengadopsi KKSPRB 2015-2030 pada Konferensi Dunia untuk Pengurangan Resiko Bencana yang Ketiga. Didorong oleh kesadaran adanya trend risiko bencana pada 2005-2015: 700.000 orang kehilangan nyawa, bencana berdampak pada 1,5 miliar orang di seluruh dunia, kerugian ekonomi sebesar US $ 1,3 triliun. KKSPRB 2015-2030 menggantikan Kerangka Kerja Hyogo (HFA) 2005-2015, yang bermaksud membangun ketahanan bangsa dan komunitas terhadap bencana. HFA penting dalam meningkatkan kesadaran dan komitmen politik untuk bertindak.
Ada empat peristiwa penting kerja sama antar negara yang menjadikan tahun 2015 sebagai tonggak menentukan agenda pembangunan berkelanjutan pasca-2015.
Pertama, Konferensi Dunia PBB Ketiga untuk PRB  di Sendai, Jepang pada bulan Maret untuk mengembangkan kerangka kerja upaya PRB.
Kedua, Konferensi Ketiga tentang Pembiayaan untuk Pembangunan di Addis Ababa, Ethiopia pada bulan Juli dan mengarah pada kesepakatan tentang pembiayaan pembangunan untuk mendukung pelaksanaan agenda pembangunan pasca-2015
Ketiga KTT PBB untuk Mengadopsi Agenda Pembangunan Pasca-2015 di New York, AS pada bulan September untuk menyelesaikan dan mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) untuk periode 2015-2030.
Keempat, Konferensi ke-21 Para Pihak ke Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (COP21) di Paris, Prancis pada bulan Desember untuk menyelesaikan dan mendukung perjanjian universal universal baru mengenai perubahan iklim yang akan dilaksanakan pada tahun 2020 (Pricewaterhouse, 2015).
Kerja Sama Kesiapsiagaan Bencana di Kota Padang untuk Smart City dan Human Security
Penelitian Anita Afriani Sinulingga, dkk (2017) dari Universitas Andalas berjudul Social Capital in Natural Disaster Management: A Case Study of Social Capital in Padang City (Modal Sosial dalam Manajemen Bencana Alam: Studi Kasus Modal Sosial di Kota Padang) mendeskripsikan modal sosial dalam penanggulangan bencana di Kota Padang, Sumatera Barat yang berpotensi besar mengalami bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, tanah longsor, dan banjir. Sumatera Barat sebagai Laboratorium Bencana, berbagai bentuk bantuan kemanusiaan telah diterima dari lembaga internasional. Pemerintah Indonesia mengeluarkan Kebijakan Satu Pintu dalam memilih bantuan asing terkait dengan penanggulangan bencana.
Manajemen bencana di Kota Padang melibatkan tiga modal sosial tetapi kekompakan antara modal sosial tidak cukup kuat. Aktor multidimensi yaitu komunitas kesiapsiagaan bencana, pemerintah, dan lembaga donor internasional yang bermasalah dalam hal keterpaduan antar modal sosial. Kepercayaan sebagai bentuk modal sosial dalam ikatan modal sosial tidak ditemukan hubungan yang kuat untuk menjembatani dan menghubungkan modal sosial. Tidak ada keterpaduan yang jelas antara pemerintah dan lembaga internasional. Oleh karena itu, pemerintah perlu menemukan format yang tepat dalam tata kelola pasca-bencana dalam kaitannya dengan lembaga donor internasional. Kekuatan utama lembaga donor adalah pendanaan dan pengalaman dalam manajemen bencana di berbagai negara.
Dengan adanya kegiatan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) dan Riset Kebencanaan Ke-5 pada 2 – 4 Mei 2018 yang melibatkan banyak pihak di Universitas Andalas, maka diharapkan berbagai pihak yakni pemerintah dari pusat sampai daerah, organisasi antar pemerintah maupun non-pemerintah internasional, organisasi non-pemerintah lokal dan nasional, kelompok masyarakat, kampus dan para akademia, mampu merumuskan konsep yang implementatif dalam mewujudkan Kota Padang yang Cerdas atau Smart City. Salah satu parameter kecerdasan sebuah kota yang rawan bencana tentu saja kesiapannya dalam pengurangan risiko bencana yang memadai untuk menjamin keamanan manusia (human security) di dalamnya. Sebab tidak ada artinya kota yang cerdas tanpa jaminan keamanan bagi setiap orang, begitupun keamanan manusia yang terjamin sebagai sumber daya manusia dan modal sosial harus mampu mewujudkan kota yang benar-benar cerdas, khususnya dalam kebencanaan.
Penulis:
Virtuous Setyaka, S.IP., M.Si.
*Dosen Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas, Padang.
**Mahasiswa Doktoral (S3) Hubungan Internasional, PPS FISIP, Universitas Padjadjaran, Bandung.
***Inisator Pembentukan Komite Siaga Bencana Mahasiswa (KOSBEMA), Universitas Andalas, Padang. 
No. HP & WA   : +62-812-6812-4099
Email               : vsetyaka@gmail.com

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Budidaya Sri Rejeki, Pilihan Bisnis Santai Namun Menjanjikan Saat Pandemi

Oleh: Iga Permata Hany & Jelita Putri Adisti Mari mengenal salah satu jenis tumbuhan yang sedang marak dibudidayakan dikalangan...

Pandemi Covid-19 Dapat Mengancam Penurunan Populasi Hiu?

Oleh: Nada Julista. S - Mahasiswa Biologi FMIPA Unand Selama pandemi Covid-19 ini, tentunya kita dihadapkan dengan pencarian solusi...

3 Siswa SMPN 1 Payakumbuh Berhasil Masuk Seleksi GSI Timnas Pelajar U-15

Payakumbuh ,BeritaSumbar.com,- Prestasi luar biasa ditorehkan oleh 3 orang siswa SMPN 1 Payakumbuh berhasil masuk seleksi Timnas Pelajar U-15 setelah mengikuti Gala...

Pemko Payakumbuh Bentuk Tim Gugus PAUD HI 2020

Payakumbuh,BeritaSumbar.com,- Rapat Koordinasi Pembentukan Tim Gugus Pengembangan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif (HI) Tahun 2020 di Kota Payakumbuh digelar di Ruang...

Warga Trans Sijunjung Terima Bantuan Alkes Dan Vitamin

Sijunjung, BeritaSumbar.com, -Perhatian Pemerintah kepada masyarakat yang berada di pemukiman transmigrasi tak kunjung putus. Hal ini bisa kita lihat dari perhatian Dinas...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Simalakama Pandemi: Liburan atau Stay at Home?

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih - Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Corona sudah menjadi beban dunia sejak...

Budidaya Sri Rejeki, Pilihan Bisnis Santai Namun Menjanjikan Saat Pandemi

Oleh: Iga Permata Hany & Jelita Putri Adisti Mari mengenal salah satu jenis tumbuhan yang sedang marak dibudidayakan dikalangan...

Indikasi Bunuh Diri Relawan Covid-19 China di Brasil, Ada apa dengan Pengujian Klinis Vaksin Covid-19?

Oleh : Ramadhila Sari - Penulis adalah Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Kasus infeksi Covid-19 meningkat di 80 negara sebagian...

Pandemi Covid-19 Dapat Mengancam Penurunan Populasi Hiu?

Oleh: Nada Julista. S - Mahasiswa Biologi FMIPA Unand Selama pandemi Covid-19 ini, tentunya kita dihadapkan dengan pencarian solusi...

Urgensi Vaksin Covid-19

Oleh: Ayu Resti Andrea Suri - Mahasiswa Biologi Universitas Andalas Baru-baru ini masyarakat telah digencarkan oleh banyaknya vaksin yang...

Nauclea Orientalis, Bunga Yang Mirip Virus Corona.

Oleh: Lidia Gusvita Nasra ~ Mahasiswa Biologi, Universitas Andalas, Padang Tak hanya perkembangan kasus virus corona yang dibicarakan saat...

Kontroversi Taman Nasional Komodo, Urgensi Antara Tempat Wisata atau Konservasi Komodo?

Oleh : Hafshah Mentari Zurisah ~ mahasiswi Program Studi S1 Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Siapa yang tidak tahu Taman...

DIKLATSAR Pecinta Alam Penting Bagi Pendaki Modern Maupun Pendaki Pemula

Oleh : SEPTIANI (Raff 400 Tst) ~ Mahasiswa Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Diklatsar Pecinta Alam, sebuah kata yang...

Waspada, Rumpon Asing Si Pembawa Masalah di Perairan Indonesia

Oleh : Dika Putri Sehati dan Shania Refka Fandesti ~ Mahasiswa Biologi, FMIPA, Universitas Andalas. Laut Natuna merupakan salah...

2021 Tatap Muka, Selamat Tinggal Kuliah Daring

Oleh : Niken Februani dan Siska Yuningsih ~ Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Andalas Sudah hampir 10 bulan semenjak Presiden...
- Advertisement -