25.2 C
Padang
Sunday, October 25, 2020

Gus Hamid: Halal-Haram Domain Otoritas Keilmuan, Bukan Aktor Selebritis

Ketua Umum Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Dr. Hamid Fahmy Zarkasi menegaskan bahwa aktor Tio Pakusadewo itu tidak mengerti soal agama. Jadi, dia (Tio Pakusadewo, red) tidak punya hak untuk mengatakan sesuatu mengenai agama ataupun majelis ulama, sebab, halal-haram itu domainnya otoritas kelimuan ulama.

Pernyataan itu disampaikan putra ke-9 dari KH Imam Zarkasyi, pendiri Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo  yang kerap disapa Gus Hamid ini menanggapi celoteh seorang aktor selebritis bernama Tio Pakusadewo yang memprotes fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengenai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Bahkan, sebagaimana dikutip laman tribunnews.com, Sabtu (01/08/2015), dengan tegas Tio mengatakan bahwa MUI itu lembaga yang tak jelas yang sesuka hatinya mengadili itu haram. Justru, Tio memiliki pandangan lain, bagaimana jika MUI itu yang diharamkan.

“Paling utama itu, dia (Tio Pakusadewo, red) ini kan tidak ngerti agama. Jadi, tidak ada hak untuk mengatakan sesuatu mengenai majelis ulama maupun agama. Itu adalah domainnya otoritas keilmuan,” kata Gus Hamid dikutip dari hidayatullah.com, Ahad, (02/08/2015) pagi.

Sekarang, lanjut Gus Hamid, misalnya orang-orang Bank Indonesia (BI) berbicara mengenai ekonomi. Kemudian kita katakan bahwa peduli dengan perkataan orang BI, kalau BI bilang begini mengenai ekonomi. Lalu, dia (Tio) tentang pernyataan orang BI. “Nah, dia itu ada ilmu apa mengenai ekonomi?” imbuhnya.

Jadi, menurut Gus Hamid, orang-orang yang nggak ngerti –bukan bidangnya—soal agama, maka nggak usah ikut campur. Ia menyarankan untuk menyerahkan kepada yang lebih mengerti sebagaiamana para ulama di MUI.

“Kita sendiri masalah kedokteran, jua kita serahkan kepada dokter. Iya kan? Ini masalah sehat atau nggak sehat. Emang itu urusan loe masalah sehat dan nggak sehat? Masak begitu? Itu kan nggak boleh,” cetusnya.

Gus Hamid menegaskan bahwa, umat Islam tidak perlu lagi menentang ijtihad orang-orang yang sudah mempunyai ilmu sesuai dengan kapasitas dan domainnya terkait dengan persoalan-persoalan agama seperti para ulama di MUI.

“Dalam masalah agama, kenapa masih harus menentang orang-orang yang sudah mempunyai ilmu mengenai itu?” pungkas Gus Hamid.*

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Melalui Genpro, Bumbu Randang Payakumbuh Dikirim Ke 7 Negara Henny Riza : City of Randang Bukan Gertakan Saja

Payakumbuh --- Impian Kota Payakumbuh agar Randang Go Internasional sudah di depan mata, pasalnya setelah dibantu fasilitasi oleh Global Enterpreneur Profesional (Genpro)...

Penderita Kanker Darah Ini Terima Bantuan Dari Pimpinan Klinik Puti

Padang Pariaman,- dr.Zunirman kembali mengunjungi penderita Penyakit Kanker Darah (Leukemia) Sri Handayani warga Korong Pasa Kandang,Nagari Balah Hilie,Kecamatan Lubuk Alung,Kabupaten Padang Pariaman,...

Yola Oksandra Raih Juara 3 Nasional Pemuda Pelopor Bidang Agama, Sosial dan Budaya

Sijunjung, Berita Sumbar-- Yola oksandra, meraih juara 3 ( tiga) Tingkat Nasional Pemuda Pelopor Bidang Agama, Sosial dan Budaya, kata Kadis Parawisata...

Ketum DPN LPPKI Jadi Narsum Di Talkshow Peringatan Hari Konsumen Nasional

Padang,- Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Lembaga Perlindungan dan Pemberdayaan Komsumen Indonesia (LPPKI) Azwar Siri.SH.Med.CPL menjadi narasumber dalam acara talkshow yang...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Polres Inhil Ungkap Narkoba, 50 KG Sabu Berhasil Diamankan

Riau, - Sat Narkoba Polres Inhil patut diapresiasi karena berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis shabu seberat 50 kilo, di Perkebunan milik PT...

Sekolah Online Ditengah Pandemi, Masyarakat Sungai Salak Tanjung Emas Terhalang Jaringan

Tanah Datar,- Wabah virus covid 19 masih terasa efeknya hingga saat ini, bahkan kepelosok desa/ nagari sekalipun. Ditengah kasus...

Pimpinan Pondok Gontor Wafat, Alumni Gontor Berduka

KH DR ( HC) Syukri Zarkasy MA Selaku Pimpinan pondok modern darussalam gontor ponorogo jawa timur wafat dikediamannya pada hari rabu 21/10/20...

Perbumma Adat Nusantara Kupas Prospek dan Solusi Peningkatan Penyediaan Pangan Nusantara

JAKARTA – Hari Pangan Sedunia yang ke XL pada tanggal 16-Oktober 2020, moment yang tepat bagi Perbumma Adat Nusantara dan KUP Suta...
- Advertisement -