23.9 C
Padang
Sunday, September 27, 2020

Balitbangtan Siap Lepas Kacang Hijau Tahan Salin

Indonesia diperkirakan memiliki lahan salin seluas 0,4 juta hektare (ha) yang membentang sepanjang pantai utara dan selatan Pulau Jawa, Aceh, Nias, Sulawesi Selatan, Flores, Jambi dan Kalimantan. 

Lahan salin merupakan lahan yang mengalami cekaman garam/salinitas yang tinggi dan mengakibatkan pertumbuhan tanaman tidak optimal. Lahan salin dianggap kurang sesuai untuk budi daya tanaman pangan, sehingga mayoritas lahan salin belum dimanfaatkan secara maksimal.

Untuk mengoptimalkan lahan salin, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) tengah fokus untuk menguji varietas-varietas yang memiliki peluang untuk menghasilkan varietas  tahan salin. Hasilnya, selain kacang kedelai dan kacang tanah, ternyata kacang hijau juga mampu bertahan pada lahan salinitas. 

Pemulia dari Balitkabi, Rudi Iswanto mengatakan bahwa kegiatan perakitan varietas kacang hijau toleran lahan salin sudah dimulai sejak tahun 2013.  Kemudian kegiatan persilangan dilanjutkan dengan seleksi populasi bersegregasi, dan uji daya hasil pendahuluan dan uji daya hasil lanjutan (UDHP dan UDHL).

“Varietas kacang hijau hasil seleksi ini umumnya sangat toleran terhadap salinitas dan berpotensi menjadi varietas unggul baru kacang hijau toleran salinitas. Dengan demikian diharapkan dapat menambah pilihan petani di lahan salin untuk membudidayakan kacang hijau,” jelas Rudi.

Lebih lanjut Rudi menyampaikan bahwa pada umumnya kacang hijau toleran akan salinitas, tapi syaratnya harus yang berumur genjah (56-60 hari), toleran kekeringan, dan dapat ditanam pada daerah yang kurang subur. Semua syarat tersebut ada pada semua VUB Balitbangtan yang telah dilepas oleh Kementerian Pertanian, seperti varietas Vima 2, Vima 3, Vima 4 dan Vima 5.

“Varietas Vima sangat toleran salinitas, karena kacang hijau varietas Vima memenuhi syarat untuk ditanam pada lahan salin dengan hasil rata-rata 1,5 ton/ha,” katanya.

Senada dengan Rudi, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Priatna Sasmita mengatakan bahwa Balitkabi memiliki komoditas yang toleran terhadap lahan salin seperti kedelai Varietas Anjasmoro,  kacang tanah Varietas Singa dan Domba. Kini, Balitkabi juga sedang menguji beberapa varietas kacang hijau di lahan salin.

“Kedelai dan kacang tanah telah lebih dulu dikembangkan dan hasilnya cukup toleran pada lahan salin. Sementara itu untuk komoditas kacang hijau selain memiliki produktivitas tinggi diharapkan akan muncul generasi baru yang toleran salinitas seperti yang diharapkan petani,” ujar Priatna.

Di tempat terpisah Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry menyatakan bahwa lahan salin di Indonesia semakin bertambah luasnya. Hal tersebut dikarenakan perubahan iklim global, naiknya permukaan air laut, intrusi air laut, pencemaran limbah juga eksploitasi air tanah yang berlebihan.

“Dengan bertambahnya luas lahan salin maka perlu upaya untuk mengoptimalkannya kembali. Saat ini Balitbangtan telah menghasilkan teknologi dan varietasnya. Tinggal meyakinkan petaninya, apalagi kacang hijau ini berumur genjah (56-60 hari), toleran kekeringan, masak serempak dan dapat ditanam pada daerah yang kurang subur seperti lahan salin,” tutup Fadjry (Uje/RTPH)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

HUT Karang Taruna Ke 60 Tahun, Wako Riza Harapkan Anak Muda Terus Tingkatkan SDM

Payakumbuh --- Salam "Adhitya Karya Mahatva Yodha". Tepat pada 26 September 2020, sudah 60 tahun umur Karang Taruna di Republik Indonesia, selama...

MPC Pemuda Pancasila Pessel, Berkomitmen Dukung Kamtibmas di Kabupaten Pessel

Pesisir Selatan,-Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Pesisir, Welly Hendra melalui Humas MPC Pemuda Pancasila, Rega Desfinal menegaskan jika, MPC...

KPU LImapuluh Kota Umumkan Nomor Urut Calon Bupati-Wakil Bupati

Limapuluh Kota, - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Limapuluh Kota umumkan nomor urut para kandidat Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Limapuluh Kota untuk pilkada serentak...

Rudi Hariyansyah : ” Apresiasi Penyelenggara, Peserta Pilkada dan Masyarakat Pessel”

Pesisir Selatan,-Penetapann Nomor Urut Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Pesisir Selatan telah selesai di selenggarakan oleh KPU (Kamis 24/9/2020).
- Advertisement -

Tulisan Terkait

Ibu Rumah Tangga dan Organisasi Perempuan Ujung Tombak Tekan Penularan Dalam Klaster Keluarga

JAKARTA - Peran serta anggota keluarga dalam satu rumah tangga dinilai sangat penting dalam mencegah penularan virus Covid-19. Dalam hal ini ibu...

H.M.Gunawan: Appraisal Sangat Menunjang Program Perbumma Adat Nusantara

JAKARTA – Dunia Usaha sekarang sangat terpengaruh oleh adanya Virus corono (covid-19), namun uniknya, Appraisal (Jasa Penilaian) justru tetap stabil, bahkan mengalami...

MPR RI Bangun Sinergitas dengan Perbumma Adat Nusantara, Angkat Program Kampung Empat Pilar

JAKARTA – Dengan telah digagasnya Perbumma (Perkumpulan Badan Usaha Milik Masyarakat) Adat Nusantara oleh KUP Suta Nusantara, Perbumma selalu menggencarkan program-programnya untuk...

Pernyataan Sikap PBNU Terhadap Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020

بسم الله الرحمن الرحيم Mencermati perkembangan penanggulangan pandemi Covid-19, Nahdlatul Ulama membersamai segala ikhtiar, doa dan tawakal guna menanggulangi...
- Advertisement -