26 C
Padang
Selasa, April 23, 2024
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Di Payakumbuh 599 KK Aladin, Pendataan Keluarga Dimulai Dari Rumah Dinas Walikota
D

Kategori -
- Advertisement -

Hasil pendataan tahun lalu, dari 31.430 KK di Payakumbuh, hanya 599 KK di lima kecamatan di kota ini yang masih tergolong pra sejahtera (sangat miskin), dengan indikator aladin (atap, lantai dan dinding) yang masih kurang memadai. Jumlah 599 KK aladin itu apakah bertambah atau menyusut, akan diketahui lewat pendataan ulang yang dilakukan Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan Keluarga Berencana (BPMP-KB) Payakumbuh, 1 Juli-30 September 2014.

Untuk melakukan pendataan keluarga di Payakumbuh itu, BPMP-KB menurunkan 280 petugas yang kesemuanya merupakan kader KB di 76 kelurahan se-kota Payakumbuh. Keluarga Walikota Payakumbuh Riza Falepi bersama isteri Ny. Dr. Henny Yusnita, menjadi sasaran perdana yang didata petugas pencacah dari Kelurahan Balai nan Tuo, Kecamatan Payakumbuh Timur, Senin (7/7). Saat pendataan hadir Kepala BPMP-KB Drs. Harmayunis, Kabid KB Dra.Lili Seprina Hidayani dan Camat Payakumbuh Timur Edvidel Arda, S.IP serta Lurah Balai nan Tuo Alfiandra.

Tiga petugas, Titin Sumarni, Netti Yarti, Nisda Warni, didampingi Koordinator KB Payakumbuh Timur, Netti Farida, dengan sigap melakukan pendataan keluarga Riza Falepi di rumah dinas kediaman walikota di Jalan Rky. Rasuna Said. Dari hasil pendataan, keluarga walikota yang merupakan peserta KB aktif, tercatat sebagai keluarga sejahtera (KS III plus). Di Payakumbuh berdasarkan data 2013, tercatat 629 KS III plus (Aktif memberikan sumbangan material secara teratur dan tercatat sebagai pengurus organisasi kemasyarakatan).

Sedangkan, KS I (keluarga yang karena alasan ekonomi tidak dapat memenuhi salah satu atau lebih indikator) atau keluarga tergolong miskin, tercatat 4.076 KK, kemudian KS II (keluarga-keluarga yang dapat memenuhi kebutuhan dasar kebutuhan psikologis tetapi belum dapat memenuhi kebutuhan perkembangan (menabung dan memperoleh informasi), sebanyak 8.018 KK.

Berikutnya, KS III (keluarga-keluarga yang dapat memenuhi kebutuhan pada tahapan keluarga I dan II namun belum dapat memberikan sumbangan (kontribusi) maksimal terhadap masyarakat dan berperan secara aktif dalam masyarakat sebanyak 18.108.

Menurut Kepala BPMP-KB Harmayunis dan Kabid KB Lili Seprina, pendataan keluarga 2014 itu, untuk memperoleh data basis keluarga dan invidu anggota keluarga yang memberikan gambaran secara tepat dan menyeluruh keadaan di lapangan sampai ke tingkat keluarga, misalnya tentang hasil-hasil pelaksanaan program KB Nasional dan tingkat kesejahteraan KK bersangkutan. Untuk selanjutnya memudahkan pemerintah menyusun program dalam memacu peserta KB aktif dan kesejahteraan masyarakat ke depan.

Keluarga pra sejahtera, dikatakan, menjadi sasaran khusus BPMP-KB, agar keluarga bersangkutan tidak punya anak yang banyak. Kehidupan mereka yang kurang beruntung, jika tak ikut KB akan menambah beban hidup keluarga bersangkutan. Tapi, di Payakumbuh, tegas Kabid KB Lili Sepriana, KK pra sejahtera itu, tercatat 80% ikut KB. “Kita senang, mereka secara sadar dan tanpa paksaan ikut KB,” katanya.

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img