23 C
Padang
Rabu, Oktober 20, 2021
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Dana Sumbangan Masyarakat untuk Galodo Di Pertanyakan Warga Tanjung Bonai,Polsek LBU ; Kasus ini Dalam Penyelidikan
D

Kategori -
- Advertisement -

Tanah Datar,Beritasumbar.com – Dana sumbangan berasal dari masyarakat untuk Galodo atau banjir bandang di Nagari Tanjuang Bonai memasuki babak baru,sempat dipertanyakan keberadaan dan peruntukaannya,Polsek Kecamatan Lintau Buo dalami penyelidikan kasus.

Ipda Pifzen Finot, SH. Kapolsek Lintau Buo Utara menyampaikan,”Dalam kasus dana sumbangan galodo,kami melalui Kanit Intel sedang melakukan penyelidikan setelah media memberitakan permasalahan tersebut dan telah memanggil Walinagari Tanjung Bonai untuk dimintai keterangannya.

“Menurut keterangan yang kami dapat dari Walinagari,asal mula dana bantuan tersebut didapatkan ketika bencana Galodo melanda Nagari Tanjung Bonai tepatnya di Jorong Piubuah dan Jorong Sembayan pada tahun 2018,ketika itu dibukalah Posko darurat induk oleh Pemda Kabupaten Tanah Datar dengan jangka yang lumayan panjang.”Seiringnya berjalan waktu,Pemda mencabut Posko darurat yang terletak di Polsek Lintau Buo Utara dan dilanjutkan oleh Walinagari Tanjung Bonai.

“Selama didirikan posko bantuan yang didonaturi oleh pihak unsur,Nagari Tanjung Bonai mendapatkan bantuan dari Swadaya masyarakat dan Perantau yang ada di Kecamatan Lintau Buo Utara berupa uang Senilai Rp. 226.000.000 (dua ratus dua puluh enam juta rupiah) serta barang berbentuk baju,kain dan celana.

“Setelah dana tersebut terkumpul,pihak pemerintah nagari sebagai donatur dan bantuan memberikan laporan tertulis ke pemda Kabupaten Tanah Datar dari hasil posko lanjutan yang diambil alih oleh Nagari Tanjung Bonai, pada saat itu Pemda memerintahkan Walinagari agar dana tersebut di masukan ke dalam Anggaran Pendapaan Belanja Nagari (APBN), sementara untuk bantuan berupa baju di bagikan kepada masyarakat yang terdampak musibah.

“Menurut keterangan lanjutan tentang permasalahan dana,pemerintahan nagari beserta unsur lembaga pada tanggal 25 September 2019 mengadakan rapat mengenai peruntukan dan penyaluran dana,”dari hasil rapat maka dana disalurkan untuk Pembangunaan rumah bagi keluarga yang terdampak bencana Banjir Bandang atas nama H. Firdaus dengan jumlah bantuan Rp. 38.184.670 namun di berikan dalam bentuk bahan mentah bangunan dan di potong pajak belanja bangunan,Serta Yuni Astuti dengan jumlah bantuan Rp. 38.235.728 namun di berikan dalam bentuk bahan mentah bangunan dan di potong pajak belanja bangunan dan untuk Rehabilitas Saluran Air ke Masjid Bidayatul Abidin Jorong Piubuah berjumlah Rp. 89.986.290.

Dari Jumlah total dana bantuan yang telah di keluarkan oleh Pihak Walinagari Tanjung Bonai berjumlah Rp.166.406688 dari 2 buah bantuan rumah Korban dan 1 buah bntuan ke Masjid dan sisa uang dana tersebut Rp. 59.901.313 yang masih ada dalam APBN nagari.

Pifzen Finot menambahkan,saat ini kita masih tahapan penyelidikan,apakah benar dana tersebut memang benar tersalurkan sesuai keterangan Walinagari,untuk itu kita akan memanggil pihak-pihak terkait pada hari senin mendatang tutupnya.

Beberapa orang masyarakat yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan,kami menyangsikan dana yang diuraikan walinagari pada media yang meminta klarifikasi tersebut,pada kenyataannya ketua KAN tidak perna dilibatkan dalam masalah dana sumbangan tersebut,ada selisih yang cukup signifikan dengan jumlah dana yang didapat pada saat Musrenbang di Mualimin, terdapat dana sebesar Rp.260.000.000 saat dijabarkan ke media kok sebesar Rp 226.000.000,selebihnya kemana.”kata warga yang berdomisili di Jorong Tanjung Tongah.(haries)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img