25 C
Padang
Jumat, Februari 26, 2021
Beritasumbar.com

Ini Saran Tim Tanggap Darurat Covid-19 FISIP Unand Kepada Pemerintah
I

Kategori -

Padang,BeritaSumbar.com,- Tim Tanggap Darurat COVID-19 FISIP UNAND Sarankan Agar Pemerintah Daerah Terapkan  Strategi Penanganan COVID-19 Berbasis Komunitas dan Membangun Kerjasama Multi Pihak

  1. Pengantar

Jumlah pasien yang secara positif terjangkit oleh COVID-19 terus bertambah dari hari ke hari, termasuk di Sumatera Barat berdasarkan data publikasi BPBD Pemprov Sumbar sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Daerah Provinsi Sumatera Barat yang terhitung hari ini, Minggu, 5 April 2020 total jumlah PDP sebanyak 3.454 orang, ODP sebanyak 73 orang dan Kasus Terkonfirmasi Covid-19 atau  positif terjangkit COVID-19 mencapai 17 orang.
Pemerintah baik Pusat maupun Daerah akhirnya mulai mengambil beberapa langkah strategis untuk menghadapi penyebaran virus ini, salah satunya membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Di Provinsi Sumatera Barat, Gubernur juga telah membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Daerah yang diikuti oleh Kabupaten Kota di Sumbar. Beberapa kebijakan telah diberlakukan seperti pembatasan sosial berskala luas dengan memberlakukan peliburan sekolah, bekerja dari rumah; pembatasan kegiatan keagamaan; pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum. Pandemi COVID-19 yang telah menyebar di 189 negara di dunia, benar-benar sulit dicegah untuk bertransmisi ke suatu negara, atau daerah.
Oleh sebab itu, dibutuhkan kebijakan untuk menata perilaku baru masyarakat tersebut, salah-salah dalam mengambil keputusan atau salah dalam memilih diksi dalam kebijakan tersebut, maka akan menimbulkan dampak lain yang lebih menggurita. Pemerintah pusat dan daerah harus menyingkronkan kebijakan, dan memperhitungkan berbagai dampak yang ditimbulkan seperti kesehatan, pendidikan, sosial, budaya, ekonomi, psikologis bahkan kehidupan beragama dari setiap kebijakan.
 
Untuk mencegah terjadinya kerentanan sosial masyarakat akibat pandemi COVID 19 FISIP Unand mendirikan Tim Tanggap Darurat COVID-19. Sejak Tim ini berdiri tanggal 23 Maret lalu, empat Divisi yang ada telah bekerja keras berjuang bersama melawan dampak penyebaran virus ini. Pembentukan tim ini adalah wujud dari kepedulian warga FISIP Unand dalam membantu pemerintah dan masyarakat dalam menanggulangi dampak sosial, budaya dan ekonomi wabah virus corona ini serta kebijakan yang menyertainya. Tujuan dari tim ini adalah untuk ikut serta mengantisipasi perkembangan eskalasi penyebaran COVID-19 dengan berperan aktif dalam melakukan edukasi dan kampanye kepada masyarakat luas tentang bahaya COVID-19 dan cara-cara menghindari penyebarannya. Selain itu Tim ini juga bertujuan membantu pemerintah daerah dalam menganalisis dan merekomendasikan berbagai kebijakan yang lebih operasional dalam meningkatkan kesiapan dan kemampuan pemerintah daerah dan masyarakat dalam mencegah, mendeteksi, dan merespons terhadap COVID-19.
Untuk memantau dan melakukan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah dalam tanggap COVID-19 Tim Tanggap Darurat COVID-19 FISIP UNAND telah menyebar kuisioner masyarakat yang direspon oleh 260. Responden yang memberikan tanggapan  memiliki latar belakang pendidikan yang beragam, dan tersebar di seluruh kabupaten kota se-Sumatera Barat.
 

  1. Rekomendasi Kebijakan

Berdasarkan hasil riset kebijakan yang dilakukan oleh Tim Tanggap Darurat COVID-19 FISIP Universitas Andalas maka dirumuskan beberapa rekomendasi sebagai berikut:
 
Pertama: Selama ini masyarakat lebih banyak mengetahui tentang berbagai kebijakan dalam penanganan wabah COVID-19 dari media sosial dibandingkan melalui saluran informasi resmi pemerintah daerah. Masyarakat sering dicekoki informasi dari banyak kanal mulai dari yang kredibel sampai yang tidak. Kabar hoaks tentang COVID-19 banyak menyebar di media social yang sering membuat masyarakat bingung bahkan panik.  Struktur Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mulai dari pusat hingga provinsi dan kabupaten kota, ternyata tidak banyak membantu masyarakat dalam mendapatkan informasi dan arahan tentang apa, mengapa dan bagaimana dalam bertindak dalam masa darurat COVID-19 ini.. Berdasarkan itu, mengingat kondisi sosial budaya masyarakat yang sangat beragam Pemerintah Daerah disarankan meningkatkan efektivitas kerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID 19 dan memperluas komunikasi  ke seluruh pelosok nagari-nagari yang lebih terkoordinasi, terencana, terpadu, dan menyeluruh guna memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman, risiko, dan dampak pandemi COVID-19. Dengan demikan diharapkan masyarakat akan terhindar dari isu yang tidak produktif, tidak jujur, tidak transparan serta  yang terpenting adalah masyarakat di seluruh pelosok Nagari paham dan patuh tentang apa yang wajib dilakukan dan apa yang tidak boleh mereka lakukan pada masa darurat COVID-19 ini. Untuk itu Tim Tanggap Darurat COVID-19 FISIP Unand menyarankan agar pemerintah daerah perlu melakukan rapat harian dengan media massa termasuk media sosial terpercaya untuk berbagi informasi yang akurat dan terkini.
 
Kedua, Pemerintah daerah disarankan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan masyarakat untuk mendukung tanggap darurat COVID-19 dengan tidak mengabaikan pelayanan kesehatan dasar lainnya. Peningkatan kapasitas pelayanan kesehatan oleh Pemerintah Daerah ini sangat penting mengingat belakangan sangat santer beredar informasi tentang terbatasnya ketersediaan jumlah ruang isolasi serta APD (alat perlindungan diri) bagi tenaga medis dan paramedis di RS Rujukan Penanganan COVID-19. Sementara itu di tingkat masyarakat juga terjadi kesulitan mendapatkan masker. Tim Tanggap Darurat COVID-19 FISIP menyarankan agar Pemerintah Daerah mendorong UMKM lokal untuk memproduksi masker berkualitas dengan harga yang murah didistribusikan secara gratis dan meluas kepada masyarakat. Selanjutnya masyarakat diwajibkan untuk menggunakan masker.
 
Ketiga pemerintah daerah juga disarankan untuk segera mengantisipasi berbagai dampak sosial budaya, ekonomi, pendidikan, psikologi yang ditimbulkan oleh pandemic COVID-19 ini. Kebijakan untuk meminta masyarakat stay at home dan social distancing perlu diikuti dengan strategi pemerintah untuk mengatasi berbagai dampaknya. Untuk itu Pemerintah Daerah perlu mengefektifkan jaringan pemerintah paling rendah seperti RT/RW di Kota dan Jorong di Kabupaten. Mereka seharusnya  tidak hanya sebagai posko dan pusat penerimaan laporan, akan tetapi juga harus mampu bersama-sama tokoh-tokoh masyarakat seperti Ninik Mamak, Alim Ulama, Cerdik Pandai, Bundo Kanduang dan Pemuda serta organisasi kemasyarakat yang ada seperti Majelis Taklim, Karang Taruna dll mencarikan solusi terhadap berbagai masalah dan dampak sosial, ekonomi budaya,pendidikan dan  psikologis yang timbulkan oleh COVID-19. Selain itu juga memberikan literasi kepada masyarakat di sekitar mereka.. Perlu disadari bahwa perang melawan Covid-19 bukan hanya tanggungjawab pemerintah, melainkan semua elemen kehidupan masyarakat wajib terlibat sesuai dengan fungsi dan perannya masing-masing. Untuk itu Tim Tanggap Darurat COVID-19 FISIP Unand menyarankan agar di setiap RT dan Jorong juga dibentuk Gugus Tugas  Karena Gugus Tugas di tingkat RT dan Jorong inilah yang paling penting dalam memerangi COVID-19. Di sinilah perang yang sebenarnya terjadi. Fungsi Gugus Tugas RT dan Jorong ini adalah:

  • Memantau warga yang berstatus PDP, ODP dan Positif COVID-19;
  • Melaporkan ODP yang tidak memiliki ruang karantina Mandiri kepada Kelurahan atau Nagari;
  • Mendata warga berstatus PDP, ODP dan Positif COVID-19 serta warga rentan lainnya seperti warga lansia yang perlu disantuni;
  • Memastikan warga di wilayah masing-masing mamatuhi aturan tetap di rumah dan menjaga jarak.

Sedangkan Ketua RT dan Wali Jorong disarankan mengambil peran penting sebagai berikut:

  1. Mengaktifkan jalur koordinasi tanpa tatap muka atau online dengan warga untuk memantau situasi;
  2. Mengedukasi warga dengan gejala COVID-19 untuk melakukan isolasi mandiri di rumah;
  3. Mengedukasi warga agar selalu menggunakan masker;
  4. Mengidentifikasi, mendata dan melaporkan warga dengan resiko tinggi;
  5. Mengidentifikasi, mendata dan melaporkan warga dengan gejala COVID-19 ke ke RW, Kelurahan atau Nagari dengan menggunakan perangkat Online;
  6. Melaporkan ke Puskesmas setempat melalui telepon jika menemukan warga dengan gejala COVID-19;
  7. Mengedukasi tetangga yang pernah kontak dengan warga dengan gejala COVID-19 untuk Isolasi Mandiri;
  8. Menginformasikan langkah tepat pencegahan penularan pada warga sekitar;
  9. Mengedukasi warga sekitar agar tidak member stigma buruk kepada ODP, PDP dan Positif COVID-19;
  10. Melakukan perlindungan dan pengawasan kepada warga dengan gejala COVID-19 atau yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah;
  11. Memantau dan mengedukasi para perantau dari Negara atau daerah tranmisi COVID-19 yang pulang kampung untuk melakukan isolasi mandiri;
  12. Melibatkan warga dan perantau dalam urun biaya atau menggalang sumbangan untuk kebutuhan penanganan wabah COVID-19;
  13. Melaporkan kepada RW, Kelurahan atau Nagari jika ada warga yang tidak memungkinkan untuk melakukan isolasi mandiri agar dipindahkan ke lokasi isolasi bersama yang sudah ditentukan oleh Kelurahan atau Nagari

 
Keempat: Tim Tanggap Covid-19, FISIP UNAND menyarankan agar Pemerintah di berbagai tingkatan untuk segera mengefektifkan kerjasama dengan semua pihak, kerjasama berbasis masyarakat yang tidak hanya melibatkan pemerintah di berbagai tingkatan tetapi juga sektor swasta, BUMN/BUMD, dan Perguruan Tinggi (PT). Tim Tanggap Darurat FISIP juga mendesak pemerintahan Provinsi dan Kabupaten/Kota serta Pemerintah Nagari/ Desa/kelurahan untuk memastikan realokasikan anggaran yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kota di Sumatera Barat benar-benar tepat sasaran dan dapat menjamin pemenuhan kebutuhan dasar penduduk sebagai konsekuensi diberlakukannya kebijakan pembatasan sosial berskala luas dalam penanganan COVID-19 dengan segala dampak social ekonomi yang ditimbulkan. Khusus untuk Kabupaten/Kota yang memiliki anggaran Dana Desa/Nagari perlu segera mendorong pemerintah desa / nagari untuk menggunakan dana desa secara transparan dan tepat sasaran  bagi penanggulangan dampak COVID-19 ini.
 
Divisi Analisis Kebijakan
Tim Tanggap Covid19 FISIP UNAND
Email: tanggapcovid19fisip.ua@gmail.com
082382347119

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

BANGKITKAN KESADARAN !

“Dunia pasti berobah dan Kiamat pasti kan terjadi juaKebangkitan dan keruntuhan sebuah bangsa pasti silih bergantiBegitu juga bergulir para penguasa, atas nama jabatan dan...
- Advertisement -

Muskot 1 ESI Payakumbuh, Wujudkan Hobi Bermain Game Sebagai Prestasi, Prestasi Menjadi Profesi

Dengan tema "Mewujudkan Hobi menjadi prestasi dan prestasi sebagai profesi", Musyawarah Kota 1 Electronic Sport Indonesia (ESI) digelar di Kantor KONI Kota Payakumbuh, Kamis (18/2).

Jadi Kabareskrim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto Dukung Penuh Program Presisi Kapolri

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menunjuk Komjen Pol Agus Andrianto menjabat Kabareskrim Polri. Sebelumnya, Agus menjabat Kabaharkam Polri.
- Advertisement -

Dirujuk ke RS M Djamil, Pasien Lutut Besar Dibezuk Danlantamal Padang

Bukittinggi, beritasumbar.com -- Bintang Herlambang (18), pasien lutut membesar sebesar bola kaki karena kanker stadium 4, akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit M. Djamil Padang...

Usai Jabat Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan Akan Aktif Dalam Kegiatan Sosial

Limapuluh Kota, beritasumbar.com - Setelah berakhir menjabat Wakil Bupati Limapuluh Kota, Sumatera Barat periode 2016-2021, Ferizal Ridwan akan kembali menjalani sejumlah kegiatan sosial. Hal itu...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

37 Kandidat Bertarung Di Pilwanag Serentak Sijunjung 2021 Ikuti Tes Tertulis

Sijunjung, beritasumbar.com - Sebanyak 37 ( tiga puluh tujuh) orang putra terbaik  5 (lima) Nagari di Kabupaten Sijunjung berebut tiket untuk masuk 5 (lima) bursa...

Teken Fakta Integritas, ASN Lapas Sijunjung Komit Bebas Korupsi , Bersih, dan Melayani

Sijunjung, beritasumbar.com - ASN Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muaro Sijunjung menggelar deklarasi janji kinerja dan pencanangan pembangunan zona integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK)...

Presiden Jokowi Lantik Mahyeldi-Audi bersama Dua Gubernur dan Wagub lainnya, Masa Bakti Hingga 2024

Jakarta, beritasumbar.com - Presiden Joko Widodo melantik tiga pasang gubernur dan wakil gubernur terpilih pada Kamis, (25/2), dimana pelantikan tersebut berlangsung di Istana Negara,...

Pelanggaran Netralitas ASN-Wali Nagari Di Limapuluh Kota Selama Pilkada 2020, Ini Rinciannya

Sarilamak, beritasumbar.com - Selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di Kabupaten Limapuluh Kota Sumatera Barat, empat pelanggaran yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN)...

BPNB Sumbar dan HWK Sumbar bersama DPD RI Gelar Orasi Pemajuan Kebudayaan Saniangbaka

Saniangbaka memiliki kekayaan dalam seni dan budaya. Nagari yang berada di X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat tersebut menonjol dengan kesenian tarinya yang sering ditampilkan pada panggung nasional dan internasional.

Kawasan Lembah Harau Kembali Terbakar, Diduga Pelaku Kemah Lupa Matikan Api Unggun

Sarilamak, beritasumbar.com - Kawasan Wisata Lembah Harau, Kabupaten Limapuluh Kota Kembali mengalami mengalami kebakaran pada Selasa siang, namun berhasil dipadamkan oleh petugas. "Pada kebakaran hutan...

Cegah Narkoba Di Jajaran Internal, Personel Polres Sijunjung Tandatangani Fakta Integritas

Sijunjung, beritasumbar.com - Untuk mencegah pemakaian nakorba pada jajaran internal, semua personel Polres Sijunjung menandatangani komitmen moral untuk tidak menyalahgunakan, memakai, dan atau mengedarkan ...

Uang Yang Disimpan Dalam Karung Oleh Pria Tuna Rungu Asal Payakumbuh Ditaksir Capai Ratusan Juta

Payakumbuh, beritasumbar.com -  Sudah tujuh hari sejak dilakukannya beres-beres di rumah Palyuri (81 tahun) atau lebih dikenal dengan nama Biok. Kakek tuna rungu yang viral...

Musda LPPKI DPW Sumbar Dibuka Langsung Ketum LPPKI Azwar Siri.SH

Lembaga Perlindungan dan Pemberdayaan Konsumen Indonesia (LPPKI) Dewan Pimpinan Wilayah Sumbar menyelenggarakan Musayawarah Daerah (Musda). di Meeting Room Kave Uj By Pas Kota Padang. Sabtu kemaren.

Kecelakaan di Pendakian Kodok Palupuh, 20 Penumpang Nyaris Tewas

Bukittinggi, beritasumbar.com -- Sebanyak 20 penumpang bus PO Family BA 7983 DU nyaris tewas, setelah bus hilang kendali di Simpang Pendakian Kodok, Jorong Batang...
- Advertisement -