24 C
Padang
Senin, Oktober 25, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Kemiskinan dalam Pembangunan Negara Berkembang
K

- Advertisement -

Oleh:Syaiful Anwar, SE., M.Si

(Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Kampus II Payakumbuh)

Pembangunan dilukiskan sebagai sebuah proses menuju kemajuan material perekonomian, sehingga ukuran-ukuran keberhasilannya dilihat dari indikator semacam pertumbuhan akumulasiinvestasi dan tingkat konsumsi masyarakat. Dengan karakteristik semacam itu, negara-negarayang memiliki akumulasi modal dan ketahanan ekonomi yang mapan, akan semakin melakukan ekspansi ekonomi ke tiap-tiap negara yang berada pada zona Dunia Ketiga. Konsep maupun paradigma pembangunan dikenal luas di era tahun 1950-1970an di mana pada era ini banyak negara Dunia Ketiga (negara berkembang). Sebagaimana negara-negara yang baru merdeka padawaktu itu, negara-negara di dunia ketiga (negara berkembang) dihadapkan pada persoalan krusialseperti kemiskinan dan keterbelakangan. Dalam rangka menyelesaikan permasalahan tersebut, ide mengenai pembangunan kemudian muncul menjadi salah satu alternatif yang dianggap dapat mengatasi permasalahan tersebut1. Konsep pembangunan Dunia Ketiga (negara berkembang) tentunya memiliki tingkat harapan tersendiri dalam memenuhi sektor pembangunan ekonominya, sehingga tidak dapat disetarakan dengan negara maju yang telah berkembang dalam segala aspek. Bagi negara-negara Dunia Ketiga (negara-negara berkembang), persoalannya adalah bagaimana bertahan hidup, atau bagaimana meletakkan dasar-dasar ekonominya supaya bisa bersaing, sementara negara-negaramaju persoalannya adalah bagaimana secara sistematis dapat melakukan ekspansi lebih lanjutbagi kehidupan ekonominya yang sudah mapan.

Pada mulanya pembangunan di negara-negara dunia ketiga (negara-negara berkembang) diidentikkan dengan meningkatkan pendapatan perkapita, atau yang lebih populer disebut pertumbuhan ekonomi. Semula banyak yang beranggapanyang membedakan antara negara maju dengan negara dunia ketiga adalah pendapatan rakyatnya. Dengan ditingkatkannya pendapatan per kapita diharapkan masalah-masalah seperti kemiskinan yang dihadapi negara dunia ketiga dapat terpecahkan, apa yang dikenal dengan “dampak merembes ke bawah (trickle down effect )”.

Pembangunan yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan seringkali menjadi bias dantidak lagi menjadi tujuan utama dalam pembangunan itu sendiri. Pembangunan yang diidentikanmelakukan sesuatu atau perubahan diberbagai aspek, terutama infrastruktur dan ekonomi, diharapkan dapat menanggulangi permasalahan kemiskinan. Pada perkembangannya, banyak negara berkembang yang mampu mengejar ketertinggalannya dengan negara-negara maju,seperti : Korea, Singapura dan Taiwan melalui pembangunan ekonomi yang diyakini mampumembawa efek positif terhadap aspek pembangunan lainnya. Akan tetapi negara-negaraberkembang lainya seperti : Vietnam, Filipina, Indonesia, negara-negara di benua Afrika tidak mampu mengejar ketertinggalannya dan permasalahan kemiskinan tetap menjadi momok yangtidak bisa diatasi.  Memenuhi kebutuhan dasarnya.

Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Pendidikan yang rendah menyebabkan peluang seseorang untuk mendapatkan pekerjaan layak menjadi berkurang. Pendidikan identik dengan pengetahuan, semakin tinggi wawasan dan pengetahuan seseorang akan berdampak pada kemudahan akses pekerjaan. Dengan adanya akses pendidikan dan pekerjaan yang layak, maka seseorang bisa terhindar dari jurang kemiskinan.

#SyaifulAnwar #Unand #Payakumbuh

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img