Padang – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumatera Barat (Sumbar), menilai belum membutuhkan impor bawang dan cabai untuk mengendalikan harga menjelang Ramadhan karena stok komoditi itu masih mencukupi di Sumbar.

Komoditi cabai di Sumbar masih mencukupi, apalagi dalam waktu dekat akan ada panen raya, kata Kepala Disperindag Sumbar, Mudrika di Padang, Kamis.

Stok untuk komoditi bawang menurut dia juga mencukupi, bahkan surplus.

Dari data Disperindag Sumbar, untuk cabai merah stok selama Ramadhan diperkirakan 4. 320 ton, sedangkan kebutuhan 3. 006 ton, sehingga masih surplus 1.254 ton.

Bawang merah stoknya 3.644 ton, kebutuhan pasar 1.837, jadi surplusnya 1.807 ton.

Kita bisa lihat, belum perlu penambahan cabai dan bawang melalui impor, katanya.

Meski demikian, dia mengatakan, tidak tertutup kemungkinan akan dilakukan impor jika terjadi gejolak sewaktu-waktu karena kondisi pasar selama Ramadhan tidak bisa dipastikan.

Selain dua komoditi tersebut, komoditi pangan lain seperti beras juga surplus 95 ribu ton, karena stok mencapai 140 ribu ton, sedangkan kebutuhan hanya 45 ribu ton.

Minyak goreng, jumlah stok per bulan 8.800 ton, kebutuhan 8 ribu ton, sehingga surplus 800 ton.

Daging sapi, jumlah stok 969 ton, kebutuhan 695 ton, sehingga surplus 274 ton.

Sementara untuk kondisi harga kata Mudrika, pada beberapa komoditi pokok seperti cabai dan bawang memang mengalami kenaikan harga. Kenaikan itu di kisaran Rp2.000 per kilogram.

“Harga cabai dari pantauan dua pasar yaitu, Pasar Siteba dan Pasar Lubuk Buaya yang sebelumnya Rp24.000 per kilogram hari ini menjadi Rp26.000 per kilogram. Hal ini karena tingginya kebutuhan. Namun, ini masih kondisi wajar,” terangnya.

Sementara untuk komoditi bawang, kata Mudrika, harga Rp28.000 per kilogram untuk dua pasar satelit tersebut.

Sementara itu, salah seorang warga Kota Padang, Midar berharap agar harga kebutuhan pokok di Sumbar, termasuk cabai bisa stabil menjelang puasa dan Ramadhan.

“Jangan sampai harga naik tinggi karena hanya merugikan masyarakat kecil,” katanya.

 

Sumber: Antara/Oleh Agung Pambudi
loading...