spot_imgspot_img
Beritasumbar.com

DIPASOK 4 ORANG KURIR ASAL ACEH, Polres Payakumbuh Sita 82 Kg Ganja
D

Kategori -
- Advertisement -

Polisi di Payakumbuh berhasil menggagalkan peredaran gelap narkoba jenis ganja, dengan berat 82 kilogram, Selasa (7/7) siang kemarin. Prestasi terhebat dalam pengungkapan kasus narkoba di Sumbar sepanjang 5 tahun belakangan.

Ganja yang berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan hendak diedarkan ke belasan Kota dan Kabupaten di Sumatera Barat ini, diangkut oleh 4 orang kurir menggunakan bus PO Kurnia, jurusan Medan-Bukittinggi.

Sebelumnya, pelaku naik bus PO Pusaka jurusan Aceh-Medan.
Seluruh barang bukti ganja, disimpan masing-masing pelaku ke dalam sebuah kardus yang berisi 20 paket (20 kilogram ganja), 3 buah koper yang berisi 58 (paket) kilogram ganja serta dua buah ransel yang dipenuhi 4 (paket) kilogram ganja.

Informasi yang dperoleh Singgalng, dua diantara pelaku merupakan pasangan suami istri serta dua lainnya punya hubungan famili. “Dua diantaranya berjenis kelamin perempuan,” sebut  Kapolres Payakumbuh AKBP Yuliani, saat menginterogasi keempat kurir narkoba di tempat kejadian peristiwa (TKP).

Para pelaku, ditangkap oleh Satgas Anti Narkoba Polres Payakumbuh pimpinan Kasat Resnarkoba AKP Russirwan dan Kanit I Aiptu Ardiyanto, di sebuah pos ronda, yang terletak di di perempatan Napar arah Kaniang Bukik, Payakumbuh Utara, sekira pukul 12.05 WIB.

Tidak hanya mengangkut 82 kilogram ganja, keempat pelaku juga membawa seorang bayi berusia 10 bulan yang tak lain anak dari salah satu tersangka. “Untuk sementara, perawatan terhadap bayi akan dikontrol khusus oleh anggota kami,” imbuh Kapolres humanis tersebut.

Adapun identitas keempaat tersangka masing-masing pasangan suami istri “L” (52) dan “N” (30) yang beralamat di Desa Teupin Banja, Muara Batu, Aceh Utara serta “M” (28) dan seorang wanita berinisial “E” (26), ibu dari bayi malang yang ikut dalam penangkapan itu.

Kepada polisi, “M” yang berasal sama dengan “E” dari Kuta Meuligoe, Sawang, Aceh Utara menyebut, “E” merupakan wanita yang merupakan sepupu perempuannya. “Saya datang ke sini bersama “E” dan anaknya atas suruhan bos. Kami diupah, pak” sebut “M” kepada polisi.

Usut punya usut, bos ganja yang dimaksud tersangka merupakan seorang mafia narkoba Aceh beridentitas perempuan. Untuk menghantarkan ganja, kurir diupah Rp200 ribu/ kilogram. Jika berhasil, keempatnya akan mendapatkan uang berkisar Rp16 juta-an.

Malang, sebelum barang haram tersebut diserahkan oleh keempat kurir narkoba kepada agen ganja asal Sumatera Barat (masih diburu polisi,red), akal bulus mereka justru dahuluan tercium petugas.

Sewaktu bus yang mereka tumpangi berhenti di Perempatan Napar, Payakumbuh, sesuai petunjuk dan setiran bos narkoba yang memasok ganja, keempatnya berhenti di sebuah pos ronda. Kemungkinan besar, agen narkoba akan menjemput barang haram tersebut ke sana.

Mereka turun menggendong seorang bayi dengan barang bawaan 1 buah kardus yang sudah dilakban, 3 buah koper dan dua buah ransel yang keseluruhannya berisi ganja kering ukuran 1 kilogram/ paket. “Total barang bukti sebanyak 82 paket,” tegas Kapolres.

SEMPAT GAGAL
Sewaktu keempat pelaku turun di pos ronda tersebut, ternyata dari jauh gerak-geriknya sudah terendus oleh Satgas Anti Narkoba Polres Payakumbuh. Sehari sebelumnya, polisi juga mencegat bus PO Kurnia di ruas jalan Payolinyam, Payakumbuh Utara .

Operasi penggeledahan bus tersebut gagal, setelah polisi tidak menemukan barang bukti apapun. Gagal Senin (6/7) sore, maka Selasa (7/7) siang, Satgas Anti Narkoba unjuk kebolehan. Merasa pantauannya tidak akan lolos, polisi sempat menanti kedatangn agen narkoba yang akan menjemput barang haram tersebut.

Malang, beberapa puluh menit menunggu, tak ada tanda-tanda jika keempat pelaku akan didatangi oleh pemesan ganja. Tanpa menunggu lama, akhirnya anggota Satgas berpakaian preman yang sudah mengepung lokasi penangkapan, langsung meringkus pelaku.

“Kita temukan, keempat pelaku dan seorang bayi berada di dalam pos ronda. Di sana, didapati kardus, ransel serta beberapa koper yang dilakban. Semuanya berisi ganja. Kemudian, kita bongkar barang bawaan pelaku,” cerita  AKP Russirwan, pimpinan Satgas Anti Narkoba.

Mendapati barang bawaan pelaku merupakan ganja, akhirnya Kapolres Payakumbuh AKBP Yuliani juga langsung meluncur ke tempat kejadian peristiwa. Penangkapan terhadap kurir ganja aceh ini, menarik perhatian masyarakat pengendara.

Walikota Payakumbuh Riza Falepi dan Wawako Suwandel Mukhtar mengapresiasi keberhasilan tersebut. “Atas nama Pemerintah Kota Payakumbuh, kami ucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Kepolisian terutama jajaran Sat Resnarkoba yang sudah menggagalkan peredaran ganja,” kata Riza.

Ungkapan yang sama, juga dilayangkan oleh Jhon Kennedy Aziz, anggota Komisi III DPR-RI. “Polisi harus terus memerangi peredaran gelap narkoba. Termasuk ganja yang dipasok dari Aceh ke Sumbar. Kita apresiasi dengan Kapolres dan Kasat Resnarkobanya,” ujar Jhon di balik gagang teleponenya.

Jhon Kennedy meminta Kapolri, menggenjot kinerja anak buahnya dalam memerangi narkoba. “Bagi anggota yang berhasil, Kapoldanya perlu mereward,” sebut Jhon Kennedy yang mengaku hendak bertolak ke Negeri Paman Sam, sore kemarin. (208)

- Advertisement -

BERITA PILIHAN

- Advertisement -
- Advertisement -

Tulisan Terkait

- Advertisement -spot_img