25.8 C
Padang
Selasa, Januari 18, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Bupati Suhatri Bur Melantik Serentak 28 Wali Nagari Terpilih se Kabupaten Padang Pariaman
B

Kategori -
- Advertisement -

Padang Pariaman,  –  Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, SE.MM melantik wali nagari terpilih secara serentak untuk masa jabatan 2021-2026 pada Senin (13/12) di Hall Ibu Kota Kabupaten (IKK) di Nagari Parik Malintang. Setiap wali nagari yang dilantik hasil Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak pada 29 31 Oktober 2021.

Bupati mengucapkan selamat kepada wali nagari yang telah dilantik dan diambil sumpahnya. Kemudian mengucapkan terima kasih kepada semua elemen masyarakat, terutama panitia pilwana dan Badan Musyawarah Nagari yang telah menyukseskan pelaksanaan Pilwana 2021.

“Jumlah nagari yang melakukan pilwana serentak 2021 ini 29 nagari yang tersebar pada 14 kecamatan dengan motto “Bakampuang Badunsanak” katanya.

Pada kesempatan ini, dilantik sebanyak 28 wali nagari, hal ini dikarenakan Wali Nagari Nagari Sunur masa jabatan pejabat sebelumnya sampai 22 Desember 2021, sehingga wali nagari terpilih akan dilantik khusus, setelah berakhirnya masa pejabat yang lama.

Orang nomor satu di Padang Pariaman ini juga menyebutkan pemerintahan nagari dipimpin dan dikoordinir oleh seorang wali nagari yang jadi perpanjangan tangan  pemerintah kabupaten dalam rangka menyejahterakan masyarakat. Wali nagari terpilih beserta jajarannya, untuk bekerja sungguh-sungguh, ikhlas dan rela mengabdikan dirinya untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

“Untuk mewujudkan hal itu saudara agar segera mempersiapkan dokumen perencanaan nagari, sesuai jadwal yaitu RPJM Nagari paling lambat akhir Maret 2022 (tiga bulan setelah pelantikan),” katanya

Terkait dengan penyusunan dokumen RPJM nagari, hal yang harus menjadi perhatian saudara, yakni keseimbangan antara kegiatan pembangunan sumber daya manusia dan pembangunan fisik, pengembangan ekonomi produktif melalui penetapan dan pengembangan produk unggulan Nagari (one village one product), pembentukan Bumnag dan pengembangan usaha bumnag untuk mendukung pengembangan produk unggulan nagari, kegiatan produktif yang berdampak pada peningkatan pendapatan asli nagari, yang dalam jangka panjang berdampak pada kemandirian Nagari dalam sektor keuangan, serta optimalisasi semua potensi. Baik Sumber Daya Manusia maupun Sumber Daya Alam. Termasuk pemanfaatan potensi perantau pada masing-masing nagari,” tegasnya.

Ia juga berpesan kepada istri wali nagari untuk mendampingi suami,  karena perannya sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab wali nagari. Tinta emas sejarah telah mencatat, bahwa dibalik keberhasilan pemimpin besar ada perempuan-perempuan tangguh yang menyokong dan menopang keberhasilan pemimpin tersebut.

“Selanjutnya, mengingat kita masih dalam masa pandemi Covid-19, dimana PR terbesar kita saat ini adalah mengejar target Vaksinasi Covid-19. Harapan saya kepada kita semua khususnya Wali nagari yang baru dilantik. Yaitu bagaimana kita bersama-sama, bahu membahu dan saling mendukung untuk mengajak masyarakat atau kelompok sasaran yang belum di vaksin, agar dapat segera dilakukan vaksinasi,” harapnya.

Senada dengan itu, Gubernur Sumatra Barat dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Prov. Sumbar Anasrul, S.H. mengatakan sebagai wali nagari banyak yang harus dilakukan, diantaranya penguatan dari segi keuangan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 dan terakhir dengan Peraturan Pemerintah nomor 8 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 60  Tahun 2014 tentang Dana Desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, bahwa Desa di Jawa, Kampong di Aceh dan nagari di Sumbar diberikan Dana Desa melalui APBN yang sekarang besarannya sudah mencapai 1 millyar lebih per nagari.

“Untuk itu, perlu kami sampaikan beberapa hal, yakninya agar wali nagari yang baru dan yang lama tetap dan selalu memperhatikan regulasi yang ada dan jangan mengambil kebijakan-kebijakan yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Sehingga akan terhindar dari masalah-masalah hukum, karena kita dengar banyaknya di tempat-tempat lain Wali Nagari yang terjerat dengan masalah hukum”, ungkapnya.

Selain itu, agar tercipta kesuksesan dan kelancaran kerja di nagari, lakukan pendekatan dan hubungan  yang baik dengan Badan Permusyaratan Nagari  (Bamus) dan kelembagaan di Nagari seperti (LPM, Karang Taruna, Kelembagaan Adat, PKK, Kelompok Masyarakat dll). Sebab, katanya kelembagaan inilah nantinya yang akan menjadi mitra kerjasama Saudara dalam membantu tugas-tugas di Nagari. Baik dalam membuat Regulasi, Peraturan Nagari dan Kebijakan-kebijakan lainnya dalam pelaksanaan pembangunan. (Rel/Andra)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img