25.2 C
Padang
Selasa, Januari 18, 2022
spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

Tim Satgas Covid Kota Payakumbuh Ikuti Pelatihan Posko Siaga Gelombang Ketiga Covid 19
T

Kategori -
- Advertisement -

Payakumbuh,BeritaSumbar.com, – Bersiap menghadapi ancaman gelombang ketiga pasca liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengadakan pelatihan posko desa/kelurahan sebagai fungsi pencegahan dan pembinaan optimalisasi peran posko menghadapi ancaman gelombang ketiga melalui daring di Aula Ampangan Balai Kota Payakumbuh, Sabtu (18/12).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Payakumbuh yang diwakili Asisten I Dafrul Pasi, tim satgas penanganan Covid-19 Kota Payakumbuh serta diikuti oleh Camat dan Lurah se-Indonesia.

Pada kesempatan itu Tim Satgas Covid-19 Republik Indonesia Sonny Harmadi mengatakan keberhasilan Indonesia menurunkan kasus covid tidak lepas dari peran penting posko-posko di tingkat desa/kelurahan yang tidak kenal lelah memerangi pandemi covid-19.

“Berkat testing, tracing dan treatment yang terus dilakukan oleh posko di tingkat kelurahan, sampai saat ini kasus aktif kita terus menurun,” katanya saat memberikan pengarahan kepada camat dan lurah.

“Kita berharap lurah beserta tim satgas covid-19 di desa/kelurahan terus memantau warganya. Dan terus waspada mengingat sebentar lagi memasuki liburan Nataru. Jangan sampai gelombang ketiga sampai menyerang kembali,” tambahnya.

Dia menyebut kasus terkonfirmasi harian per 17/12 lalu sebesar 291 kasus mengalami penurunan sebesar 99,48 persen dibanding puncak perkembangan kasus pada 15/07 sebanyak 56.757 kasus.

“Meski situasi dalam negeri sudah mendekati normal, jangan sampai kendor dalam penerapan protokol kesehatannya,” ucapnya.

Lebih lanjut Sonny menerangkan berdasarkan arahan Presiden Jokowi 16/12 kemaren bahwa varian omicron sudah terdeteksi di Indonesia. Dan ini tidak terelakkan karena salah satu karaktet varian ini adalah penularannya lebih cepat dan varian ini juga lebih menular menurut WHO.

“Pada varian ini mayoritas menyerang pada usia dibawah 40 tahun dan hampir sebagian besar pasien yang dirawat belum divaksin,” terangnya.

“Jadi diharapkan setiap daerah harus mempercepat pelaksaan vaksinasi. Karena dengan telah divaksin walaupun terkena Covid-19 gejalanya tidak akan seberat orang yang belum divaksin,” tukunya.

Sementara itu Wali Kota Payakumbuh yang diwakili Asisten I Dafrul Pasi mengatakan akan segera menindak lanjuti arahan tersebut dan kembali akan mengoptimalkan posko-posko PPKM yang ada diseluruh kelurahan.

“Kita akan optimalkan kembali posko PPKM kita mengingat sebentar lagi memasuki Nataru. Dan masyarakat harus tetap waspada dengan mobilitas keluar masuk di daerahnya masing-masing,” katanya.

Dikesempatan itu juga Kabid Kesmas dan P3 Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Fatmanelly menyebut sampai saat ini capaian vaksin Kota Payakumbuh sudah 75,82 persen untuk dosis 1 dan 54,49 persen untuk dosis duanya.

“Kita akan terus kebut capaian vaksin kita, minimal bisa 80 persen sampai akhir tahun ini,” ujarnya.

“Dan masyarakat yang belum vaksin bisa datang ke fasilitas layanan kesehatan kita serta bisa juga melihat jadwalnya di kantor kelurahan masing-masing,” pungkasnya. (Humas)

- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img