Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com,- Berinovasi dalam pembangunan dan pengembangan sekolah merupakan salahsatu tugas penting kepala sekolah sebagai fungsional guru yang diberikan tugas. Adapun target atau sasaran inovasi yang dapat dilaksankan oleh kepala sekolah bisa menyangkut bidang-bidang kurikulum, sarana dan prasarana, pengelolaan keuangan, strategi pembelajaran, pengelolaan siswa, tenaga guru dan hubungan masyarakat.
“Ini merupakan tugas kepala sekolah secara umum, bearti untuk seluruh kepala sekolah dasar dan menengah yang tersebar di Kabupaten Limapuluh Kota. Tentu tidak terlepas dari aturan yang berlaku di dunia pendidikan itu sendiri.” Kata Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro Rajo di SDN 01 Sarilamak, Kecamatan Harau, Sabtu (28/4/2022).
Lebih lanjut disampaikan bupati, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terus menjadi acuan pada setiap kreativitas dan aktifitas. kreativitas dan inovasi menjadi kata kunci penting untuk memastikan sebuah pembangunan yang berkelanjutan, khususnya di seluruh sektor di Kabupaten Limapuluh Kota.
Dikatakan bupati, merdeka belajar merupakan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yang bertujuan mendorong para murid untuk menguasai berbagai keilmuan sejak dini. Tinggal bagaimana setiap kepala sekolah menerapkan di sekolah masing-masing.
“Bersama-sama kita mewujudkan limapuluh kota yang madani, berpendidikan dan berlandaskan adat basandi syarak, syarak basandikan kitabullah,” kata Safaruddin.
Disamping itu, Safaruddin juga mengungkapkan rasa kagum terhadap SDN 01 Sarilamak karena memiliki keberagaman suku bangsa disekolah itu. Dominasi suku yang ada pada para murid, guru dan orang tua yakni suku Batak, suku Minang dan Jawa.
“Gambaran Indonesia sekali, keberagaman suku bangsa Indonesia. Terbukti dengan ada nya tari pasambahan dari Minang, Reok Ponorogo dari Jawa dan Tari Tor Tor dari Batak pada pentas seni yang diadakan. Luar biasa sekali,” pungkas Safaruddin.
Dalam kesempatan yang sama Kepala Sekolah SDN 01 Sarilamak Fitria, S.Pd mengucapkan berterimakasih atas masukan dan saran yang telah disampaikan bupati. Terhadap pembangunan sekolah saat ini sekolah belum memiliki pustaka dan masih rawan banjir.
“Tentu hal itu akan kami terapkan semaksimal mungkin. Dan seiring dengan hal itu berbagai usulan terhadap pembangunan dan pengembangan sekolah akan kami layangkan ke Pemerintah Daerah melalui dinas terkait. Alhamdulillah direspons cepat bupati tadi, langsung disampaikan arahan dan perintah langsung kepada dinas pendidikan untuk persolan perpustakaan yang belum ada,” tutup Fitria. (rn)
