24 C
Padang
Selasa, November 30, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Duka Dt. Rajo Malano Terobati, Wawako Serahkan Bantuan
D

Kategori -
- Advertisement -

Duka keluarga D. Dt. Rajo Malano, 80 th penduduk Kelurahan Napar, Kecamatan Payakumbuh Utara, korban kebakaran akhir September lalu, terobati. Pemko Payakumbuh menyalurkan bantuan sebesar Rp5 juta, guna membantu pembangunan kembali rumah Dt. Rajo Malano, mamak Abdul Khair, anggota DPRD Payakumbuh ini.

Bantuan diserahkan Wakil Walikota H. Suwandel Muchtar kepada Dt. Rajo Malano, didampingi Kepala Badan Kesbang dan Penanggulangan Bencana Daerah Ir. Yufnani Awai, dalam acara di Balaikota Payakumbuh, Jum’at (18/10). Dalam acara ini juga hadir sejumlah pengurus LPM dan tokoh masyarakat setempat serta Kasi Penanggulangan Bencana H. Joni Amir.

Wakil Walikota Suwandel Muchtar dan Kepala Kesbang Penanggulangan Bencana Yufnani Awai, dalam sambutannya, mengharapkan, meski tidak terlalu besar bantuan yang diberikan, tapi diharapkan mampu meringankan benan keluarga korban dalam membangun kembali rumahnya yang terbakar.

Kepedulian pemko itu, menurut Dt. Rajo Malano, tak obahnya bagaikan pelepas dahaga di tengah padang yang tandus. “Kami tak pernah melihat besar bantuan yang diberikan. Tapi, bentuk kepedulian pemko ini, cerminan kasih sayang pemko terhadap rakyatnya. Mudah-mudahan Allah SWT akan melindungi pimpinan yang pro rakyat ini,” sebut Dt. Rajo Malano.

Peristiwa kebakaran yang meludeskan rumah parmanen Dt. Rajo Malano itu, terjadi sekitar pukul 01.00 WIB, Senin (23/9). Malam itu, sekitar pukul 20.00 WIB hingga jam 22.00 WIB listrik PLN padam. Kemungkinan, saat lampu mati, selepas Isya, korban tertidur bersama isterinya. Sementara, lilin yang dipasang lupa mematikannya. Diduga, lilin inilah penyebab rumah korban terbakar.

Rumah yang terbakar itu, selama ini hanya ditempati Dt Rajo Malano bersama isterinya. Sedangkan, beberapa cucu dan keponakannya menempati rumah di bagian belakang yang terpisah sekitar dua meter. Menurut Wis, keponakan yang mengetahui rumah terbakar sekitar pukul 01.00, begitu melihat api sudah sampai ke atas loteng, spontan bersama keponakan lainnya, membangunkan mamak mereka. Tapi, tak ada sahutan dari dalam, sehingga akhirnya dibongkar secara paksa.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img