24.7 C
Padang
Wednesday, November 25, 2020
Beritasumbar.com

Balitbangtan Siap Lepas Kacang Hijau Tahan Salin
B

Indonesia diperkirakan memiliki lahan salin seluas 0,4 juta hektare (ha) yang membentang sepanjang pantai utara dan selatan Pulau Jawa, Aceh, Nias, Sulawesi Selatan, Flores, Jambi dan Kalimantan. 

Lahan salin merupakan lahan yang mengalami cekaman garam/salinitas yang tinggi dan mengakibatkan pertumbuhan tanaman tidak optimal. Lahan salin dianggap kurang sesuai untuk budi daya tanaman pangan, sehingga mayoritas lahan salin belum dimanfaatkan secara maksimal.

Untuk mengoptimalkan lahan salin, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) tengah fokus untuk menguji varietas-varietas yang memiliki peluang untuk menghasilkan varietas  tahan salin. Hasilnya, selain kacang kedelai dan kacang tanah, ternyata kacang hijau juga mampu bertahan pada lahan salinitas. 

Pemulia dari Balitkabi, Rudi Iswanto mengatakan bahwa kegiatan perakitan varietas kacang hijau toleran lahan salin sudah dimulai sejak tahun 2013.  Kemudian kegiatan persilangan dilanjutkan dengan seleksi populasi bersegregasi, dan uji daya hasil pendahuluan dan uji daya hasil lanjutan (UDHP dan UDHL).

“Varietas kacang hijau hasil seleksi ini umumnya sangat toleran terhadap salinitas dan berpotensi menjadi varietas unggul baru kacang hijau toleran salinitas. Dengan demikian diharapkan dapat menambah pilihan petani di lahan salin untuk membudidayakan kacang hijau,” jelas Rudi.

Lebih lanjut Rudi menyampaikan bahwa pada umumnya kacang hijau toleran akan salinitas, tapi syaratnya harus yang berumur genjah (56-60 hari), toleran kekeringan, dan dapat ditanam pada daerah yang kurang subur. Semua syarat tersebut ada pada semua VUB Balitbangtan yang telah dilepas oleh Kementerian Pertanian, seperti varietas Vima 2, Vima 3, Vima 4 dan Vima 5.

“Varietas Vima sangat toleran salinitas, karena kacang hijau varietas Vima memenuhi syarat untuk ditanam pada lahan salin dengan hasil rata-rata 1,5 ton/ha,” katanya.

Senada dengan Rudi, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Priatna Sasmita mengatakan bahwa Balitkabi memiliki komoditas yang toleran terhadap lahan salin seperti kedelai Varietas Anjasmoro,  kacang tanah Varietas Singa dan Domba. Kini, Balitkabi juga sedang menguji beberapa varietas kacang hijau di lahan salin.

“Kedelai dan kacang tanah telah lebih dulu dikembangkan dan hasilnya cukup toleran pada lahan salin. Sementara itu untuk komoditas kacang hijau selain memiliki produktivitas tinggi diharapkan akan muncul generasi baru yang toleran salinitas seperti yang diharapkan petani,” ujar Priatna.

Di tempat terpisah Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry menyatakan bahwa lahan salin di Indonesia semakin bertambah luasnya. Hal tersebut dikarenakan perubahan iklim global, naiknya permukaan air laut, intrusi air laut, pencemaran limbah juga eksploitasi air tanah yang berlebihan.

“Dengan bertambahnya luas lahan salin maka perlu upaya untuk mengoptimalkannya kembali. Saat ini Balitbangtan telah menghasilkan teknologi dan varietasnya. Tinggal meyakinkan petaninya, apalagi kacang hijau ini berumur genjah (56-60 hari), toleran kekeringan, masak serempak dan dapat ditanam pada daerah yang kurang subur seperti lahan salin,” tutup Fadjry (Uje/RTPH)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

Launching TRD Holding, H Suherman TRD Lahirkan Peradaban Baru Dari Silabuak 5 Kaum

Tanah Datar, BeritaSumbar.com,- TRD Holding merupakan group bisnis terbaru H Suherman TRD untuk membangun kampung resmi diluncurkan selasa ( 17/11/ 2020) kemarin.

Nasrul Abit Dengar Keluhan Warga dan Nelayan

Mentawai, BeritaSumbar.com, - Setelah menepuh perjalanan lebih kurang 11 jam dari Padang, calon Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Nasrul Abit, sampai di Muara...

Mahyeldi Audy Punya Kedekatan Dengan Pemerintah Pusat

Oleh Reido Deskumar Mahyeldi Audy tidak hanya memiliki visi misi dan program unggulan yang handal, akan tetapi juga memiliki...

Zusneli Zubir Saat Seminar BPNB Sumbar Angkat Keberadaan Kerajaan Jambu Lipo di Sijunjung

Berdasarkan memori kolektif dan tradisi yang masih lestari di tengah masyarakat Kanagarian Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat, terungkap, bahwa pernah berdiri Kerajaan Jambu Lipo di daerah tersebut. Dra. Zusneli Zubir, M.Hum., Ketua Tim Peneliti bersama para anggotanya: Efrianto, SS., dan Rismadona, S.Sos. melaporkan hasil kajian mereka tentang keberadaan Kerajaan Jambu Lipo pada Seminar Hasil Kajian Nilai Budaya, digelar oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Sumatera Barat (BPNB Sumbar) pada Senin 16 - 17 November 2020 di Kyriad Bumiminang Hotel, Jalan Bundo Kanduang No. 20 - 28, Padang.

Dukung PBM Tatap Muka, DPRD Payakumbuh: Terapkan Prokes Secara Ketat

Payakumbuh, beritasumbar.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Payakumbuh, mendukung rencana pemerintah kota setempat yang akan melaksanakan Proses Belajar Mengajar (PBM)...
- Advertisement -

Tulisan Terkait

KPK Menyerahkan Aset BMN Untuk Mendukung Operasional Kantor KASN

Bertempat di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (24/11/20) diselenggarakan acara serah terima penetapan status penggunaan barang milik negara yang berasal dari...

Tak Kunjung Penuhi Panggilan Polisi, HY Dijemput Paksa

Riau,- Akhirnya Oknum ustad kondang HY Resmi ditahan oleh unit Reskrim Polsek kota Pekanbaru pada 22 November 2020 dimapolsek kota Pekanbaru...

Mahyeldi Audy Punya Kedekatan Dengan Pemerintah Pusat

Oleh Reido Deskumar Mahyeldi Audy tidak hanya memiliki visi misi dan program unggulan yang handal, akan tetapi juga memiliki...

Tak berhenti di Laporan, Riset Harus Tersambung Dengan Industri

Jakarta, - Pemerintah terus mendorong hilirisasi riset yang dilakukan oleh semua lembaga litbang. Salah satu upayanya yaitu dengan pemberian anugerah Hak Kekayaan...

Zulkifli Hasan Harus Banyak Belajar Dari Prestasi Irwan Prayitno Dan Mahyeldi

Oleh Reido Deskumar Kedatangan Zulkifli Hasan Ketua Umum PAN ke Sumbar beberapa waktu lalu, membuat pernyataan yang justru menyudutkan...

IMO-Indonesia Siap Gaungkan Wisata Nusantara

JAKARTA | Pandemi COVID-19 sangat berdampak pada industri wisata tanah air, terpuruknya sektor pariwisata sembilan bulan terakhir sejak pandemi membuat banyak pihak...

Dua Minggu Menghilang,Juragan Padi Di Temukan Meninggal Dunia, Diduga Gantung Diri.

Tanah Datar,beritasumbar.com - Dua minggu pergi dari rumah,juragan padi di Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar di temukan tidak bernyawa dan sudah...

DPP Surosowan Indonesia Bersatu, Bertekad Kuatkan Kearifan Lokal dan Khasanah Budaya

BOGOR - Bangsa Indonesia ini lahir terdiri dari berbagai Suku, adat- istiadat, budaya, agama, dan memiliki kearifan lokal dimasing-masing daerah. Bangsa Indonesia...

Asman Abnur Sebaiknya Mundur Sebagai Ketua Umum DPP IKA Unand

Oleh Reido Deskumar (Alumni Fakultas Teknik Universitas Andalas) Atmosfer Pilgub Sumbar semakin “angek”. Terlebih soal dukung mendukung yang diberikan...

Sistem Pembelajaran Tatap Muka Bergantung Perkembangan Penanganan Covid-19 di Daerah

JAKARTA - Satgas Penanganan Covid-19 terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait kemungkinan diadakannya kembali Pembelajaran Tatap Muka pada...
- Advertisement -