23 C
Padang
Rabu, Oktober 20, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Disparpora Gelar Lomba Falsafah Mencari Icon Payakumbuh
D

Kategori -
- Advertisement -

Jam Gadang di Bukittinggi dan Bingkuang di Kota Padang. Dua icon yang menggambarkan falsafah kedua kota itu. Tapi, sejak Kota Payakumbuh lahir 17 Desember 1970, hingga sekarang kota ini  belum punya icon yang jelas. Pasangan Walikota Payakumbuh Riza Falepi dan Wawako H. Suwandel Muchtar, minta Disparpora menggelar sayembara, agar ke depan  Payakumbuh punya icon yang dapat dibanggakan dan  punya catatan nilai sejarah.

 

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Payakumbuh Drs. Syahnadel Khairi, di Balaikota di Bukik Sibaluik Payakumbuh, menginformasikan, Jum’at (8/8), tahap pertama pihaknya menggelar sayembara Falsafah Kota Payakumbuh.

 

Lomba ini terbuka untuk umum, menyediakan hadiah  total nilai 25 juta, plus piagam penghargaan. Naskah peserta, sudah harus diterima di Disparpora di  Medan nan Bapaneh Taman Wisata Ngalau Indah Payakumbuh, paling lambat 30 Agustus 2014.

 

“Jika falsafah Payakumbuh sudah jelas, akan disusul dengan lomba pembuatan Icon Kota Payakumbuh. Icon yang dilombakan, disesuaikan dengan falsafah dan sejarah kota ini,” ungkap Syahnadel didampingi Sekretaris Disparpora Dafrul Pasi, S.IP.

 

Dikatakan, lomba Icon Kota Payakumbuh, diharapkan, rampung  Desember 2014. Harapan kita, pada upacara  peringatan HUT Kota Payakumbuh ke-44, pemenang Icon Kota Payakumbuh ini sudah ditetapkan pula. Untuk selanjutnya, hasil lomba tersebut, akan dibicarakan dengan DPRD, guna ditetapkan bersama, sehingga Payakumbuh punya Icon yang jelas,” tegas Syahnadel.

 

Begitu eksekutif dan legisltif sudah menetapkan bentuk Icon Kota Payakumbuh, direncanakan pada tahun anggaran 2015, akan dibuat fisik Icon Kota Payakumbuh dalam bentuk ukuran yang cukup besar. Idealnya, Icon itu berdiri di tengah atau di jantung kota yang dilengkapi dengan ruang terbuka hijau, seperti dimiliki Kota Bukittinggi. Karena itu, pemko juga tengah merancang pembangunan ruang terbuka hijau yang akan berfungsi sebagai paru-paru atau alun-alun kota, jelas Syahnadel.

Sementara, dalam lomba falsafah dan Icon Kota Payakumbuh itu, katanya, dewan jurinya melibatkan ahli sejarah UNP dan Unand Padang, sejarahwan, budayawan, tokoh adat Luak Limopuluah dan Payakumbuh.

 

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img