Padang – Wacana PT. Blue Bird Tbk yang akan ikut berkompetisi dalam usaha angkutan bus pariwisata di Sumatera Barat(Sumbar) ditentang oleh DPD ASITA (Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies) setempat.

“Kami mendapatkan informasi, PT.Blue Bird akan mendatangkan bus pariwisata ke Sumbar. Kalau informasi ini benar, kami berharap pemerintah daerah meninjau kembali hal itu,” kata Ketua DPD ASITA Sumbar, Ian Hanafiah saat menghadiri Rapat Kerja Daerah II ASITA Sumbar di Hotel Inna Muara Padang, Kamis.

Menurutnya, pengusaha bus pariwisata yang tergabung dalam ASITA tidak semua yang merupakan pengusaha besar.

“Sebagian besar pengusaha bus pariwisata ini adalah pengusaha kecil yang hanya memiliki satu atau dua armada.

Kalau pemain besar seperti PT. Blue Bird ikut berkompetisi dalam bidang ini, pengusaha kecil ini bisa mati,” katanya.

Apalagi menurutnya, jumlah bus pariwisata di Sumbar saat ini sudah mencukupi.

“Total saat ini jumlah armada bus pariwisata di Sumbar mencapai 130 unit. Jumlah ini sudah memadai untuk melayani wisatawan yang datang ke Sumbar,” katanya.

Dia mengatakan, wacana yang sama pernah juga terjadi di Bandung. Karena jumlah armada dinilai sudah mencukupi, maka izin untuk pemain besar yang ingin masuk ke bidang usaha tersebut dibatalkan.

“Kami berharap hal ini juga dilakukan di Sumbar. Setidaknya hingga pengusaha benar-benar sudah bisa bersaing,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengatakan, pihaknya belum mendapatkan informasi terkait rencana PT. Blue Bird melakukan invasi bisnis ke bus pariwisata.

“Belum ada informasinya,” kata dia.

Tetapi, kalau informasi itu benar, dia akan memediasi pembicaraan antara ASITA dan PT.Blue Bird untuk membicarakan hal itu.

“Kita akan bicarakan nanti,” katanya.

 

Sumber: Antara
loading...