30 C
Padang
Kamis, Desember 2, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Disparpora Dan Ninik Mamak Bahas Adat Budaya Minangkabau
D

Kategori -
- Advertisement -

Dalam menumbuhkan kembali masyarakat yang kenal dan peka terhadap adat budaya Minangkabau, Dinas Pariwisata dan Olahraga Payakumbuh, mengundang para pemangku adat, ninik mamak, cadiak pandai, bundo kanduang dari 10 Kerapatan Adat Nagari (KAN) untuk duduk bersama. Ajang temu muka dan diskusi ini dikemas dalam acara seminar yang bertajuk Adat Budaya Daerah Minangkabau berlangsung 2 hari, 2-3 April 2014, di aula Hotel Bundo Kanduang, Labuah Basilang.

Acara seminar mengundang Ketua LKAAM Prov. Sumbar Sy. Dt. Rajo Panghulu, Ketua Bundo Kanduang Prov. Sumbar, Raudah, Ketua TP PKK Kota Payakumbuh, Ny. Henny Riza Falepi, Suhendri, S.Pd, M.Sn dari Taman Budaya, serta Dra. Elfriza Zaharman dari KesbangpolLinmas Kota Payakumbuh sebagai narasumber. Mengetengahkan permasalahan yang tengah terjadi di masyarakat akhir-akhir ini. Terlebih lagi pada generasi muda Minang, yang pengetahuan tentang adat budaya Minangkabaunya telah terkikis oleh perkembangan zaman.

Asisten II, Drs. Amriul Dt. Karaiang, mewakili Walikota Payakumbuh, dalam sambutannya pada acara pembukaan, menyampaikan keprihatinannya terhadap masalah ini. Pemko melalui Disparpora mengajak pada seluruh ninik mamak, bundo kanduang, dan pemangku adat dari 10 nagari di Kota Payakumbuh, untuk kembali menumbuhkan adat dan budaya Minangkabau ini kepada generasi muda. “Kita tidak ingin, dalam beberapa tahun ke depan, generasi muda Minangkabau, tidak tau apa itu Tambo, Kato nan Ampek, siapa itu Ninik Mamak, Bundo Kanduang, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan adat budaya Minangkabau” sambut Amriul.

Untuk itu, dalam rencana kedepan, Pemko melalui Disparpora akan berkoordinasi dengan KAN dari 10 Nagari di Kota Payakumbuh, untuk menginventaris atau menuliskan kembali, adat dan budaya yang ada di masing-masing nagari. Inventaris ini nantinya akan didokumentasikan dalam bentuk sebuah buku maupun bentuk dokumentasi lainnya. ”Jadi generasi muda, juga bisa mengetahui adat dan budaya yang ada di nagari mereka masing-masing” kata Amriul lagi.

Hal ini langsung diamini oleh Kadis. Parpora, Syahnadel Khairi. Pemko merasa, generasi muda di Minangkabau, khususnya di Payakumbuh, telah banyak yang buta terhadap adat budayanya sendiri. Generasi muda hanya terbuai dengan perkembangan zaman yang lebih mengarah ke budaya barat, yang tentunya bertentangan dengan budaya Minangkabau. ”Persoalan ini harus kita selesaikan bersama, sehingga adat budaya Minangkabau, tidak hilang tertelan zaman” ujar Syahnadel.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img