26 C
Padang
Jumat, Mei 27, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Irdiansyah Tarmizi: Sengketa Harta Pusaka Jangan Sampai ke Ranah Hukum
I

Kategori -
- Advertisement -

Wakil Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi mengharapkan kepada Kerapatan Adat Nagari (KAN), kalau terjadi perselisihan dan sengketa masalah harta pusaka didalam kaum atau nagari diharapkan dapat diselesaikan ditingkat kaum atau pada tingkat Nagari, jangan sampai masalah adat salingka nagari itu sampai keranah hukum.

Hal ini disampaikan Wabup Irdinansyah Tarmizi dalam sambutannya pada acara pengukuhan pengurus KAN Tabek kecamatan Pariangan bertempat di Balairong Sari Tabek kecamatan Pariangan, Rabu (14-1). Hadir pada acara ini Ketua LKAAM Tanah Datar Irsal Veri Idrus Dt.Lelo Sampono bertserta pengurus, Camat dan Muspika Pariangan, Wali Nagari se-kecamatan Pariangan, BPRN, ninik mamak, bundo kanduang dan undangan lainnya.

Pengurus KAN Tabek yang dikukuhkan terdiri dari DR.H.Arpinus Dt.Malano Basa M.Ag (ketua), Aspami Dt. Bagindo Nan Itam (wakil ketua), Drs.Ismal Dt.Palindi MM (sekretaris), H.Muspit Bahar Dt.Gamuak S.Ag (wakil sekretaris) dan Jang Yuhel Supelmi Dt.Rajo Penghulu S.Pd (bendahara), kepengurusan ini dilengkapi dengan urusan organisasi, urusan penyelesaian sako dan pusako, urusan pemberdayaan tanah ulayat/aset nagari, urusan pemuda, seni dan budaya anak nagari serta urusan pembinaan dan pengembangan adat.

Menurut Wabup Irdinansyah Tarmizi, ninik mamak dalam nagari adalah orang yang dihormati “Ditinggikan seranting dan didahulukan selangkah”, keberadaannya dapat dijadikan contoh tauladan bagi anak kemenakan dan masyarakat. Untuk itu ninik mamak itu wajib mengetahui tentang adat istiadat mengingat fungsinya sebagai pengayom, membimbing, mengarahkan dan mengatur anak kemenakan dalam segenap aspek kehidupan.

Ninik mamak dan KAN itu sangat besar perannya dalam nagari untuk memberikan warna kepada nagari dalam pemberdayaan masyarakat nagari, untuk itu ninik mamak dapat memposisikan diri sebagai orang yang terpandang dan memberikan contoh tauladan bagi anak kemenakan dan masyarakat nagari, dan jangan pula ninik mamak yang berbuat negatif atau “Tungkek nan Mambaok Rabah”.

KAN suatu lembaga tertinggi dalam adat pada setiap nagari, sebagai pemimpin kaumnya, penghulu nagari haruslah dapat melaksanakan tugas dan fungsinya di nagari seperti ikut mensukseskan roda pemerintahan nagari, ikut memikirkan kemajuan nagari, memelihara bangunan adat, memikirkan agar terciptanya persatuan dan kesatuan di nagari, menyelesaikan perkara adat dan sebagainya.

Pada kesempatan itu Wabup Irdinansyah menyampaikan, dengan diberlakukannya UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa, maka pada tahun 2015 akan dilaksanakan pemilihan Wali nagari secara serentak di Tanah Datar. Tahun 2015 ada 42 Wali Nagari yang mengakhiri tugasnya, untuk pelaksanannya pemilihan Wali Nagari serentak tersebut menunggu Perda Propinsi Sumbar dulu, kalau terlambat maka akan ditunjuk Plt.Wali Nagari yang berasal dari PNS untuk menjaga netralitas.

Sementara itu Ketua LKAAM Tanah Datar Irsal Veri Idrus Dt.Lelo Sampono menjelaskan, tugas ninik mamak itu sangat berat karena saat ini dengan kemajuan teknologi informasi anak kemenakan kita sudah banyak yang lari dari aturan adat yang telah digariskan semenjak nenek moyang kita dulu. Bagaimana ninik mamak dapat membimbing anak kemenakan untuk dapat menjalani kehidupan ini sesuai dengan “Adat basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”, sebab saai ini telah banyak penghulu yang tidak tau dengan tugas dan peranannya sebagai ninik mamak.

Sumber: Humas Tanah Datar

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img