27 C
Padang
Kamis, Januari 20, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Buka Seminar PDRI Di Limapuluh Kota, Gubernur Tegaskan Generasi Muda Perlu Paham Sejarah
B

Kategori -
- Advertisement -

Limapuluh Kota, beritasumbar.com. – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah membuka secara resmi Seminar Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), Sabtu (18/12). Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid (online dan offline)  bertemakan “PDRI Dalam Menentukan Masa Depan Republik”.

Mahyeldi hadir secara daring untuk membuka kegiatan tersebut, dan juga sekaligus menjadi keynote speaker atau pembicara kunci pada seminar yang dilaksanakan secara offline di Hotel Sago Bungsu 2 Lubuak Batingkok, Kabupaten Limapuluh Kota itu.

Menurutnya, peristiwa PDRI menjadi bagian penting dalam sejarah bangsa yang mesti diwariskan dan diketahui oleh generasi muda yang akan melanjutkan estafet bangsa pada masa yang akan datang.

“Dengan adanya seminar ini, sehingga dapat menggali informasi mengenai peristiwa PDRI ketika terjadinya kekosongan pemimpin republik ini,” katanya.

Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Sumbar Wannofri Samry mengatakan peristiwa PDRI merupakan satu sejarah yang sangat penting dalam sejarah Indonesia, yang mana pada tahun 1948 terjadi Agresi Militer Belanda II.

“Ketika pemerintahan ditangkap oleh Kolonial Belanda, tetapi ada satu inisiatif dari para pemimpin kita dari seluruh Indonesia, terutama Sumatera untuk melanjutkan Republik Indonesia. Ini peristiwa yang mesti diingat oleh seluruh  rakyat Indonesia,” kata Wannofri yang juga Dosen Unand itu.

Lebih lanjut ia menjelaskan, tanpa PDRI mungkin Republik Indonesia sudah hilang. Ketika Soekarno-Hatta ditangkap Belanda, PDRI bergeriliya di seluruh Indonesia, terutama di daerah Jawa dan Sumatera.

“Peringatan Hari Bela Negara jangan hanya diperingati secara seremonial. Bagi sejarawan dan seluruh rakyat Indonesia bertanggungjawab mewariskan nilai-nilai, diantaranya nasionalisme, inovasi, perjuangan tanpa lelah,” katanya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, mulai dari BPNB Sumbar, panitia, dan media massa atas terlaksananya kegiatan seminar tersebut.

Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumbar Undri dalam sambutannya mengatakan seminar tersebut sangat penting dalam melihat makna dan fungsi Hari Bela Negara (HBN).

“Kita kadang kala tidak sadar kalau ada hari bela Negara. Guru-guru sebagai corong diharapkan dapat menginternalisasi nilai HBN dan PDRI kepada siswa dan siswi serta masyarakat,” katanya.

Ia mengapresiasi kegiatan dalam bidang sejarah dapat terlaksana atas kerja sama BPNB Sumbar dengan Pengurus Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Sumbar maupun yang ada di kabupaten/kota.

Ia menambahkan, seminar ini merupakan langka awal sinergi BPNB dengan MSI, karena kedepannya banyak kegiatan dalam kebudayaan yang dapat disinergikan.

Seminar PDRI Dalam Menentukan Masa Depan Republik dilaksanakan untuk memperingati momentum HBN 2021. Pesertanya melibatkan guru-guru sejarah di Kabupaten Limapuluh Kota, tokoh-tokoh pemerhati sejarah, wali nagari basis PDRI, dan umum.

Penyelenggaraan seminar kali ini, didukung sepenuhnya oleh BPNB Sumbar dan segenap pihak terkait lainnya. Adapun sebagai nara sumber yaitu; Akademisi/Keluarga Moh Hatta Prof Dr Meutia Hatta serta Keynote speaker, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah.

Selanjutnya, Sejarawan Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof Dr Nina Herlina Lubis, MS, Kepala BPNB Sumbar, Undri, S.S, MSi, Ketua MSI Provinsi Aceh,  Mawardi Umar, M.Hum, MA dan Hasril Chaniago, selaku Jurnalis senior, Pihak panitia juga menghadirkan sosok guru bernama Harnieti. M.Pd, seorang guru Sejarah dari Lima Puluh Kota, Provinsi Sumbar. (Rel/Di)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img