Sawahlunto, Beritasumbar.com – Hamparan Lapangan Sepak Bola Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, mendadak berubah menjadi lautan putih. Ribuan anak usia dini tampak antusias mengenakan pakaian ihram serba putih bagi peserta didik laki-laki dan busana muslimah anggun bagi anak perempuan. Rabu, (04/11/2026).
Di bawah langit Sawahlunto, mereka tidak sedang mengikuti pertandingan sepak bola, melainkan bersiap menapaki miniatur perjalanan spiritual yang kelak diimpikan setiap Muslim: menunaikan ibadah haji.
Inilah potret hangat pelaksanaan Bimbingan Manasik Haji Massal bagi peserta didik Raudhatul Athfal (RA) dan Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kota Sawahlunto. Kegiatan ini membuktikan bahwa menanamkan nilai-nilai keislaman tidak selalu harus kaku di dalam ruang kelas atau lewat ceramah panjang, melainkan bisa melalui pengalaman nyata yang membekas indah dalam ingatan anak-anak.
“Manasik haji bagi anak-anak bukan sekadar memperagakan rangkaian ibadah ke Tanah Suci, tetapi juga media pembelajaran untuk memperkenalkan ketauhidan, kedisiplinan, kebersamaan, kesabaran, dan kecintaan kepada Allah Swt sejak dini,” ungkap Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Sawahlunto, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.M., di sela-sela kegiatan.
Kemeriahan manasik haji massal ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah yang menunjukkan komitmen kuat terhadap dunia pendidikan karakter. Hadir mendampingi Kakankemenag, Asisten I Pemerintah Kota Sawahlunto Drs. H. Irzam K., M.M. (yang membuka acara secara resmi), istri Wali Kota Sawahlunto Ny. Yori Gemitia Putri Riyanda, Kepala Dinas Pendidikan Dr. Asril, M.Pd., serta Kepala Desa Talawi Hilir Fauzil Misbah Tompuo Sakoti.
Kehadiran para tokoh daerah ini menegaskan bahwa pembentukan fondasi spiritual anak merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara Kemenag, Pemko Sawahlunto, Dinas Pendidikan, pemerintah desa, hingga para guru RA/TK menjadi kunci terciptanya ekosistem pendidikan yang seimbang, mencerdaskan akal sekaligus merawat keimanan.
Bagi anak-anak usia TK dan RA, hari itu mungkin terasa seperti kegiatan darmawisata atau bermain bersama teman sebaya. Namun, di balik setiap langkah kecil mereka mengelilingi miniatur Ka’bah dan gerakan manasik lainnya, tersimpan proses internalisasi nilai yang luar biasa.
Mereka diperkenalkan pada rukun Islam kelima, dilatih antre dan tertib, serta diajarkan arti kesederhanaan dan kepatuhan. Lebih dari itu, kegiatan ini sukses menyalakan percikan kerinduan di dalam dada mereka untuk suatu hari nanti dapat benar-benar bertamu ke Baitullah.
“Perjalanan fisik menuju Baitullah mungkin masih sangat panjang bagi anak-anak kita. Namun, perjalanan mengenal Allah, mencintai Rasulullah, dan membiasakan akhlak mulia bisa dimulai dari hari ini,” tulis laporan yang dirilis oleh Humas MAN Kota Sawahlunto.
Pihak Kemenag Sawahlunto berharap kegiatan tahunan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial yang berlalu begitu saja. Nilai-nilai luhur ibadah haji, seperti keikhlasan, kedisiplinan, dan persaudaraan umat harus terus dirawat dalam keseharian anak-anak di sekolah maupun di rumah.
Pada akhirnya, Lapangan Sepak Bola Talawi telah sukses bertransformasi menjadi ruang kelas raksasa yang penuh berkah. Di tempat inilah benih-benih kecintaan kepada agama disemai, menyiapkan generasi muda Sawahlunto yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan berjiwa religius. (Fitria)
